Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
99.Kehebohan di tengah acara


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu pun telah tiba, semua menyambut suka cita perhelatan acara akad nikah pasangan Doni dan Angela.


Sang calon pengantin pria telah duduk berhadapan dengan Pak Penghulu dan Papa Tyo.Serta papa Herdian yang mendampingi Doni.


Dan tak lupa ketika sahabat Doni yang kini ketiganya telah menikah dan membina rumah tangga yang harmonis dan bahagia. Kini tinggalah Doni yang baru akan menapaki dunia pernikahan.Bahkan Varell, Rangga dan Zack telah memberi bebagai wejangan hingga Doni sampai kekenyangan dan jengah karena kebanyakan nasihat yang tak berfaedah sama sekali. Ya, begitulah para papa muda super bucin dan mesum terhadap istri-istrinya.


Raut wajah Doni tampak tegang, dapat di lihat dari butiran keringat yang mulai menghiasi dahinya. Papa Herdian sesekali berbisik pada sang putra dan Doni pun mengangguk-angguk.Entah apa yang telha di katakan oleh papa Herdian?


Doni menoleh dan melihat ketiga sahabatnya tengah memberikan kode tak jelas, sepertinya mereka sedang memberikan semangat pada Doni. Namun sayangnya Doni juga tak mengerti malah pikirannya jadi melanglang buana ke negeri antah brantah?


"Don, semangat! sambil mengkode gerakan kissu kissu.Ulah siapa lagi kalau bukan si gesrek Zack.Dan laki-laki itu pun mendapatkan pelototan dari Ayu, istrinya.


"sstt...Don, ayo semangat demi si otong?" Dan tak di sangka-sangka si pendiam Rangga malah melakukan hal sekonyol itu. sungguh mesum? tak berbeda dengan Zack, Rangga pun mendapatkan tatapan maut dari Maima yang tampil cantik dengan perut besarnya.


Lain pula dengan Varell, papa dari Rava itu hanya cengangas-cengenges melihat wajah bengek calon adik iparnya.


Gerakan yang mereka lakukan sungguh absurd, sampai tamu-tamu lainnya ikut cekikikan melihat kelakuan ketiga pria tampan tersebut.


Sedangkan Doni menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ketiga sahabatnya yang kini semakin gesrek dan tak tahu malu. Tapi, Doni cukup terhibur dan dirinya tak tegang lagi.Ia pun sudah bisa tersenyum.


Angela calon pengantin perempuan yang tampak cantik dengan balutan kebaya putih.Sedangkan Doni memakai jas berwarna senada. Mereka telah duduk berdampingan. Semua orang menatap kagum dengan ketampanan dan kecantikkan pasangan pengantin itu.


Semua tampak himat mendengarkan perkataan pak Penghulu dan juga tak sabar menyaksikan prosesi sakral yang beberapa saat lagi akan di mulai.


"Ehem...Baiklah, nak Doni.Apakah sudah siap?" Bapak Penghulu bertanya kesiapan dari sang calon pengantin pria.


"Insyaallah siap,Pak!" Doni berkata sangat keras dan lantang hingga membuat swmua yang hadir tersenyum menahan tawa.


Dan akhirnya ketika pak Penghulu mengucapkan kata sah.semua yang menyaksikan pun tak kalah hebohnya mengucapkan kata sah dengan tak kalah semangatnya.


SAH


SAH


SAH


."Pak Penghulu, Sah!"


Tepruk sorai pun senakin riuh terdengar di penjuru ruangan tempat berlangsungnya prosesi ijab qobul yang berakhir sukses.

__ADS_1


"Aduh...Aduh...duh, sakit!" Tiba-tiba saja terdengar suara mengaduh dari seorang wanita. Dan semua menoleh kearah asal suara. Semua terperanjat kaget melihat Maima yang tengah kesakitan sambil memegang perut buncitnya dan keringat yang telah bercucuran di wajahnya yang memerah.


Rangga tak menyangka jika istrinya akan segera melahirkan, menurut perhitungan kelahiran sang baby masih sekitar 2 mingguan lagi.Akan tetapi, sepertinya baby mereka sudah tak sabar dan ingin segera mengajak keluar.


"Sayang, apakah kamu sudah mau melahirkan?" Pertanyaan konyol terucap dari mulut Rangga. Membuatnya mendapat keplakan bertubi-tubi di bahunya. Dan yang melakukannya adalah Maima karena sudah tak tahan merasakan sakit yang semakin menderanya.


