
Sebelum sampai di kediaman keluarga Darmanto. Ayu meminta Zack untuk berhenti.Ayu memperbaiki riasannya agar menutupi mata sembabnya dan terlihat segar kembali.
"Sudah bang, ayo kita masuk!"
Zack tersenyum dan mengelus lembut kepala Ayu. Dan Ayu pun membalas senyuman hangat sang suami.
"Assalamuallaikum."
"Wa'allaikumsalam. Ayu, apa kabarnya ini pasangan pengantin baru? mana oleh-oleh bulan madunya?"
Rani langsung menghampiri Ayu dan seperti halnya kaum hawa mereka berdua bercipika cipiki dan berpelukkan saling melepas rindu.
Setelah itu Ayu menghampiri Maima yang baru akan beranjak untuk berdiri.
"Mbak Maima sudah duduk saja!"
"Ayu, Maaf ya. Gerakan Mbak sudah agak susah bergerak leluasa." Mereka pun saling bercipika cipiki.
"Mereka bertiga memang klop ya?langsung heboh.Biasalah namanya juga calon-calon mama muda. Eh, si Ayu kan belum jadi calon mama muda ya?" Varell mengerlingkan matanya ke arah Zack dan langsung mendapatkan plototan dari Zack.
"Tenang saja guys, sebentar lagi juga bini gue positif. Secara kami selalu bekerja keras siang dan malam. Bahkan bisa sampai 3 kali sehari."
Zack menyombongkan diri secara dia dan Ayu masih pengantin baru tentulah lagi anget-angetnya.Tidak untuk pasangan baru itu. Meraka adalah pasangan baru yang sedang hot-hot nya.
"Sudah seperti minum obat saja.Sombong loe Zack.Gue dong sekali tancap langsung jadi! lebih hebat siapa coba?" Kali ini Rangga yang ikutan pamer keperkasaan kaum adam di dunia per-kasuran. Rangga pun tertawa terbahak-bahak karena merasa menang telak dari 2 sahabatnya itu.
Sedangkan Doni si lajang yang masih tersisa hanya menatap jengah ketiga sahabatnya.
"Kalian ini benar-benar ngak punya perasaan ya, ngak ingat ya kalau ada teman kalian yang masih nganggur ini?"
Ketiganya pun otomatis menoleh ke arah Doni yang wajahnya sudah.di tekuk sedemikian rupa. Sungguh mengenaskan.
"hahaha...sorry...sorry ya Don, kita lupa dan ngak ada maksud buat menyindir loe.benaran ngak sengaja loh Don. Makannya cepetan loe cari partner yang bisa loe ajak ke pelaminan dan melanglang buana ke nirwana yang...ah, sudahlah biar loe rasain sendiri aja ya!" Varell benar-benar berniat mengejek Doni.
"Kalo calon partner hidup sih sudah ada.Tapi, kayaknya masih lama guys dia masih kecil?" Mendengar penuturan Doni, Varell, Rangga dan Zack serempak menatap Doni penuh selidik. Apakah kecurigaan mereka benar akan sesuatu?.
__ADS_1
"Jadi curiga gue sama loe, Don?jangan bilang yang loe maksud itu...?"
"ANGELAAA...!"
"Jawab mereka bertiga serempak!" Hal itu membuat raut wajah Doni langsung memucat.Dan yang lebih memvuat Doni semakin merinding disko adalah munculnya gadis yang bersuara cempreng mendekati mereka.
" Iya...iya, ada apa sih mas-masku tersayang? manggilnya sampe kompakan gitu? Angel kan lagi nanggung di belakang?"
"Hey, Angela—sini deh! Mbak Ayu lagi bagi oleh-oleh dari Barcelona loh." Dan Angela pun langsung berbelok arah menuju ke grup para mama muda.
"Maaf ya mas-masku yang ganteng-ganteng, ada yang lebih menggiurkan dari Mbak-mbakku tersayang.Da–da!" Angela melambai-lambaikan telapak tangannya.
Setelah itu ketiga ketiga papa muda tampan itu beralih kembali menatap Doni dan langsung memberondong berbagai macam pertanyaan yang membuat Doni jadi gugup dan salah tingkah.
"Jangan bilang kalau calon partner loe itu adik gue ya Don?" Varell memicingkan matanya penuh selidik.
"Iya Don, feeling gue juga gitu deh? sudah lama gue sudah curiga juga aih sama gerak gerik kalian, terutama waktu di Villa? Beneran ngak Don tebakan gue?" Rangga juga berpikiran hal yang sama.
