
"gue serius kok sama Ayu! gue mau menjadikan dia sebagai istri dan segera akan melamarnya!"
Semua yang ada di ruangan itu terperangah masih tak percaya apa yang telah mereka dengar langsung dari mulut Zack.
"wow...serius loe Zack?" Doni yang memang selalu kepo pada apa pun tentu saja tidak akan percaya begitu saja.
"Iya, gue serius! serius banget malah! dari lubuk hati gue pokoknya udah yakin kalau Ayu adalah jodoh yang sudah di persiapkan tuhan buat gue." Berkata begitu meyakinkan di hadapan para sahabatnya.
Suasana hening sejenak, kemudian Varell bertanya hal yang langsung membuat Zack bungkam.
"Lalu bagaimana dengan orang tua loe Zack? terutama tante Sinta?gue yakin beliau ngak akan setuju dengan pilihan loe. Apa lagi Ayu itu...? ah, sudahlah loe pasti ngerti kan apa yang gue maksud?"
Zack tentu saja tahu bagaimana sifat kedua orang tuanya yang selalu menilai kelak calon menantunya harus sederajat dengan keluarga mereka, dan kini ia malah melakukan hal yang sama seperti dulu saat ia memilih Maima untuk di jadikan istri.
"Iya, gue juga tahu! tapi, tetap gue bakal berusaha meyakinkan bahwa Ayu adalah pilihan yang terbaik dan akan membuat hidup gue bahagia."
"Ah, nunafik loe Zack?kita lihat saja nanti? yang pasti gue ngak mau Ayu tersakiti. Walaupun gadis itu hanya seorang baby sittet buat anak gue, tapi dia sudah kami anggap bagian dari keluarga kami.Ingat itu Zack, pikirkanlah dulu! jangan terlalu mengikuti hawa nafsu dan terburu-buru memutuskan suatu hal yang akan mengubah jalan hidup loe!"
Zack pun mengangguk, lalu beranjak dari duduknya mengambil baju ganti di dalam lemari.Pada saat ia ingin melepas lilitan handuk di pinggangnya...
"STOP!!"
Teriak kompak ketiganya?
"Apa sih loe pada, kompak banget seperti paduan suara saja?" Menggelengkan kepalanya menatap heran pada ketiga sahabatnya itu.
"Ayo guys kita keluar sekarang! gue juga ngak mau lihat terong jumbo-nya si Zack?"
Seperti biasa si gesrek Doni yang perkataannya kadang suka tak di saring itu mengajak Varell dan Rangga untuk meninggalkan kamar si bule depok seperti yang selalu di julukinya untuk sahabat blaaterannya.
"Hahaha...bilang saja kalian takut ngak pede dan iri ya sama milik gue yang memang big size ini?"
Zack tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan ketiga nya yang dilihatnya cukup lucu dan menghibur.
"Anjir loe Zack!"
Brakkk
Sementara itu di kamar Rani telah berlangsung rapat dadakan kaum hawa.
"Menurut kalian bagaimana tentang kak Zack dan Ayu? sepertinya kak Zack sedang ber-upaya mendekati Ayu?jadi, apa yang harus kita lakukan?" Rani membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Maaf Ran, kalau menyangkut kak Zack aku angkat tangan, ngak mau ikut campur. kamu pasti sudah tahu kan alasannya?"
Rani pun mengangguk tanda mengerti dan menyetujui pendapat Maima.
Sedangkan Angela hanya menyimak pembicaraan kakak ipar dan sahabatnya.
"Jadi bagaimana ya? apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah agar kak Zack tak mengejar Ayu?sungguh, Rani takut dan kasihan pada gadis itu. Kita sudah tahu kan bagaimana sifat kak Zack?"
"Iya, Ran.Kasihan Ayu?" Maima pun merasakan hal yang sama.
tok tok tok
"Permisi, Non Rani ini Baby Rava sepertinya haus minta mimik?" Ayu datang dengan Rava di gendongannya lalu menyerahkannya pada Rani.
"Ayu, apakah kamu baik-baik saja? duduklah dulu di sini sebentar! ada yang kami ingin bicarakan?" Maima menepuk permukaan kasur di sebelahnya.
Berbagai pikiran negatif bermunculan di benaknya, ia takut kalau akan di pecat karena kejadian tadi pagi.
"Ada apa ya? apa jangan-jangan aku akan di pecat oleh nona Rani dan tuan Varell? apa mereka mengira kalau aku sudah menggoda tuan Zack? bagaimana ini kalau sampai itu terjadi? harus mencari pekerjaan di mana lagi?"
Ayu masih terus berpikiran negatif tentang nasib pekerjaannya, ia mengira akan di berhentikan.
