Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
41.Mengundurkan diri


__ADS_3

Tidak seperti hari-hari biasanya, pagi ini langit tampak mendung. Namun itu tak mengurangi semangatnya untuk tetap pergi bekerja, Maima melangkahkan kakinya penuh semangat.


Sesampainya di Restauran, Maima langsung menuju keruang loker karyawan. ia mengambil baju seragamnya lalu menuju kekamar kecil untuk berganti baju. Didepan toilet ia berpas-pasan dengan Icha.


"Loh Mai, akhir-akhir ini kok kamu tak pakai seragam langsung dari rumah? kenapa?" Icha menatap tubuh Maima dari atas sampai bawah. " Dan sepertinya kamu sekarang agak gemukkan ya Mai?"


"Ah, masa' sih mbak?" Maima terkekeh menutupi kegugupannya. " Ya sudah, aku ganti dulu ya mbak."


Didalam, Maima mematutkan tubuhnya dicermin. ternyata memang benar, ia memang terlihat lebih berisi dan perutnya sudah agak membuncit. Ya wajar saja, karena kini kandungannya telah memasuki bulan ketiga. "Baiklah Maima, kamu harus bisa! semangat!" ✊


Sebelumnya Maima ingin menemui bu Zakiya terlebih dahulu. Ia menghela nafasnya dalam kemudian mengetuk pintu ruangan atasannya tersebut.


tok tok tok


"Iya, masuk!"


ceklekk


"Permisi bu, Assalamuallaikum." Maima dan tak lupa mengucapkan salam.


"Oh, kamu Maima. Ada apa? ayo silahkan duduk!" Bu Zakiya mempersilahkan Maima untuk duduk di kursi tepat berhadapan diseberang meja kerjanya.


"Iya terima kasih bu."


" Silahkan Mai, apa ada yang ingin kamu sampaikan?" Bu Zakiya menghentikan kegiatannya lalu menatap intens Maima yang tampak risau.


"Maaf bu sebelumnya. Sebenarnya maksud saya datang menemui ibu adalah saya ingin mengundurkan diri bu."


"Loh kenapa tiba-tiba sekali sih Mai, Mengapa kamu ingin berhenti bekerja? katakan alasannya sampai kamu harus berhenti kerja di sini!"


Akhirnya Maima menemukakan alasannya ingin berhenti bekerja. ia mengatakan bahwa ingin pulang kampung menemani neneknya yang akhir-akhir ini sering sakit-sakitan.


Dan ia berencana akan membantu neneknya mengurus lahan sawah yang telah lama terbengkalai karena tak ada yang mengurus, sekalian juga ingin menemani dan merawat neneknya.


"Hmm....Jadi begitu ya? Ya sudah, saya tak akan menahanmu kalau itu alasanmu Mai. Kamu memang anak yang baik. Giat dan rajin bekerja. Kami pasti akan sangat kehilanganmu Mai."


"Terima kasih bu atas pengertiannya." Maima menangkupkan tangannya.


"Kalau begitu, nanti sebelum kamu pulang kembali menghadap saya ya Mai!"

__ADS_1


"Baik bu, terima kasih. Permisi bu saya akan lanjutkan pekerjaan saya." Bu Zakiya pun hanga menganguk.


Ketika akan menuju ke Pantry, terlihat sepasang laki-laki dan wanita muda tengah berjalan menuju keruangan bu Zakiya. Maima mengangguk sekilas pada keduanya.


"Hey tunggu, kamu sini!" Karena merasa dipanggil, Maima pun menoleh kebelakang dan melangkah menghampiri mereka.


"Iya mbak, ada yang bisa saya bantu?" Maima berbicara sopan pada wanita itu karena ia tahu bahwa dia adalah anak dari pemilik Restauran tempatnya bekerja.


Sedangakan pria yang bersamanya tentu saja ia sangat mengenalnya, dia adalah Rangga. Laki-laki itu terus aja menatapnya hingga Maima merasa risih dan iapun selalu mengalihkan pandangannya.


"Mbak....mbak, memangnya aku mbakmu apa? Panggil aku nona!" Jawab gadis itu dengan nada sinisnya.


"Eh, iya maaf non Karina. ada yang bisa saya bantu?" Maima mengelungai pertanyaannya dengan merubah panggilannya.


