Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
22. Ģara-gara baju hamil


__ADS_3

Pagi yang indah seindah wajah seorang istri yang sedang berkutat dengan peralatan dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk sang suami.


Varell begitu terpana akan kecantikkan yang semakin terpancar pada diri sang istri. Mengapa ia baru menyadarinya sekarang?.


"hmm....harumnya sampai kekamar sayang." Ranipun menoleh dan tersenyum melihat suaminya yang sudah duduk manis sambil mengamati makànan diatas meja.


"Sudah bangun mas?" menghampiri dan duduk lalu mulai melayani suaminya, menyendokkan nasi dan lauk pauknya. sedangkan sayurnya telah ia pisahkan dimangkuk tersendiri.


"Terima kasih sayang." tersenyum lembut.


"Mas, Rani masih boleh bekerja kan?"


"Tidak, nanti aku akan mengantarmu kesana untuk resign bukan untuk bekerja lagi." Rani hanya mengangguk menurut apa yang diinginkan suaminya.


 


Tepat pukul 8.30 Rani tiba diRestauran bersama Varell, kemudian ia langsung menuju ke ruangan bu Zakiya. Maima yang sejak tadi menunggu sahabatnya itu tampak senang melihat kedatangannya.


"Rani, aduh Ran...aku kira kamu tidak masuk kerja. aku benar-benar khawatir sama kamu sejak kejadian kemarin. kamu tidak apa-apa kan? apa suamimu yang kejam itu melakukan sesuatu?" memindai seluruh anggota tubuh Rani.


"Rani ngak apa-apa Mai. Mas Varell sama sekali tidak menyakiti Rani kok. kamu sudah lohat sendiri kan, tuh....tuh!" memutar-mutar tubuhnya.


"Syukurlah kalau begitu, apa suamimu itu sudah insaf?"


"Apa sih kamu Mai, sudah ah. Rani mau ke ruangan bu Zakiya dulu ya."


"eh, mau apa? ngak usah, langsung saja kebelakang yuk! oh ya, taamu masih ada sama aku." menarik tangan sahabatnya itu.


"Tapi Mai, Rani datang cuma mau resign. Mas Varell ngak ngizinin Rani untuk kerja." Mendengar itu Maima langsung terdiam.


"Oh gitu ya, hh....Ya sudah ngak apa-apa Ran. aku malah bahagia akhirnya suamimu itu audah berubah baik sama kamu. semoga kamu selalu mendapatkan kebahagiaan ya Ran. sana, bu Zakiya ada kok!" mendorong tubuh Rani lalu Maima kembali ke belakang


"Ran, nanti kalau sudah mau pulang cari aku dibelakang ya. ambil tasmu!"


" Iya Mai."


Menarik nafas dalam-dalam lalu perlahan mengetuk pintu.


Tok tok tok


"Ya, silahkan masuk!"


"Permisi bu."


"Oh, Rani. ada apa Ran?ayo silahkan duduk!" Bu Zakiya menatap Rani yang tampak ragu untuk berbicara.


"Ayo, katakanlah! apa yang ingin kamu bicarakan?"


"Begini bu, sebenarnya Rani tidak enak sama ibu. Rani kan belum ada sebulan bekerja dan maaf bu,Rani mau mengundurkan diri bu."


"Kenapa Ran, apa kamu tidak kerasan bekerja disini? atau ada masalah yang lainnya?"


"Tidak bu, tidak ada masalah apapun, sebenarnya Rani tidak diperbolehkan bekerja lagi bu. sekali lagi Rani minta maaf ya bu."


Bu Zakiya pun tersenyum dan memegang tangan Rani. "Baiklah, tidak apa-apa. Suamimu memang benar. Dalam keadaan hamil sebaiknya memang kamu tidak usah bekerja."


"Terima kasih bu, kalau begitu Rani pamit ya bu. Assalallamuallaikum." mencium punggung tangan bu Zakiya.


