
Sepasang insan yang baru saja terikat tali perkawinan, sah di mata hukum dan agama. Kini tengah menikmati malam pengantin mereka.tidak, lebih tepatnya malam kedua mereka. Karena sebelumnya mereka telah melakukan kesalahan yang telah berakibat fatal dan merubah segalanya.
Rangga semakin bersemangat mengeksplor di setiap inci tubuh sang istri. Sedangkan Maima telah mengeluarkan suara indahnya, menambah gairah dan hasrat yang sudah tak tertahankan pada diri Rangga. Saking bersemangatnya ia sampai lupa jika saat ini sang istri tengah mengandung.
"Kak....akhh, pelan....pelan! ada dedek di sini!" Maima mendorong pinggang Rangga agar tak menindih perutnya.
"Ahh....iya sayang, maaf ya!" Rangga pun tersadar dan merubah posisinya agar tidak terlalu menekan perut istrinya.
E****** dan d****** pun menggema di kamar sang pengantin baru. Rangga terus bergerak memacu pada tubuh istrinya, pelan dan pasti tepat sasaran?
Setelah mengakhiri pertempurannya ketika waktu telah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Rangga akhirnya tumbang dan menjatuhkan tubuhnya disamping sang istri yang juga telah terkapar tak berdaya.
"Terima kasih sayang!" menghujami ciuman pada wajah sang istri yang masih dipenuhi peluh akibat pertempuran sengit yang baru saja berakhir.
Mentari telah terbit menyinari bumi dan seisinya. Pertanda juga akan dimulainya segala aktifitas keseharian setiap orang.
Maima mengerjapkan matanya, silau mentari pagi yang masuk melalui biasan kaca jendela. Ia pun bengkit dengan posisi duduk, menoleh pada sang suami yang masih terlelap. Perlahan ia beranjak untuk turun dari atas tempat tidur, namun ia merasakan nyeri pada area pangkal pahanya. Maima pun meringis pelan. Ternyata Rangga mendengarnya dan refleks bangkit mensejajarkan dengan posisi Maima yang duduk di tepi ranjang.
"Auwwh.... !"
"Kenapa Mai, apa ada yang sakit? mana...mana yang sakit sayang?dedek bayinya ngak papa kan?" Rangga memegang kedua pundak sang istri, kemudian menyentuh perut istrinya dari balik selimut.
"Ti....tidak kak, bukan!dedek bayinya baik-baik saja. emm....itu ku yang sakit?" Maima tertunduk malu harus mengatakan yang sebenarnya.
"Itu? maksudnya ini?" Dengan tanpa permisi Rangga langsung menyentuh area yang masih terasa nyeri itu.sontak saja Maima terlonjak kaget dan makin terasa nyutnyutan tentunya.
"Auwwh kakak, kenapa malah di pegang sih? perih mas!"
"Ups....maaf ya sayang, aku semalam terlalu kasar ya? tapi, masa' masih terasa sakit sih sayang? bukankah aku sudah pernah menjebolnya sampai pecah?"
"Plakk!"
"Iihh, kakak ngomong apa sih? malu tahu, ya iya lah kan kita baru melakukannya baru dua kali kak, dan juga lihatlah itu milik kakak bikin merinding deh?"
Mendaratkan pukulan di lengan suaminya.Wajahnya pun telah berubah semerah tomat masak.
"Merinding tapi bikin nagih loh nanti? tidak apa-apa sayang, nanti aku obati ya!maaf ya sudah bikin kamu kesakitan seperti ini. Tapi, tenang!Jika sering diajak bertempur, pasti ngak akan terasa sakit lagi. Malah akan semakin terasa nikmat!" Mengerlingkan matanya genit.
"Ish....kak Rangga kok sekarang jadi mesum sih?" mengalihkan pandangannnya, malu menatap langsung mata suaminya.
