Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
92.Kericuhan di tempat arisan


__ADS_3

Setelah kepulangan Tuan Wiratama berserta istri dan putrinya. Daddy Edward,mommy Sinta dan Grandma Catherine kembali berembuk soal perjodohan Zack dan Tamara. Daddy Edward akhirnya memutuskan untuk tidak meneruskannya karena Zack juga telah menikah dengan Ayu.Memberikan pengertian kepada Grandma Catherine agar bisa menerima Ayu sebagai menantu di keluarga Brown.


"Bagaimana mom?mommy sudah bisa menerimanya,bukan? Ayu adalah gadis yang baik dan Zack sangat mencintainya.Aku harap mommy bisa bersikap baik terhadap Ayu."


Grandma Catherine menghela nafas dalam dan mengangguk." Baiklah, mommy akan berusaha untuk menerimanya. Semoga Zack tidak salah memilihnya."


"Mom, jangan bicara seperti itu?kalau mommy sudah ikhlas menerimanya,maka mommy jangan mengatakan sesuatu yang nanti bisa membuat Zack ataupun Ayu merasa tersinggung!"


"Iya...iya mommy mengerti, sudah ah. Mommy capek mau tidur!"


Grandma Catherine beranjak menuju ke kamarnya yang berada di lantai dasar. Ya, Grandma memang tidak mau menempati kamar di lantai atas karena faktor umur.ia tak ingin turun naik tangga.


"Semoga mommy bisa bersikap baik pada Ayu ya Ed?"


"Iya, sayang. Ayo kita ke kamar, aku juga sudah mengantuk!"


Tengah malam Ayu terbangun karena merasakan perutnya yang keroncongan. Ya, sejak masuk ke dalam kamar pukul 19.00 tadi. Mereka bahkan belum keluar dari kamar lagi.


Ayu menoleh ke sampingnya dan melihat Zack masih terlelap. Beranjak turun dari atas tempat tidur, meraih bathrobe-nya yang tergeletak di lantai lalu mengenakannya kembali.


Setelah membersihkan tubuhnya, Ayu keluar dan menuju ke dapur untuk mencari makanan.


"Hh...badanku rasanya remuk redam, bang Zack terlalu perkasa sampai tak mau berhenti? aduh...pinggangku?" Ayu melangkah sambil memegang pinggangnya.


Ia membuka kulkas dan melihat masih ada makanan yang sepertinya sisa makan malam tadi. Ayu segera memanaskannya, lalu menaruh di dua piring dan menatanya di atas nampan.Lalu ia kembali ke kamar.


"Bang–abang Zack bangun! ini Ayu bawakan makanan."


Tak ada respon, Zack cuma menggeliatkan badannya lalu malah tertidur lagi. Ayu berdecak dan menggelengkan kepalanya.


"Abang sayang, ayo bangun! nambah yuk?"


"Ayuk...ayuk!"


"Dasar mesum. Giliran soal itu aja mau bangun? makan dulu bang, Ayu lapar banget nin! abang pasti juga lapar kan?"


Mereka pun turun dari atas tempat tidur lalu duduk di atas sofa.


"Cuci tangan dan muka dulu bang!"


"Itu nya juga di cuci juga kan, sayang?" Menaik turunkan alis matanya.


"Iya, harus itu.Cuci yang bersih pakai sabun biar wangi!" Ayu berkata asal tapi, tentu saja membuat pikiran Zack jadi melanglang buana.


"Kalau sudah wangi, nanti di cium ya dek! sama di...?" Zack terkekeh dan seketika langsung mendapatkan bantal terbang tepat mendarat di wajah tampannya.


Setelah Ayu membereskan bekas makan mereka dan menaruhnya kembali ke dapur. Mereka pun melanjutkan tidurnya kembali.


"Sayang, apa tidak ada ronde tambahan nih?" Zack memeluk erat tubuh mungil sang istri dan mengeluarkan rayuannya.

__ADS_1


"Enggak ada! Ayu capek dan ngantuk bang.Besok lagi aja ya, abang sayang!" Ayu kembali memejamkan matanya.


"Abang...besok bang!"


"Iya sayang, abang cuma mau pegang saja kok. biar bisa tambah pulas tidurnya?" Zack menelusupkan telapak tangannya di salah satu gunung kembar milik Ayu.


Ayu tak menyahut karena ia sudah sangat mengantuk dan tak memperdulikan lagi apa yang tengah di perbuat Zack pada tubuhnya.


 


"Selamat pagi Grandma,daddy,mommy! Maaf kami kesiangan."


"Ekhem...Iya, kami mengerti kok!sudah ayo kita mulai sarapannya!" Sindir daddy Edward.


Pagi itu suasana di meja makan tampak biasa saja.Tak ada pembahasan serius hanya terjadi obrolan santai saja. Membuat Ayu bernafas lega.Sebelum sarapan di mulai Ayu sudah was-was kalau saja akan kena marah karena masalah semalam.


"Oh ya, dad.Hari ini aku kedatangan Mr. Sakamoto dari Jepang.Menurut daddy bagaimana? apakah aku terima tawaran kerjasamanya? secara Daddy kan juga pernah melakukan kerjasama dengan beliau."


"Mr.Sakamoto adalah pebisnis handal dan selalu konaisten. Lakukanlah! semoga sukses,son!"


"Baiklah. Thanks ya dad!"


"You're welcome son." Menepuk pundak sang putra lalu daddy Edward beranjak untuk berangkat ke kantor.


