
Setelah perundingan yang alot, akhirnya kedua orang tua Angela mengizinkan putri mereka di boyong oleh Doni ke rumah orang tua nya.
"Sayang, baik-baik ya di rumah mertuamu! jangan terlalu manja! kamu harus bisa membawa diri di sana!maksud mama, kamu harus menurut apa kata suami dan mertuamu!ayo, suamimu sudah menunggu!" Mama Sandra memberi nasehat pada putri bungsunya yang masih suka bermanja ria.
"Don, titip Angela
"Iya, Ma. Apa Angela tidak bisa tinggal di sini untuk sementara dulu,Ma. Rasanya belum siap meninggalkan mama dan papa?"
"Sayang, kamu itu sekarang sudah menjadi seorang istri dan harus menurut apa kata suami.Karena sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab Doni. Anggel masih bisa
"Don, kami titip Angela ya!tolong jaga Angela baik-baik dan bimbinglah agar dia bisa menjadi istri yang sholeha!" Papa Tyo berpesan pada sang menantu.
"Baik, Pa.Doni pasti akan menjaga amanah yang telah papa berikan yaitu Angela.Doni akan berusaha menjadi suami yang terbaik untuk Angela!"
Papa Tyo tersenyum dan menepuk pundak sang menantu. Sebenarnya masih terasa berat melepas putri bungsu sekaligus kesayangan mereka.
Usai berpamitan,Doni membawa Angela berangkat menuju ke kediaman orang tuanya.
"Kak, apa nanti malam kita akan mempraktekkan apa yang dibilang kak Varell,tadi?" Tanya Angela ambigu hingga membuat Doni terbatuk-batuk.
"Uhuk...uhuk...uhukk."
"Kak Doni kenapa?" Menepuk-nepuk punggung suaminya
Bagaimana ia tidak terselak karena kaget mendengar ucapan istri remajanya itu yang blak-blakkan tanpa filter.
"Memangnya kamu mau melakukannya?" Fokus kembali menyetir sambil sesekali menengok ke samping melihat Angela.
"Ya...hmm–gimana ya?kepingin tahu juga sih, memang melakukan "itu" seperti apa sih rasanya,kak?"
"Waduh, susah ini? bagaimana aku harus menjelaskannya,ya?"
Doni masih berpikir mencari jawaban yang tepat yang mudah di mengerti oleh Angela istri yang masih begitu polosnya.
"Emm...gimana ya? ah, nanti juga kamu akan tahu dan merasakannya sendiri!"
"Merasakannya sendiri? bukankah harus berdua ya kalau melakukan itu?"
"Ekhem–ya, seperti itulah?Sudah, nanti kakak akan mengajarimu dan kamu harus menurut apa pun yang akan kakak katakan, oke?!"
Dan Angela hanga manggut-manggut entah dia mengerti atau tidak?
drtt drrttt drtt
__ADS_1
"Ya, hallo...ada apa Zack?"
"Loe sekarang dimana,Don?gue masih di rumah sakit nih, lihat baby boy nya Rangga dan Maima."
"Yah–gue lagi dalam perjalanan menuju ke rumah, Zack! kayaknya besok aja deh gue nengok baby nya Rangga? tanggung nih soalnya dah mau sampai rumah?"
"Angela loe bawa pulang sekalian,Don?"
"An*** loe, memang bini gue barang? bahasa loe,Zack? pasti dong gue boyong ke rumah, nah secara kan nanti malam kami mau...Yah, loe tahu kan apa yang gue maksud?"
Angela melirik suaminya yang sedang asik bertelpon ria dengan Zack.
"Hahaha...iya, sorry-sorry Don, cuma salah pemilihan kata aja kan? tetep sebenarnya artinya sami mawon toh, kang mas Doni."
"Sudah ah, awas loe ya nanti kalau sampai bikin kacau first night gue!"
"Iya,iya...gue ngak bakalan macam-macam kok, kalau cuma semacam no problem kan, bro Doni?"
Ayu yang sedari tadi memperhatikan suaminya yang terlihat asik bertelpon ria dengan Doni, merasa penasaran?
"Bang, barusan ngobrolin apa sih sama kak Doni? kok, sepertinya asik sekali?
Mereka masih berada di rumah sakit,tepatnya di ruang perawatan Maima.Ayu masih belum mau di ajak pulang karena masih ingin bersama dedek Rama, putra Rangga dan Maima.
"Ada deh? kamu ngak perlu tahu, sweety! nanti malah kepingin lagi?" Mengedip-ngedipkan matanya genit pada sang istri.