"Hahaha....mesum sama istri sendiri sih ngak apa-apa sayang. oh ya, mulai sekarang kamu jangan panggil aku kakak. berasa kayak kakak adik saja. Panggil mas ya, lebih enak didengar dan romantis!" mencolek pipi chubby Maima.
"Iya ma....mas Rangga!"
"Nah, gitu dong!" Ayo, sini mas bantu kekamar mandi, sekalian kita mandi bareng saja ya?" Rangga langsung membopong tubuh Maima masuk kekamar mandi.
"Akhh mas, aku kan berat? turunin mas, nanti mas Rangga keberatan!"
__ADS_1
"Tidak berat kok sayang, biasa saja.suamimu ini kuat dan perkasa kok!"
Rangga mendudukkan Maima di atas kloset. kemudian ia menyiapkan air hangat di bathup. setelah itu meletakkan tubuh Maima didalam bathup tersebut. Rangga pun ikut masuk kedalam bathup.
"Mas, janji ya cuma mandi aja. ngak ada partai tambahan yang lain?"
"Iya, janji cuma mandi!" tapi ngak janji juga ya sayang?" tersenyum penuh arti. membuat Maima mengernyit penuh tanya.
Dan akhirnya acara mandi bareng mereka berlangsung penuh drama, karena Rangga selalu menjahili Maima dengan menjelajah tubuh istrinya sampai terjadilah pergulatan penuh gairah dan juga Maima yang selalu menggerutu setelahnya.
Waktu telah menunjukkan pukul 10.00. Pak Jatmiko dan bu Herlina akhirnya memutuskan untuk sarapan duluan, karena telah terlalu lama menunggu anak dan menantunya yang tak kunjung muncul juga.
Bu Herlina dan pak Jatmiko tengah bercengkerama di ruang keluarga, terlihat Rangga tengah menaruh makanan dan minuman diatas nampan. bu Herlina pun menegur sang putra dan menghampiirinya.
"Rangga, sedang apa kamu?"
"Ini ma, Rangga mau ambil makan buat Maima. " Sambil mengambil beberapa lauk dan menyendokan semangkuk sayur.
"Loh....Maima tidak apa-apa lan Ngga?" Menatap sang putra penuh selidik.
"Eh...eum, iya Maima baik-baik saja kok ma. Cuma agak kecapean aja." Bu Herlina makin tidak percaya, ia masih tak mengalihkan untuk menatap putranya.
"Benarkah? kok mama ragu ya? sini biar mama yang antarkan makanannya!" karena rasa penasarannya, bu Herlinapun ingin mengambil alih nampan yang tengah di pegang Rangga.Namun Rangga langsung menghalanginya.
"Ngak usah ma, biar Rangga aja. Maaf ya ma, buru-buru nih. kasihan Maima dan anakku!" langsung melangkah pergi meninggalkan sang mama.
"Ada apa sih ma, teriak-teriak?" Pak Jatmiko menghampiri bu Herlina karena mendengar teriakkan istrinya itu.
" Itu pa, anakmu. Pasti dia sudah membuat Maima kelelahan? Ngak ngerti apa kalau istrinya sedang hamil?" Kesal bu Herlina. Sedangkan pak Jatmiko hanya tersenyum ldan menggelengkan kepalanya.
"Biarin saja lah ma, namanya juga pengantin baru. lagi anget-angetnya?" Jawab pak Jatmiko terkekeh sambil berlalu meninggalkan sang istri yang masih menggerutu kesal.
"Papa....ish, malah membela anaknya?"
Sementara di lantai atas, di kamar sang pengantin baru.Rangga tengah menyuapi Maima makan. Mereka makan sepiring berdua. Ya, Rangga mengambil makanan satu piring namun dengan porsi dobel.
"Sudah Mas, aku bisa makan sendiri!" Maima ingin meraih sendok yang dipegang Rangga, namun langsung di tepis oleh sang suami.