"Semoga kamu selalu berbahagia ya Ran." mengusap perut buncit Rani dan mengelus rambutnya.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan seluruh karyawan Restauran, Rani diantar keluar oleh Maima yang tampak sedih ditinggalkan oleh sang sahabat.


"Ran, Jangan lupakan aku ya. hubungi aku jika ada apa-apa. janji ya Ran!." memeluk sang sahabat


Saat mereka hendak keluar, mereka berpaspasan dengan Rangga yang juga akan masuk kedalam Restauran.


"Rani...Varell, kalian....?" Rangga agak terkejut melihat Varell ada di Restauran bersama dengan Rani. Rangga menatap intens Rani.


Rangga tidak menyadari kalau ada seseorang yang juga sedang memperhatikannya. Ya, Maima hanya terdiam. mencoba menangkap apa yang terjadi diantara mereka.


"Ehem, gue kesini mau nganter Rani buat resign. udah kan? Permisi kami mau lewat!" menyenggol tubuh Rangga agar tidak menghalangi jalan mereka.


"Wait, santai bro. oke, kayaknya sekarang bukan saatnya kita bicara. Kita harus mengakhiri kesalah fahaman yang sudah sangat berlarut-larut ini. Besok malam kita dinner bareng, ajak Rani! Tempat dan waktunya nanti gue kabarin lagi. Silahkan!"


"Oke, siapa takut." Varell lalu menggenggam erat tangan Rani pergi dari Restauran itu.


Didalam mobil Varell hanya terdiam. sepertinya laki-laki itu sedang memikirkan banyak hal. Rani pun hanya berani melirik dan sesekali menoleh pada suaminya.


"Kita kerumah Papa dan Mama. Tadi mama telpon dan menyuruh kita untuk kesana."


"Iya , Mas." Mengangguk.


‐---------------


Merekapun sampai didepan pintu gerbang rumah orang tua mereka. Seorang petugas keamanan membukakan pintu gerbang itu dan membungkuk.


"Selamat siang tuan Varell."


Varell hanya membalas dengan melambaikan tangannya. Mama Sandra telah menunggu mereka didepan teras rumah.


Wanita paruh baya yang masih tampak cantik itu tersenyum bahagia ketika melihat anak dan menantunya telah tiba. dan yang membuat senyumnya lebih merekah adalah saat melihat sang putra berjalan sambil menggenggam erat tangan istrinya.


"ck...anaknya sendiri malah dilupain." berjalan mengekori dibelakang sang istri dan mamanya.


Kini mereka sudah berkumpul di ruang keluarga, termasuk Angela.


"Ada apa sih ma kita dipanggil kesini. mama kan tahu ini weekend. mama mengganggu kami saja."


"Apa kamu bilang, menganggu? ck...hei, dulu siapa yang selalu menolak dan cuek sama istrinya sampai...." mama Sandra tak melanjutkan ucapannya karena merasa tak perlu dibahas lagi, telah menjadi masa lalu. yang terpenting adalah sekarang putranya itu telah berubah dan menerima istrinya apa adanya.


"Mama itu mau kasih baju-baju hamil yang cantik-cantik dan modis, sebentar lagi kan perut Rani akan semakin besar jadi mama sudah meyiapkan baju hamil buat anak mama yang cantik ini." mengelus pipi Rani.


"Kak Varell, Jadi siapa yang akan nganter aku ke rumah tante Mona? kakak janji kan kalau akan ada yang nemenin aku kesana." menagih janji sang kakak.


"Iya, iya...sabar! sebentar lagi orangnya juga akan datang." Angela mengernyitkan keningnya.


"Siapa sih kak?"


"Sabar...sabar ngel!" terkekeh senang menjaili sang adik.


ting tong ting tong


Beberapa saat kemudian terdengar bel pertanda ada yang datang. Mama Sandra menyuruh bi Munah untuk membukakan pintu.