Kini tinggalah pasangan Zack dan Ayu. Mereka juga sudah selesai dan Ayu sedang merapikan meja makan.


"Apa yang kamu lakukan sayang?"


Zack tersenyum lalu menarik tangan Ayu. " Sayang, kamu itu tugasnya hanya melayani suami tampanmu ini! untuk urusan dapur dan yang lainnya biar Mbok Jumi yang mengerjakan! Ayo, antar abang sampai kedepan!"


"Maaf ya mbok."


"Tidak nona, ini memang sudah menjadi tugas saya."


Setelah para pria telah berangkat bekerja.Kini Tiga orang wanita beda generasi tengah bersantai di ruang keluarga sambil menonton televisi.


"Ayu,nanti siang ikut mommy ya ke acara arisan teman-teman mommy! nanti kamu bisa berkenalan dengan banyak orang dan bisa menambah teman juga!" Mommy Sinta tersenyum lembut membuat hati Ayu terasa nyaman.


"Iya mom, baiklah Ayu akan ikut."


----‐-----------------


Di sebuah Cafe tempat diadakannya arisan. para wanita sosialita berkumpul di sana dan ternyata nyonya Sherina pun turut hadir.


"Hallo jeng apa kabar?" Mommy Sinta dan nyonya Sherina bercipika cipiki.


Ketika melihat Ayu, nyonya Sherina begitu sumringah. Wanita itu langsung mendekati Ayu dan tiba-tiba memeluknya begitu erat.


"Ayu, apa kabar sayang?"

__ADS_1


"Ba–baik nyonya!" Mendapat perlakuan yang tidak biasa membuat Ayu merasa aneh. Karena ia tidak mengenal dekat wanita paruh baya itu.


Tamara yang melihat sang mama yang memperlakukan Ayu begitu hangat jadi semakin kesal dan tak suka pada Ayu yang dianggapnya wanita perebut calon suaminya, Zack.


"Hai semua, perkenalkan ini menantu saya Ayuni Danastri." Mommy Sinta memperkenalkan Ayu kepada teman-teman arisannya.


"Ayu, arisannya sudah mau di mulai.Kamu bisa berkumpul dengan Tamara dan yang lainnya!"


"Baik mom." Ayu beranjak menuju ke salah satu sudut tempat berkumpulnya para putri atau pun menantu dari para wanita peserta arisan tersebut.


"Hai, boleh saya ikut bergabung?" Ayu menyapa para wanita muda yang sepertinya sudah saling mengenal karena mereka tampak terlihat akrab.


"Hai juga, boleh kok. Silahkan duduk!kamu kalau tidak salah istrinya Zack Brown yang belum lama melangsungkan pesta pernikahan yang sangat mewah itu, kan?ternyata kamu aslinya sangat cantik ya!" Seorang wanita muda membalas sapaan Ayu dengan ramah.


"Iya, benar. Baiklah, terima kasih.boleh kan saya duduk di sini bersama kalian?"


Ayu mendudukkan bokongnya di sofa tepat di sebelah wanita yang tadi menyapanya.


"Perkenalkan namaku Meggy."


"Hai, nama saya Ayu.Senang berkenalan dengan nona Meggy." Mereka saling berjabat tangan. Setelah itu Meggy juga memperkenalkan Ayu kepada yang lainnya.


Namun, ketika pada giliran Tamara. Ayu tampak diam.Tamara menatapnya sinis bahkan tak mau diajak berjabat tangan. Membuat Ayu jadi tak enak hati.


"Hey Tamara, loe kok sombong banget sih? sudahlah. Zack itu sudah menikah dengan Ayu.loe harus terima itu! Lagian menurut gue ya, Ayu itu lebih oke deh dari elo. Makanya gue ngak kaget kalau Zack lebih memilih Ayu buat jadi istrinya."


Meggy yang memang tak begitu akur dengan Tamara sangat sebal melihat tingkah Tamara yang sangat sombong.


"Hey kalian semua ngak tahu aja siapa wanita yang kalian bilang cantik ini?asal kalian tahu ya, dia itu hanya seorang baby sitter yang datang dari kampung dan tentu saja dari kalangan bawah alias miskin."


"Tamara, mulut loe itu ya seperti ngak pernah di sekolahin aja?Ngak menghargai orang lain!Pantes aja Zack ngak melirik loe sama sekali.Lah,kelakuannya aja seperti preman pasar.sok paling benar."


Keributan di antara mereka pun terdengar sampai ke tempat para mama mereka.


"Ada apa ini? kenapa kalian semua malah ribut dan saling adu mulut?" Nyonya Sherina menghampiri dan menegur mereka.


"Ini nih tante, anaknya!sejak tadi selalu menghina Ayu."


"Benar itu Tamara?" Nyonya Sherina marah dan kesal dengan kelakuan putrinya.


"Yang aku katakan ke mereka itu bukanlah sebuah penghinaan ma, tapi itu semua adalah kenyataan yang sebenarnya. si Ayu yang bagi mereka perfect ini memang hanyalah seorang gadis miskin dan kampungan yang telah menggoda Zack calon suami aku!" Tamara masih saja bersikap sombong.


Plakk


"Jaga bicaramu, Tamara! ayo kita pulang sekarang!"


Semua semua sontak kaget melihat nyonya Sherina yang begitu marah pada putrinya. Mereka hanya menatap kepergian ibu dan anak itu tanpa berkomentar apa pun.


Tbc

__ADS_1


 


__ADS_2