Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
32. Happy Birthday sayang


__ADS_3

Melihat uluran tangan kedua pria tampan itu, membuat Maima merasa kikuk. Yang satu selalu baik padanya, sedangkan yang satunya adalah sosok laki-laki yang pernah mengusik hatinya dan telah mempora-porandakan segala angannya.


Sejenak ia menatap keduanya dan akhirnya ia pun memutuskan akan pergi dengan siapa?


"Maaf kak Rangga, tadi aku datang bersama dengan kak Zack dan ya memang seharusnya aku juga pulang bersamanya. ayo kak!"


Melangkah sambil menarik tangan Zack lalu masuk kedalam mobil. meninggalkan Rangga yang masih berdiri terpaku.


"Sebegitu bencinya kah kamu padaku Mai, Maaf kan aku Mai, aku sangat menyesal telah mempermainkan perasaanmu." Ranggapun akhirnya juga melajukan mobilnya dengan perasaan galau yang melanda.


Sepanjang perjalanan Maima berubah jadi pendiam. hal itu membuat Zack bertanya-tanya. Apalagi dengan sikap Rangga tadi yang tak biasa pada gadis disampingnya saat ini.


"Ehem....Mai, bagaimana kalau kita mampir untuk makan malam. kamu pasti belum makan , ya kan?" Zack menoleh pada gadis disebelahnya sambil memamerkan senyum tampannya.


"Eh, tidak kak terima kasih aku tidak lapar, tadi sudah makan di Restauran." tersenyum manis, Maima mencoba kembali bersikap seperti biasa.


"Maksudmu saat jam istirahat makan siang tadi? Jaga pola makanmu Mai, jangan hanya karena takut berat badan naik lalu tidak mau makan malam. biasanya kan kaum hawa seperti itu, demi body goal mengenyampingkan kesehatannya."


Zack menasehati Maima seperti gadis itu pacar atau istrinya saja. Maima pun tergelak mendengar penuturan pria tampan itu.


"ih, kak Zack sudah seperti dokter aja deh...hahaha?" Maima terkekeh geli


"Iya, aku kan memang dokter. siap selalu untuk menjadi dokter cintamu manis." hahaha.... Zack pun tertawa renyah, serenyah rempeyek kacang.


Sambil mengedip-ngedipkan matanya genit. membuat Maima langsung terdiam atas gombalan sang pemburu cinta. ya, laki-laki itu kini memang sedang memburu cinta gadis itu.


"Sudah ah, kak Zack sih ngegombal terus!" tersenyum dengan pipi merona.


 


Sesuai yang telah direncanakan. Ketiga sahabat itu mulai menjalankan tugasnya masing-masing.

__ADS_1


Doni menggantikan posisi Varell selama laki-laki itu saat ini lebih memprioritaskan keadaan istri dan anaknya yang masih dalam perawatan di rumah sakit.


Sedangkan Zack dan Rangga menyelidiki melalui cctv dari awal kejadian, lalu mulai memburu sang pelaku. Dan benar saja, dari beberapa rekaman cctv yang berada dibeberapa tempat.


Akhirnya mereka menemukan titik terang. Ya, Terlihat jelas dalam layar tersebut bahwa sebelum awal kejadian, ternyata Amanda dan laki-laki itu datang bersama. Dan mereka berpisah ditempat parkir mobil.


Jadi benar dugaan Varell, si wanita ular dan laki-laki yang setelah diselidiki bernama Willy. Laki-laki itu adalah kekasih gelap Amanda. Sebenarnya Amanda saat ini sedang terikat hubungan dengan seorang pengusaha, ya tak jauh lah setatusnya hanya sebagai simpanan dan ternyata si Amanda ini juga menghianati kekasihnya dengan berkhianat dengan laki-laki bernama Willy tersebut.


"Bagaimana Don, apa kita langsung bergerak sekarang saja? semua sudah dalam genggaman kita dan wanita ular itu tidak akan bisa berkutik lagi."


Zack dan Rangga menemui Doni dikantor dan menyusun rencana untuk mengeksekusi para pelaku.


"Oke, kita bergerak nanti malam! aku sudah persiapkan beberapa orang untuk berjaga-jaga kalau mereka berusaha kabur. sekarang mereka telah berada di lokasi mengawasi gerak gerik pasangan laknut itu."


Zack sangat bersemangat ingin segera beraksi.


 


Malam harinya semua telah berada di posisi masing-masing. Doni dan Rangga langsung menuju ke lantai 10 sebuah apartemen tempat kedua pasangan itu bernaung.


Ting tong ting tong.... Doni menekan bel dan tak beberapa lama terdengar suara password yang sedang ditekan dari dalam.


Ketika pintu itu terbuka munculah Amanda dengan tampilan yang menggoda, ia memakai lingerie s**y dan penampilàn yang masih terlihat acak-acakan.