"Gercep banget loe Don, masih belum mateng loe incer dulu ya? Gue sih yes aja lah Don, loe bakal rasain gimana sensasinya punya istri yang masih polos dan menggemaskan untuk selalu di terkam." Lain lagi dengan Zack, pengantin baru itu malah mendukung Doni dengan Angela.
"Lihat nanti tanggal mainnya saja ya guys!Surprise lah pokoknya?" Doni mengedipkan matanya.
Beralih ke perkumpulan para mama muda dan satu gadis perawan. Mereka sedang asik memilah-milah oleh-oleh beberapa gaun yang di bawa oleh Ayu.
"Kayaknya ini cocok deh buat Angela? secara kan dia badannya masih ting ting belum terjamah oleh kaum pemangsa di tengah malam?" Maima terkikik geli mendengar kiasan yang di ucapkan Rani.
"Pemangsa di tengah malam?" Memang ada Mbak? sejenis apa itu? maksud Ayu, hewan buaskah?"
Ayu pun tak mengerti apa lagi Angela gadis masih bau kencur itu hanya melongo mendengarkan pembicaraan kaum mama muda yang absurd itu.
"Haduh Ayu, masa' sih kamu belum mengerti juga? padahal palingan kamu di terkam tiap malam kan sama suamimu?"
Ayu berpikir sejenak menangkap maksud dan arti dari perkataan Rani barusan.Dan ia pun sontak membelalakkan matanya.
"Jadi yang Mbak makaud si pemangsa itu adalah para suami kita?" Rani dan Maima pun mengangguk sambil mengarahkan pandangan mereka pada para suami yang sepertinya juga sedang bergosip ria tentang seputar dunia peranjangan. Ngak akan jauh topik perbincangan mereka pasti ke hal begituan? namanya juga mereka itu pria dewasa yang sudah menikah sudah pasti kebutuhan biologis harus selalu rutin tersalurkan.
__ADS_1
Para pria ternyata juga sedang membicarakan para istri-istri mereka minus Doni yang hanya gigit jari mendengar pembicaraan absurd para sahabat ngak ada akhlak itu.Bisa-bisanya mereka dengan gamblang membicarakan tentang dunia per-kasuran di hadapan pria lajang yang belum laku.
"Stt—guys sepertinya para istri kita juga sedang bergosip ria tentang kita deh? lihat saja mereka semua selalu melihat ke arah kita." Varell si senior.
"Ya biasalah para kaum hawa pasti ngak akan jauh bergosipnya ya seputar lingkungan keluarga atau dunia artis." Rangga menimpali.
"By the way, gimana nih pengantin baru kita?Ayolah Zack cerita sama kita, bagaimana rasanya pertama kali bertandang ke goa sempit?" Varell menaik turunkan alisnya.
"Ah, mau atau aja sih loe pada. Rahasia perusahaan dong?"
"Halah, sombong kali loe Zack. Jangan-jangan dia belum berani menerobos gawangnya si Ayu? betul apa betul?"
Rangga memancing dengan mengejeknya agar Zack mau menceritakan pengalaman pertamanya bergulat dengan sang istri untuk pertama kalinya.
"Eh, enak aja loe ngomong sembarangan, loe bilang gue belum berani? tuh tanya aja orangnya langsung, berapa kali sehari gue gempur?"
Zack berkata sampai menggebu-gebu tanpa sadar suaranya sampai didengar oleh para istri dan Angela yang hanya cengo tak mengerti.
"Plakk...Suara loe nyet kurangi volumenya!tuh, liat bini loe mukanya dah kayak tomat mateng! siap-siap loe nanti malam ngak bakal dapet jatah?" Varell mengeplak belakang kepala Zack.
"Lagian kalian ngak percaya banget kalo gue dah buka segel.Sampe keringet bercucuran guys baru bisa tembus?ngak tega gue lihat wajah bini gue yang meringis kesakitan akibat si otong jumbo?"
Zack tertawa terbahak-bahak hingga membuat Ayu langsung berdiri sambil berkacak pinggang dan menatap tajam pada suami mesumnya itu.
"Rasain loe Zack! bersiap puasa deh loe seminggu?!"
"Mampus deh gue!belum juga ada sebulan bercocok tanam, masa' harus rehat dulu?" Zack merutuki dirinya sendiri
Tak berapa lama, muncul bi Munah menghampiri mereka.
"Tuan-tuan dan Nona-nona, hidangan sudah siap. mari silahkan!"
"Iya, bi.Terima kasih ya!"
Tbc
__ADS_1