"Bawakan kami makan siang ke ruangan mama dan jangan pake lama! ngerti kan kamu?"


"Iya non, saya akan antarkan segera.permisi!" Maima melangkah kembali menuju ke pantry.


"Mai...."


"Iya kak, apa ada yang bisa saya bantu juga?" Maima menatap sekilas pada Rangga lalu kembali menunduk.


"Maaf tuan Rangga, kalau tidak ada lagi saya mau kembali ke pantry. Nanti pesanan anda dan nona akan segera saya antar." Maima berlalu meninggalkan Rangga yang masih menatapnya.


tok tok tok


"Permisi bu!" Maima masuk lalu meletakkan makanan dan minuman diatas meja, mengangguk dan beranjak undur diri.


"Tunggu sebentar Maima!" Maima kembali berbalik dan menghampiri bu Zakiya. " Mai, ini gaji terakhirmu dan juga uang pesangonnya." Menyerahkan sebuah amplop kepada Maima.


"Terima kasih bu, tapi lebih baik nanti saja setelah jam kerja saya berakhir bu." Ia merasa tidak enak menerimanya karena bahkan jam kerjanya pun belum usai.


"Tidak apa-apa Mai, soalnya saya mau pulang cepat. Jadi ya sekarang saja saya memberkkan hak kamu. Selamat jalan ya Mai dan hati-hati, semoga semua urusanmu berjalan lancar."


Bu Zakiya mengulurkan tangannya mengajak Maima untuk berjabat tangan. Dan Maima pun menyambutnya dengan mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.


Rangga sangat terkejut mengetahui hal itu. Namun ia tak bisa berkata apapun,hanya menatap Maima penuh rasa bersalah. Rangga berpikir apakah ini ada kaitannya dengan dirinya?


"Mengapa Maima tiba-tiba berhenti bekerja? apa ini semua karena diriku?"

__ADS_1


"Terima kasih bu." Setelah itu Maima bergegas keluar dari ruangan itu dengan menggenggam sebuah amplop ditangannya.


-----------‐


"Maima...!"


Mendengar suara seseorang yang memanggilnya iapun menoleh, dan betapa terkejutnya melihat Zack yang telah berdiri menjulang dihadapannya. Maima sedang duduk di kursi halte menunggu angkot hendak pulang.


"Ka....kak Zack, ada apa kakak kesini?" Maima mendongakkan kepalanya menatap Zack yang masih tak bergeming menatapnya. hingga....


"Ayo ikut aku Mai!" Zack menarik tangan Maima lalu berjalan menuju kemobilnya yang diparkir tak jauh dari halte bus itu. memaksa masuk kedalam mobilnya.


"Kak Zack, kita mau kemana kak? maaf kak aku mau pulang sekarang!" Maima terus memberontak tak ingin ikut dengan laki-laki itu.


"Tenanglah Mai, aku akan membawamu kerumah orang tuaku. Aku akan meminta restu kepada mereka, aku akan segera menikahimu Mai. Kamu mau kan menjadi istriku?"


Mendengar apa yang diucapkan Zack, Maima jadi bertambah takut? ia tak menyangka kalau laki-laki itu bisa senekat itu. Wajahnya mulai memucat dan butiran keringat mulai menetes didahinya.


"Apa maksud kakak, maaf kak aku mau turun sekarang. aku tidak mau. aku mohon kak!kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi kan." Maima terus memohon agar Zack melepaskannya.


"Tidak Mai, aku tidak akan pernah melapaskanmu. karena aku sangat mencintaimu. Kau jangan mengkhawatirkan apapun lagi! aku akan paatikan kedua orang tuaku akan menerimamu."


"Kak Zack aku mohon hentikan mobilnya, aku mau turun kak! kita tidak akan pernah bisa bersama, kakak harus mengerti itu!"


"Aku tidak mau mengerti apa yang kamu inginkan Mai, yang aku mau sekarang adalah terus bersamamu. selamanya!"


Zack masih terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. membuat Maima semakin ketakutan.


Dengan tubuh yang gemetaran dan wajah yang sudah berderai air mata, akhirnya kalimat itupun keluar dari bibirnya.


" Aku tidak pantas untukmu kak, aku sudah tidak suci lagi!!"


citttt


"APAAA??"


Tbc


 

__ADS_1


__ADS_2