Doni dan Rangga langsung menerobos masuk. Rangga mencengkeram kasar lengan Amanda. Sedangkan Doni bersiap menyergap Willy yang masih berada didalam kamar.


Brakkk.... Doni menarik tangan laki-laki yang masih tertidur dalam posisi tengkurap. Tarikan yang begitu kuat hingga sampai membuat laki-laki yang bernama Willy itu jatuh terjerembab diatas lantai keramik yang keras.


"Bangun kau laki-laki brengsek! " Willy tersentak kaget karena kehadiran dua pria yang belum dikenalnya.


"Kalian ini siapa, berani-beraninya berbuat tak menyenangkan seperti ini?"

__ADS_1


Willy mencoba berontak tapi kalah tenaga bahkan tubuh merekapun tampak tak seimbang.


Postur tubuh Doni yang memang lebih kekar itu, membuat lami-laki itu tak berdaya. Doni mempitingnya dam ketika Willy berusaha untuk kabur, secepat kilat Doni melayangkan pukulan dan tendangannya ketubuh laki-laki itu.


Doni terus menghajarnya hingga Willy tak sadarkan diri. Rangga yang masih menahan Amanda berteriak menyadarkan Doni agar tidak kebablasan.


"Woi Don, sudah berhenti! nanti dia bisa mati." Mendengar itu Doni menghentikan pukulannya, lalu mendorong tubuh Willy hingga tersungkur dilantai


"Rasakan itu ba****an!" Kemudian Doni beralih menatap Amanda yang sudah terlihat pucat pasi.Wanita itu benar-benar ketakutan. Namun ia masih mencoba menampakkan keberaniannya dengan tatapan menantang yang tertuju pada Rangga dan Doni.


"Kurang ajar kalian huh, apa Varell yang menyuruh kalian? sungguh pengecut dia beraninya main keroyokkan. dasar licik." meluapkan emosinya karena telah terjepit dan tak bisa berkelit lagi. Ocehannya terhenti ketika Rangga mendorong tubuh Amanda kearah Willy yang sudah terkapar, Amanda jatuh tepat diatasnya.


"Licik kau bilang? apa tidak salah ucapanmu itu wanita ular.Apa tujuanmu berbuat hal sekejam itu pada Rani yang tak berdosa huh? Ayo jawab!" Rangga mulai tersulut emosi ketika mengingat kondisi Rani yang sangat miris.


"Hahaha....ya aku memang tidak suka pada perempuan kampung itu, gara-gara dia Varell tak mau kembali lagi bersamaku. Tapi sekarang aku sangat bahagia karena keinginanku telah tercapai. Mereka tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan."


"Diam kamu wanita ular, Bersiaplah untuk membusuk dipenjara!" Mendengar perkataan Rangga, seketika Amanda langsung terdiam.


Tak beberapa lama, datang Zack bersama dengan pihak berwajib untuk menangkap Amanda dan Willy.


 


Dua bulan telah berlalu, Amanda dan Willy telah mendapatkan ganjarannya. Mereka menjalani hukumannya masing-masing dengan mendekam di balik jeruji besi untuk waktu yang cukup lama.


Hari ini adalah tanggal kelahiran Rani, diruang perawatannya tampak semua anggota keluarga telah beekumpul untuk merayakan ulang tahun Rani. Sebuah kue tart kecil dengan lilin diatasnya berbentuk angka 21 diletakkan tepat diatas meja disamping ranjang brankar.Mereka semua mulai menyanyikan lagu selamatbulang tahun untuk Rani. Wajah mereka tampak gembira namun didalam hati terasa miris dan sedih akan keadaan Rani yang belum juga sadar dari komanya. Varell duduk tepat disamping Rani sambil memangku sang buah hati, Ya bayi yang waktu itu terlahir prematur dan setelah menjalani perawatan, saat ini bayi mungil itu telah tumbuh menjadi bayi laki-laki yang menggemaskan. Dengan wajahnya yang setampan Ayahnya dan pipi gembilnya yang tampak menggemaskan. Ketika mereka berhenti bernyanyi, entah mengapa baby Rava malah menangis. Bersamaan dengan itu terjadi suatu keajaiban. Rani menggerakkan Jemarinya dan kelopak matanya mulai membuka. Semua lanngsung terkejut dan bahagia, terutama Varell. Ia menyerahkan baby Rava pada mama Sandra setelah itu langsung memeluk sang istri.


"Happy Birthday sayang, selamat datang bersama kami kembali. cup....cup....cup."


Varell sangat terharu sampai menitikkan air matanya. Ia sangat bersyukur akhirnya penantian panjang akan kesembuhan Rani kini telah berakhir.


Air mata mereka tambah tak terbendung ketika Rani benar-benar telah tersadar membuka matanya dan pandangan pertamanya tertuju pada Varell.

__ADS_1


"Mas....Varell, Rani kangen!"


Tbc


__ADS_2