
Semua tidak ada yang bisa mencegah apa pun yang di inginkan oleh Zack. Termasuk Ayu sendiri. Gadis itu hanya pasrah dan menuruti kehendak laki-laki pemaksa itu.
Zack sesekali melirik gadis di sampingnya yang masih betah terdiam di sepanjang perjalanan mereka menuju ke Jakarta.
Gadis itu sama sekali tak mau berinteraksi dengan laki-laki yang menurutnya selalu menyebalkan itu. Ayu hanya melihat pemandangan melalui kaca di sampingnya tanpa menoleh sedikit pun pada Zack.
Sedangkan Zack sesekali melirik Ayu sambil tetap fokus menyetir.
"ekhem...!"
Ayu menoleh ke sampingnya, namun hanya sekilas. kemudian gadis itu mengalihkan pandangannya ke arah samping lagi.
"Kalau kamu mengantuk tidur saja! nanti kalau sudah sampai akan aku bangunkan!"
"Saya tidak mengantuk. lagi pula kalau saya tertidur, nanti anda berbuat macam-macam lagi terhadap saya?" Jawabnya ketus.
Senyum tersungging di bibir nya melihat sikap galak yang semakin menggemaskan di matanya.
Setelah itu tak ada lagi interaksi di antara mereka. Tanpa terasa Ayu pun jatuh tertidur. Zack tersenyum menyeringaip, rencana nya akan semakin mudah karena gadis itu tidak akan menolak dan protes seperti biasanya.
"Loh...loh, mas! itu kenapa kak Zack malah berbelok ke arah lain?gimana itu mas? mau di bawa kemana Ayu?" Rani seketika panik melihat mobil yang dikendarai Zack ternyata mengambil jalan lain.
"Wah, gila itu si Zack? bentar gue telpon dia!" Doni pun kaget dan langsung berinisiatif menghubungi sahabatnya yang telah membawa sang baby sitter.
drrttt drrtttt drttt
"Hmm—ada apa? jangan khawatir, gue ngak akan apa-apa-in si Ayu! bilang ke Varell gue pinjem Ayu sebentar."
"Tapi, Zack loe mau bawa kemana anak perawab orang? jangan macam-macam loe!"
"Udahlah, percaya sama gue!"
klekk
Panggilan langsung di tutup sepihak oleh Zack. Padahal Doni belum selesai bicara, baru saja ia akan mengalihkannya pada Varell.
"Di tutup Rell? ngak tahu gue, tu anak kok ngak berubah ya? semakin menjadi aja sejak kejadian yang lalu?" Varell tak berkomentar, karena di dekat mereka ada Rani dan Angela.
"Gimana? dia bilang apa Don?" Tanya Varell
Doni hanya mengangkat pundaknya menandakan bahwa ia pun tak tahu apa yang akan di lakukan oleh Zack terhadap Ayu.
"Zack—zack? semoga dia tak berbuat masalah lagi dan menyakiti Ayu? semoga feelling gue ngak bener?"
"Memangnya apa yang mas pikirkan? Apa kak Zack akan melakukan sesuatu yang buruk terhadap Ayu?" Kali ini Rani juga tak kalah khawatir dengan nasib Ayu yang sudah di anggap seperti adiknya sendiri.
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang! semoga Zack bisa melindunginya dan semua akan baik-baik saja!"
"Kak Zack, melindungi Ayu? dari apa dan siapa mas?" Rani jadi semakin bingung, karena Doni dan sang suami sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu?
Mobil yang di kendarai oleh Zack akhirnya berhenti di depan sebuah rumah mewah, tepatnya bak seperti istana.Itu adalah rumah utama keluarga Brown.
Melaju memasuki pintu gerbang yang menjulang tinggi. Di sambut oleh dua orang security. Mereka menganggukkan kepala dan menyapa ramah anak sang majikan.
"Selamat datang tuan muda Zack!"
"Terima kasih pak." Zack memang tergolong anak orang kaya yang tak sombong. Ia tak akan segan untuk mengucapkan terima kasih pada para pegawainya.
Ketika mobil berhenti di depan pelataran rumah, Ayu pun terbangun dari tidurnya. Gadis itu terlihat begitu lelah.
"Eumm, Eh...ini di mana? Tuan Zack anda membawa saya kemana? Tolong antarkan saya pulang ke rumah tuan Varell!" Ayu memandang ke-sekeliling dan sama sekali tidak mengetahui tempat tersebut.
"Sudah, tidak usah takut! Ayo turun dan turuti apa pun yang aku katakan! jangan membantah dan menolak!" Zack menatap tajam pada Ayu yang memang sudah merasa ketakutan.
Mereka melangkah memasuki pintu depan rumah dan sekita Zack menyadari bahwa Ayu malah berdiri mematung.
"Kenapa malah bengong? Ayo cepat ikut aku! Ingat, jangan berkata apa pun tanpa seizinku! kamu hanya perlu mngiyakan dan menuruti apa yang aku katakan nanti, oke! kamu mengerti kan?" Dan entah mengapa, gadis itu hanya mengangguk dan menuruti perintah Zack.
