Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
103. Para bocil ke Sekolah


__ADS_3

dug dig dug


"Mama...Papa, buka pintunya!"


"Mas, ayo bangun!itu Rava nggedor-nggedor pintu!" Rani dan Varell terperanjat dari tidur mereka mendengar suara Rava yang berteriak-teriak di depan pintu.


"Kamu saja yang buka, sayang! mas masih mengantuk ini?" Varell semakin bergelung di balik selimut tebalnya.


Rani pun turun dari atas tempat tidur meraih gaun tidurnya yang tergeletak di atas lantai lalu mengenakannya setelah itu ia bergegas membukakan pintu untuk putranya. Sepertrinya penyebab sang bunda sampai kesiangan bangun adalah akibat semalam di ajak begadang oleh papa Varell.


cklek


kriettt


Sosok bocah cilik tengah menatap kesal pada sang mama karena kedua orang tuanya belum juga bangun.Hari ini adalah hari pertama Rava cilik masuk sekolah taman kanak-kanak. Saat ini bocah laki-laki itu telah genap berumur 5 tahun.


"Mama–apa mama lupa kalau pagi ini Rava akan sekolah?" Memasang wajah cemberut sambil berkacak pinggang persis seperti orang dewasa.


"Ya Allah, maafkan mama ya,sayang! mama kesiangan. Ayo, sini mama pakaikan baju seragamnya!sebentar ya mama ambilkan seragamnya, mas Rava!"


Dengan langkah tergesa-gesa, Rani menuju ke kamar sang putra untuk mengambil seragam sekolah milik Rava.



Sementara itu Rava langsung melompat ke atas tempat tidur dan menubruk sang papa yang masih enggan untuk bangun.


"Papa...papa...Ayo,bangun! anterin Rava le sekolah!" Menggoyang-goyangkan tubuh Varell karena kesal sang papa tak juga bangun, bocah itu pun menarik selimut yang masih menutupi tubuh papa Varell.


Grepp srakkk


"Ih...papa, saru! kenapa ngak pake baju dan celana?mama...lihat nih, papa saru sekali deh!" (Saru\=tidak sopan dalam bahasa jawa)


Rani masuk dengan tergesa-gesa sambil menenteng seragam Rava.


"Tuh, ma–lihat papa! memangnya ac di kamar papa dan mama,mati ya? kok papa sampai wudo begitu, saru ah papa!" (Wudo\=telanjang)


"Iya, sayang. Tadi malam ac nya mati." Rani mengiyakan saja apa yang di sangkakan oleh putranya yang memang selalu kritis akan apa saja.


"Mas, sudah sana cepat mandi! ini Rava sudah hampir kesiangan!"


Dengan langkah sempoyongan, Varell beranjak masuk ke dalam kamar mandi. sementara Rani memakaikan baju seragam sekolah putrany lalu mempersiapkan segala perlengkapan sekolah serta bekal untuk bocah ganteng itu.

__ADS_1


"Yup, anak mama sudah ganteng dan siap untuk ke sekolah! Mas Rava turun duluan ya, minum susu yang sudah mama buat diatas meja makan ya, sayang!"


"Oke, ma!"


Rava menuruti apa kata sang bunda nya. Bocah itu pun berlari-lari kecil sambil melompat-lompat kegirangan. Menuju ke lantai bawah.


tok tok tok


"Mas...mas...cepat, gantian mandinya! itu kasihan Rava nanti telat sekolahnya?"


Tak berapa lama Varell pun keluar dan Rani langsung menerobos masuk sampai menyenggol tubuh sang suami lalu lekas masuk ke dalam kamar mandi.


"Sayang, hati-hati nanti dong!jangan terburu-buru nanti kamu terpeleset,loh!


"Ini semua kan, gara-gara mas Varell.Rani jadi ikutan kesiangan kan." Rani berteriak dari dalam.


"Iya-iya, maaf kan mas!"


Varell segera mengenakan pakaian yang telah di siapkan oleh sang istri yang di letakkan di atas tempat tidur.


Kini mereka telah berada dalam perjalanan menuju ke sekola. Rava dan Rama masuk bebarengan karena jarak umur mereka pun tidak begitu jauh sekitar 6 bulan.


"Mas, nanti setelah itu antarkan Rani ke rumah papa Tyo ya! Rani mau membantu mama memasak untuk acara makan malam nanti."