"Hallo semua, apa kabar?" seseorang laki-laki tampan berjalan dengan gagahnya menghampiri mereka semua. Varell terkekeh melihat tingkah laki-laki itu.


"Hai Don, apa kabar juga kamu? sudah lama ya kamu tidak main kesini." Mama Sandar menyapa Doni sahabat sang putra.


Angela semakin mengernyitkan mata dan keningnya, ia menebak-nebak apakah Doni orang yang akan menemaninya ke rumah tante Monanya?. " Apa jangan-jangan cowok tengil ini ya yang kak Varell maksud, untuk nganterin aku ke Bogor? ish....kak Varell nih, apa ngak ada yang lain gitu?."

__ADS_1


Doni sudah duduk manis diantara disamping Angela.


"Ada angin apa nih Don loe main kesini, tumben?" Varell pura-pura bertanya.


"Hah, makaud loe apaan Rell? kan elo yang nyuruh gue kesini."


"hehehe....iya, sorry gue cuma bercanda bro!"


"Begini ma, Varell kan ngak bisa nganter Angela ke rumah tante Mona. Jadi Varell minta tolong sama Doni buat nemenin Angela kesana. Habis cuma Doni yang bisa dipercaya."


"O begitu, baguslah kalau begitu. tante titip Angela ya Don! Angela ayo sudah sana siap-siap!"


"Loh ma, kan berangkat ke Bogor nya besok?"


"sudah sana, mumpung Doni sudah ada disini. Don, kamu ngak masalah kan nganter Angela nya sekarang?" Mama Sandra menyakinkan kesediaan Doni untuk mengantar putri bungsunya itu.


"Siap tante, no problemo." melakukan gerakan hormat. membuat Angela yang melihatnya berdecak sebal.


"ck... no peoblemo....no problemo. lebay ."


Akhirnya Angela dan Doni telah siap berangkat. Mereka segera berpamitan pada semuanya.


"Ma, Angela berangkat dulu ya. nanti pas acara mama sama papa harus datang ya!" mengerucutkan bibirnya.


"Iya sayang, hati-hati ya jangan nakal, jangan bikin kak Doni kerepotan! muach...!" terima kasih ya Don, kalian hati-hati dijalan!"


"Siap calon mama mertua, ups....sorry tante, bercanda." hehehe .Mama Sandra tertawa dan menggelengkan kepalanya.


"Mama mertua, siapa yang mau jadiin loe adik ipar. Pede banget sih loe Don.Ya udah sana berangkat, tu princess loe dah cemberut aja dah ngak sabar dia?" hahaha


"KAK VARELL...!"


"Siap-siap bete Don, tapi awas loe ya kalo Jail sama adik gue. loengerti kan apa yang gue maksud?"


Sedangkan Doni menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil melirik Angela.


‐------------


Setelah kepergian duo Doni dan Angela, suasana kembali sepi. Mama Sandra pun akhirnya mengajak Rani untuk kekamar melihat baju-baju hamil yang dibelinya untuk sang menantu.


"Ayo sayang kita keatas, kita coba baju-baju hamil yang cantik-cantik itu!" dan merekapun meninggalkan Varell sendirian.


"ck...Mama ini kalau sudah sama Rani pasti lupa sama anak gantengnya ini."


Rani mencoba satu persatu baju-baju hamil itu. dan memang semua yang dikenakan Rani paati akan terlihat cantik.


"Kamu coba yang ini dulu deh Ran, mama paling suka sama yang ini!" menyerahkan sepotong gaun yang bermodel pakaian hamil.


"Iya, ma Rani coba dulu ya." kemudian Rani masuk ke kamar mandi tanpa menguncinya.


kring...kring....kring


"Iya Pa, sekarang? oke, mama kesana sekarang." Setelah menerima telpon mama Sandra langsung pergi keluar kamar.


"Aduh....kebelet pipis ini!?"


Cklekk


"AAAAAAH....!!

__ADS_1


Tbc


__ADS_2