"Mas...bagaimana sih?Auwhh...sa–sakitt, mas.Cepat, ayo bawa aku ke rumah sakit! nanti debay nya keburu brojol?" Sambil meringis menahan kontraksi di perutnya yang terasa semakin intens.


"Rangga, cepat gendong istrimu dan bawa ke mobil!" Mama Sandra menepuk punggung Rangga yang malah melongo menyaksikan kehebohan orang-orang yang tengah mengelilingi Maima.


"Ah, i–iya tante!"


Grep


Rangga dengan sigap langsung membopong tubuh sang istri dan berjalan tergesa-gesa menuju ke mobilnya.


"Hati-hati, Ngga! jangan lari-lari, nanti jatuh istrimu!" Kali ini mama Katty yang menyereweti Rangga.


"Iya...iya, tante.Rangga akan hati-hati!"


"Ngga, biar gue yang nyetir! Loe di belakang jagain Maima!" Zack langsung mengambil alih kursi kemudi yang baru akan di duduki oleh Rangga dan akhirnya Rangga pun berpindah.ke kursi belakang menemani istrinya.


Beruntung, pagi itu adalah hari minggu. Jadi, jalan raya sesikit lenggang hingga perjalanan mereka menuju ke rumah sakit lancar tanpa hambatan.


Akhirnya mereka pun sampai di depan lobby sebuah rumah sakit swasta tempat di mana Maima selama ini memeriksakan kandungannya.


Mereka langsung di hampiri oleh 2 orang perawat dengan mendorong brankar, Rangga menggendong Maima dan merebahkannya di atas brankar tersebut. Setelahnya mereka bergegas menuju ke ruang persalinan di mana dokter kandung Maima telah standby di sana.


"Maaf ya, hanya suaminya saja yang boleh menemani!"


"Ma–masss, Sakittt...huh...akhh!?" Maima kembali merasakn kontraksi yang makin meningkat dan semakin intens.


"Iya, sayang. Mas akan menemanimu sampai dedek bayi lahir!sabar ya! di tahan sedikit! kamj pasti bisa!" Rangga memberi semangat agar Maima bisa melalui segala kesakitannya.


Plakk


"Awww...sayang, kenapa mas malah di pukul?" Maima menampar keras wajah Rangga dan sontak membuatnya begitu kaget.


Akan tetapi Maima sama sekali tak merespon sang suami. Dan Maima malah semakin kalap, kali ini tangannya menjambak kuat rambut Rangga.

__ADS_1


"Akhh...saakitt! huh...hah...huh!" Maima menahan rasa sakit kontraksi di perutnya sambil menarik dan membuang nafas secara perlahan dan teratur sesuai dengan bimbingan dokter.


"Iya, ibu bagus...begitu, tarik nafas dalam dan lepaskan perlahan! ayo, ibu Maima...yang semangat ya!"


"Maaf, sebentar ya bu.Saya akan periksa pembukaannya!" Seorang bidan lalu memeriksa dan mengangguk pada dokter.


"Sudah pembukaan 9 dok, dan itu sudah terlihat kepala bayinya!"


"Baiklah, ibu. Baby nya sudah mau keluar. Ayo, ikuti aba-aba saya! jangan berteriak! satukan gigi atas dan bawah,lalu hitungan ketiga langsung mengejan ya, bu!"


"1...2...3, Ayo ibu mengejan!" Dokter memberi aba-aba


"Mmmm...!!!"


"Oek...oekk...oekk!


"Maima menangis tersedu-sedu mendengar suara tangisan pertama sang baby. Begitu pun Rangga yang begitu terharu saat melihat langsung kelahiran anaknya dan juga perjuangan istrinya antara hidup dan mati.


"Terima kasih sayang!"


Cup


Cup


Cup


Rangga memberikan kecupan bertubi-tubi di wajah Maima, masih dengan linangan air mata.


"Iya, mas!anak kita..."


"Selamat ya bapak, ibu. Baby nya berjenis kelamin laki-laki.Sangat tampan!" Dokter meletakkan bayi merah itu di dada Maima. Dan bayi mungil itu pun bergerak-gerak mencari p***** sang bunda.Setelah mendapatkannya, bayi itu langsung menghisapnya.


"Wah, jagoan papa ternyata sangat pintar ya?" Rangga tersenyum melihat jagoan kecilnya yang sangat gesit mencari sumber makanannya.Namun, seketika wajahnya berubah sendu mendengar perkataan Maima.


"Rasakan kau,mas dapat saingan berat?" Maima terkekeh geli melihat wajah memelas Rangga.


Dokter dan para perawat yang masih berada di ruangan itupun mengulum senyum.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2