"Oke! tapi, kamu jangan sampai kecapean ya,sayang! ingat ada calon adiknya Rava di dalam sini!"


Mengusap perut Rani. Ya, Rani kini tengah hamil anak ke 2. usia kandungannya sudah memasuki 3 bulan. Dan perutnya sudah mulai terlihat menonjol.


"Iya, papa Varell yang paling ganteng!" Rani mencium pipi Varell dan di balaa dengan elusan mesra di pipi merona Rani. Mereka lupa kalau ada sang jagoan cilik mereka yang tengah memperhatikan mereka di kursi belakang.


"ck...dasar pasangan bucin?!" Rava si bocah berdecak sebal melihat kelakuan kedua orang tuanya yang selalu mengumbar kemesraan kapanpun dan di manapun mereka suka.


"Eh, iya...lupa ,ada mas Rava? maaf ya, mas!" Rani melongok ke belakang melihat sang putra tengah bersedakep tangan sambil memasang wajah cemberutnya.


"Sudah, jangan ngambek gitu ah, jagoan papa! nanti bisa hilang loh, gantengnya?" Varell mencoba mengajak putranya untuk bersendau gurau agar bocah itu tidak merajuk lagi.


Tak terasa akhirnya mereka sampai juga di depan gerbang sekolah TK. Cikal Harapan I. Suasana sudah tampak ramai, para orang tua murid berdatangan menggandeng putra dan putri mereka memasuki gerbang sekolah. Rani dan Rava segera turun.


"Rava...!" Seorang bocah laki-laki yang tak kalah tampan dengan Rava. Berlari menghampiri mereka.


"Hai–Rama!kamu juga baru datang ya?" Kedua bocah ganteng itu saling bertegur sapa.Begitu pun kedua mama mereka.

__ADS_1


"Ayo, kita masuk, Ram!" Rava merangkul pundak Rama layaknya seperti laki-laki dewasa.



"Hai, Ngga! keaiangan juga nih?"Varell menaik turunkan alisnya meledek Rangga.


"Iya, biasalah Rell?"


"Pantesan, tuhrambut loh masih basah?" Varell terkekeh geli melihat rambut Rangga yang memang terlihat klimis karena belum kering. Sepertinya papa dan mama dari Rama itu semalam juga habis kerja rodi juga?


"Sialan loe Rell, kayak loe enggak aja?tuh, lihat bini loe rambutnya juga masih setengah kering? berapa ronde semalam sampe kesiangan?ck...padahal si Rani lagi hamil muda kan? hati-hati Rell, jangan keseringan.Berbahaya!" Varell pun kena skakk dari Rangga.


Varell mendengus kesal karena dia yang semula mengejek Rangga, eh–malah dirinya yang di ledek balik.


"Iya, gue juga tahu kali, Ngga! ngak usah sok nasehatin deh? Nah, loe sendiri sampai saat ini belum berhasil juga bercocok tanamnya,kan?berarti memang gue yang paling tokcer di antara kalian bertiga! betul, kan?"


Rani dan Maima telah melangkah masuk menyusul Rava dan Rama yang sudah lebih dulu memasuki halaman sekolah. Sedangkan kedua papa tampan masih mengobrol santai.


"Eh, Rell.by the way. Anaknya Zack katanya juga akan di sekolahkan di sini juga?


"Iya, masuk di paud!"


"Woi...guys, para papa hebat! sudah lama kah? sorry, kita kesiangan?" Zack yang baru saja tiba langsung menghampiri ke dua sahabatnya.


"Bang, Ayu masuk dulu ya!" Ayu berlari-lari kecil karena tangannya di tarik oleh jagoan kecilnya.


"Mommy...ayo!"


"Iya, sayangku!"


Mereka bertiga menatap kepergian Ayu dan putra kecilnya Zander yang masih berusia 3 tahun.



"Wah, anak loe ganteng juga, Zack!" –Varell


"Btw, loe telat paling semalam juga habis bertempur,ya?" Kini Rangga yang menatap Zack curiga.


"Hehehe...kok,loe berdua tahu sih, kalau gue sama Ayu habis bertempur di atas ranjang? tapi, tebakan kalian salah? kami mainnya bukan malam saja, tapi tadi pagi pas bangun tidur rasanya kok, masih kurang? ya, gue minta tambah 1 ronde, dong! dan al hasil , kesiangan deh?"


"An*** loe, Zack! master of mesum loe!"

__ADS_1


Tbc


__ADS_2