"emm, sebelumnya kami mohon maaf ya Yu! Sebenarnya kamu dan kak Zack, apa ada sesuatu di antara kalian?" Maima mencoba berbicara lembut dan sebisa mungkin tidak membuat gadis itu tersinggung.
"Aduh, Ayu. Kenapa kamu jadi berpikir sejauh itu? siapa juga yang ingin memecatmu? Rani ngak akan pernah mem-berhentikkanmu Ayu."
"Seandainya kamu memang ada hubungan dengan kak Zack juga tidak apa-apa kok! kak Zack itu laki-laki baik dan bertanggung jawab.Jadi, bagaimana? apa kamu tidak memiliki rasa apa pun padanya?"
Ayu menjawab dengan hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Tapi, kok tadi kak Zack bilang dia adalah calon suami mbak Ayu, gitu yang angela dengar?"
"I–itu pasti tuan Zack cuma bercanda saja non Angela, tidak serius!" Ayu membantah perkataan Angela.
"Masa' sih Ngel, kak Zack sampai bicara seperti itu? apa jangan-jangan dia serius dengan kamu Yu?"
Ucapan Rani membuat Ayu semakin kikuk dan juga rasa takut yang semakin menderanya. Ia sama sekali tidak pernah berpikir sampai sejauh itu. Memang ia memiliki rasa simpati pada pria itu. tapi, hanya sebatas itu saja. karena saat pertama kali bertemu, laki-laki itu bersikap sangat baik dan sopan. Tapi, entah mengapa tiba-tiba saja Zack berubah agresif dan selalu mengejarnya. Ia sendiri juga bingung akan perubahan sikap pria tampan itu.
"Eh, ti—tidak mungkin nona. Memangnya siapa saya? saya hanyalah seorang baby sitter dan juga tidak memiliki apa pun. Jadi, mana mungkin tuan Zack menyukai saya? non Angela terlalu serius menanggapi ucapan tuan Zack." Ayu tersenyum kaku dan terlihat di paksakan.
kriett
__ADS_1
"Loh, ternyata kalian semua sedang berkumpul di sini toh? pantas, di cari kemana-mana tidak ada?"
Obrolan mereka terhenti karena tiba-tiba muncul Varell yang memasuki kamar.
"Mas, bagaimana?" Rani bertanya pada sang suami. lalu, di angguki oleh Varell dan mengerlingkan matanya ke arah Ayu dan yang lainnya.
Rani dan yang lain pun mengerti. mereka pamit dan segera keluar.
"Ya sudah Ran, nanti kita lanjutkan lagi ya!"
"Oke!" Rani mengacungkan jempol tangannya.
Setelah mereka semua keluar, Rani segera mencecar berbagai pertanyaan kepada suaminya.
"Mas, bagaimana hasilnya? apa yang di katakan kak Zack?" Rani sudah tidak sabar ingin mewngerahui hasil perbincangan para lelaki tentang masalah Zack Ayu.
"Benar-benar tidak bisa di cegah? sudah nekat dia, kita tahu kan bagaimana sifatnya yang sangat egois itu?"
"Maksud mas, kak Zack—?"
"Iya, dia mengatakan akan segera melamar Ayu untuk di jadikan istri." Rani sudah tidak kaget lagi? ia tahu kalau Zack adalah laki-laki yang selalu teguh pada pendiriannya.Dan harus mendapatkan segala keinginannya.
Pagi–nya mereka sudah bersiap akan kembali ke Jakarta. Setelah berkemas, lalu mereka masuk ke dalam mobil masing-masing.Tiba-tiba saja Zack mendekati mobil Varell.
"Rell, Ayu boleh kan ikut di mobil gue? ada yang mau gue omongin dengannya?" Zack membungkukkan badannya melongok ke kursi penumpang, di mana Ayu sudah duduk manis.
"Ayu, kamu mau tidak pindah ke mobil Zack?" Namun, gadis itu menggelengkan kepala. akan tetapi, bukan Zack namanya jika ia tidak memaksakan kehendaknya. Ia langsung membuka pintu mobil, lalu menarik Ayu agar keluar.
"Akh...saya tidak mau Tuan Zack! saya di sini saja!" Mencoba bertahan dari tarikan tangan Zack.
"Ayo ikut Ayu! aku tidak akan berbuat macam-macam padamu!aku cuma mau membicarakan sesuatu tentang kita?"
"Tidak mau...!" Namun, sama sekali tak perduli. ia langsung menarik paksa Ayu dan menggeretnya lalu memasukkannya ke dalam mobilnya.
"Don, loe sama Angela pindah ke mobil Varell atau ngak mobilnya Rangga sana!"
Doni dan Angela hanya meloongo dan dengan terpaksa keluar dan pindah ke mobil Varell.
"Zack is back!!"
__ADS_1
Tbc