"Ck–Ayu tahu, pasti kalian sedang membicarakan yang tak jauh dari dunia peranjangan,kan?hemm...dasar mesum!" Ayu berdecak sebal, ia dapat menebak apa topik pembicaraan dua lelaki pecicilan tersebut.
Zack pun terkekeh dan langsung merangkul pinggang Ayu posesif."wah, istri abang ternyata sekarang sudah bertambah pintar ya?Iya, abang cuma iseng saja ngak ada maksud apa-apa? apalagi mau me ganggu malam pertama mereka?cuma penasaran saja, apa Doni bisa cara membuka segel nya si Angela?"
"Hmm...pikiran kalian para lelaki selalu menjurus ke arah sana? dasar mesum!"
"Kalau abang ngak mesum nanti adek loh yang rugi?"
Mendekatkan wajahnya lalu berbisik menggoda tepat di cuping telinga Ayu, membuat bulu kuduknya meremang seketika.
"Maksud abang apa?ngak ngeri,ah?" Ayu mengerucutkan bibirnya.
"Maksud abang–nanti kalau abang datar-datar saja,adek ngak bisa merem melek dan berdendang merdu? abang suka mendengar suara adek yang sedang ber*****h!bikin tambah abang bersemangat untuk bisa membawa adek melayang sanpai ke nirwana! sungguh tak terbayangkan n*****nya?"
wajah Ayu kini semakin bersemu merah karena apa yang di katakan suaminya itu adalah sebuah kenyataan yang tak dapat di elaknya.
"Ah–abang, sudah! malu tuh di dengar kak Rangga sama mbak Maima?" Mencubit paha Zack gemas.
__ADS_1
"Aduh...enak,sayang!kita pulang saja,yuk!"
Rangga yang sejak tadi menyimak perbincangan absurd pasangan suami istri tersebut, merasa panas juga?
"Hey, benar...kalian sebaiknya pulang saja sana! elo,Zack ngak pengertian sekali jadi teman? udah tahu gue bakal puasa panjang, eh kalian malah bikin panas suasana aja, dasar teman lucnut loe!?" mendengus kesal.
Zack malah tertawa bahagia melihat wajah Rangga yang sudah merah padam karena terpancing oleh sindirannya.Ya, Zack memang sengaja ingin menjahili sahabatnya yang dulunya di juluki si super anteng karena saking pendiamnya.
"Iya–iya, kita pulang sekarang!" Zack beranjak dari duduknya lalu menggandeng mesra Ayu.
"Mai, kami pamit ya.Sekali lagi selamat atas kelahiran putra pertama kalian. Satu lagi, tolong di kendalikan ya si macan bucinnya!jangan terlalu sensi nanti cepat tuwir, loh!?" Melirik Rangga sambil menahan tawa.
"Hush...hush, sudah pergi sana! bikin panas saja?" Rangga mengibas-ngibaskan tangannya.
"Wah, elo keterlaluan Ngga!masa' bini gue yang cantik begini loe samain sama ayam? Mai, tolong di kondisikan suaminya!"
"Aban–ih, apa-apaan sih? maaf ya mbak Maima, kak Rangga.tolong jangan di masukkan ke hati apa yang di ucapkan bang Zack!" Ayu jadi merasa tak enak hati karena candaan suaminya sudah di luar batas.
Tiba-tiba Rangga tertawa terbahak-bahak dan menghampiri Ayu, menjelaskan bahwa hal itu tidak menjadi masalah baginya. ia sama sekali tidak tersinggung ataupun marah.
"Hahaha...Ayu, kamu itu ya masa' masih belum mengenal suami tengilmu ini? tentu saja tidak jadi masalah bagi ku.tenang, kita ini sudah terbiasa berkelakar ria!" Menyentuh lengan Ayu.
"Eits...tangan–tangan,tolong di kondisikan!"
"Halah...begitu saja sudah cemburuan loe?"
Kediaman orang tua Doni
Pasangan pengantin baru Doni dan Angela saat ini telah berada di dalam kamar.
"Ngel, sebaiknya kamu mandi dulu ya! itu, kamar mandinya di sebelah sana!"
"Kak Doni tidak mandi?"
"Ya, mandi. Nanti setelah kamu!" Menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Apa kak Doni...mau mandi bareng Angela?kan, biasanya kalau pengantin baru itu wajib mandi bareng? kak Varell pernah bilang begitu kok sama mbak Rani!"
"Ayo kak, kita mandi! kan, katanya mau cepat mempraktekkan apa yang di bilang kak Varell?"
"Ayolah...siapa takut!"
__ADS_1
"*ck, dasar si Varell !"
Tbc*