Mereka melangkah beriringan memasuki rumah dan langsung di sambut oleh seorang paruh baya.
"Apa mommy ada bi?"
"Nyonya besar sedang berada di taman belakang tuan, ada nona Tamara?"
Mendengar nama Tamara, ekspresi wajah Zack pun langsung berubah.
"Baiklah bi, terima kasih. Kami akan kesana!" Berjalan kembali menuju ke arah taman belakang dengan menggandeng tangan Ayu.
"Tu—tuan, tangan anda?" Ayu tentu saja merasa canggung karena tiba-tiba saja tangannya di genggam erat oleh laki-laki yang bahkan baru di kenalnya tiga hari yang lalu.
"Ssttt...diamlah! Jangan panggil aku tuan! panggil aku kakak atau mas! mengerti?"
Kening Ayu mengernyit, ia tidak mengerti apa yang di inginkan oleh laki-laki si pemaksa itu?
Dengan langkah penuh percaya diri dan di dampingi oleh seorang gadis muda nan cantik yang berada dalam genggaman erat tangannya.
Zack memperlihatkan wajah sumringahnya pada sang mommy yang melihat kedatangan merek dengan raut wajah tak suka.
"Zack, kau sudah kembali son?" Zack langsung mencium pipi sang mommy dan tersenyum hangat.
__ADS_1
"Hi Zack! apa kabar?" Sapa Tamara yang sejak tadi memandang intens pada Ayu.
"Hmm...baik!" Hanya menoleh sekilas tanpa senyum pada Tamara, kemudian ia mengalihkan pandangannya pada sang gadis manis yang di bawanya.
Mommy Sandra menatap sosok gadis yang tengah berdiri di hadapannya dengan raut ketakutan. Sangat terlihat jelas karena gadis itu tertunduk tak berani menatap langsung padanya.
"Siapa dia son?"
"Oh, iya mom. sorry! perkenalkan gadis ini namanya Ayu, dia adalah pacarku dan yang akan menjadi calon menantu mommy!"
Sontak saja Mommy Sinta terkejut bukan main, karena tiba-tiba saja tak ada angin dan hujan sang putra kesayangan datang dengan membawa seorang gadis yang katanya akan menjadi calon menantunya.
"Maksudmu apa Zack? jangan suka bercanda yang terlewat batas son! jelaskan pada mommy!" Mulai tersulut emosi.
"Tante, lihatlah tampilan perempuan itu?" Tamara berbisik pelan dan memandang remeh Ayu.
"Hey, bicara apa kamu pada mommy hah?" Zack merasa tak suka ketika Tamara membisikkan sesuatu pada sang mommy yang pastinya hal yang tidak baik.
"Apa sih Zack? aku tidak bicara apa-apa kok, ya kan nante?" Bergelayut manja di lengan mommy Sinta.
"Kamu curigaan sekali sih Zack sama Tamara?" mommy Sinta membela Tamara.
Hening sejenak, mereka hanya saling pandang. Tepatnya mommy Sinta yang terus menatap dari atas sampai bawah tubuh gadis berdiri di samping putranya.
"Siapa namamu?" Tiba-tiba saja mommy Sinta bertanya pada Ayu. Tentu saja membuat gadis itu gelagapan dan kikuk.
"Ayunia Danastri, nyonya!" Menatap sekilas, lalu kembali tertunduk tak berani terus-terusan menatap wanita paruh baya yang terlihat jelas tak suka akan kehadirannya.
"Kamu tinggal di mana dan orang tuamu siapa? sudah berapa lama berpacaran dengan Zack?"Langsung di berondong pertanyaan oleh mommy Sandra. Tatapannya penuh selidik.
"Ma—maaf nyonya, sebenarnya saya dan Tu..."
"Ah Iya, mom... ayo kita makan siang, aku sudah lapar sekali!" Zack segera mengalihkan pembicaraan ketika hampir saja Ayu yang akan membongkar kebohongannya.
"Baiklah! nanti kita lanjutkan lagi perbincangan kita!"
"Oke mom! Ayo sayang, kita makan siang bersama!"
Zack kembali menggandeng mesra tangan Ayu lalu mengikuti langkah mommy Sinta dan Tamara yang berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumah.
"Tuan, apa maksudnya ini? saya tidak mengerti apa yang anda inginkan sebenarnya? maaf tuan, saya mau pulang saja!" Ayu berbalik dan ingin pergi. Namun, langsung menarik lengan Ayu dan mendekapnya erat.
"Apa yang anda lakukan tuan Zack, ini sangat memalukan. Saya tidak mau ikut makan bersama dengan anda dan nyonya yang terhormat itu! tolong lepaskan saya!" Ayu memberontak dengan mendorong dada Zack dan mencoba untuk melepaskan diri.
"Ssttt.... Cup...cup?!"
__ADS_1
"Zackkk... apa yang kau lakukan?"
Tbc