"Sudah, tidak apa-apa! memangnya tidak boleh menyuapi istri sendiri? kan biar romantis sayang?!"Tersenyum, Lalu memasukkan sesendok lagi ke dalam mulutnya.
tok tok tok
Ketukkan pintu menghentikkan kegiatan suap-suapan mereka dan menoleh kearah pintu.
"Mas, itu ada yang mengetuk pintu?" Maima baru akan beranjak turun dari atas tempat tidur, tapi langsung di cegah oleh sang suami.
"Biar aku yang buka, kamu duduk manis saja ya!" Kemudian Rangga berjalan kearah pintu dan membukanya.
__ADS_1
kriettt
Rangga sontak kaget karena sang mama sudah berdiri tepat dihadapannya dengan menatap tajam pada dirinya.
"Mama, ada apa lagi sih ma? kan sudah Rangga bilang kalau Maima dan cucu mama baik-baik saja!"
Bu Herlina sama sekali tak memperdulikan perkataan anaknya, ia langsung menerobos masuk dan mencari keberadaan sang menantu.
"Maima....kamu tidak apa-apa kan sayang?" Bu Herlina langsung menghampiri Maima yang masih duduk bersender di atas tempat tidur. Wanita paruh baya itu terlihat begitu khawatir dengan sang menantu.
"Maima sama dedek bayi tidak apa-apa kok ma. maaf ya ma, dari pagi Maima belum turun. habis mas Rangga....?" Maima tidak melanjutkan lagi ucapannya karena mendapat kode dari sang suami agar tidak mengatakan apapun pada sang mama.
"Rangga kenapa Mai?eh, tunggu....tunggu! kamu memanggil Rangga, Mas?" Maima pun mengangguk dan tersenyum malu.
"Aduh, mama seneng deh dengarnya. Semoga kalian akan selalu di limpahkan keberkahan dan kebahagiaan ya sayang."
Bu Herlina menangkup wajah sang menantu lalu mengecup lembut kening Maima.
Rangga terharu menyaksikan interaksi antara istrinya dan sang mama.
Drrtt drrttt ddrttt
"Ya, hallo....ada apa Rell?"
"Ngga, nanti malam loe bisa keluar sebentar ngak? kita ketemuan di tempat biasa!"
"Bisa aja sih, tapi benar kan ngak lama? loe pasti ngerti dong, secara gue kan pengantin baru?"
"ck....dasar loe, iya iya gue tahu dan ngerti maksud loe. pokoknya loe harus datang ya! penting ini Ngga? Zack baru saja balik dari Prancis, dia mau minta penjelasan sama loe Ngga! loe juga pasti dah bisa nebak kan apa yang bakal di omongin sama Zack?"
"I....iya gue tahu Rell.Oke, nanti malam gue bakal kesana. loe sama Doni juga dateng kan?"
"Iya, pasti Ngga. loe jangan khawatir. kita bakal bantuin loe buat ngejelasin semuanya sama Zack. loe tenang aja ya!"
"Oke, thanks ya Rell!"
Maima menatap suaminya dengan penuh tanda tanya. Tiba-tiba saja perasaannya tak tenang, setelah menerima telepon barusan wajah sang suami berubah murung dan terlihat tegang.
"Mas, ada apa?" Wajah Maima mulai nampak kalut. begitupun dengan bu Herlina.
"Ngak apa-apa kok Mai, itu Varell dan yang lainnya ngajak ketemuan nanti malam, ngak lama kok sayang cuma sebentar saja!"
Mendengar kata Lainnya, Maima jadi bertambah tak tenang. Ia sudah bisa menebak kalau Zack juga pasti akan datang.
"A....apa kak Zack juga akan datang mas?" Air mata mulai menetes ketika Rangga mengangguk, membenarkan jika memang itu benar.
"Mas, aku takut....Jangan pergi mas!"
Deg
__ADS_1
Tbc