
Selama hampir seminggu pasangan Zack dan Ayu sangat menikmati bulan madu mereka berkeliling ke berbagai destinasi wisata dan malam ini adalah malam terakhir mereka di Barcelona.Mereka berkunjung ke wisata yang menampilkan air mancur dengan aneka cahaya. Air mancur ini menyemprotkan 700 galon air perdetik melalui 3620 jet loh. Air mancur ini dirancang oleh Carles Buigas. Wisata ini terletak di Placa de Carles Buigas, Barcelona, Spanyol.
Air Mancur Montjuic Magic
Air mancur yang megah ini memulai debutnya pada tahun 1929 di Pameran Internasional Barcelona. Untuk menarik pengunjung, air mancur ini menampilkan lebih dari 50 warna menyebar saat musik di putar selama 15 menit. Sangat indah bukan?
"wah...Ini indah sekali. Terima kasih ya bang sudah membawa Ayu ke tempat seindah ini. Ayu sayang abang Zack!" Ayu memeluk erat Zack sambil menikmati atraksi air mancur yang begitu indah.
"Iya, sayangku. Abang juga sayang dan cinta sama adek seorang selamanya."
Cup
Mengecup kening Ayu begitu dalam dan penuh kasih sayang.
Setelah itu mereka makan malam romantis di Restauran El Grand Cafe
Kini mereka telah kembali ke hotel dan berada di kamar. Sejak pulang wajahnya selalu tampak ceria. Dan Zack begitu bangga telah membuat istri kecilnya bahagia. Ia berjanji tak akan pernah menyakitinya dan akan selalu membuat Ayu tersenyum.
"Bang, kok malah bengong sih? hayo, sedang ngelamunin apa?dari pada melamun mwnsing bantuin Ayu beres-beres,bang!"
Zack yang memang sejak tadi tak henti manatap istrinya yang tengah sibuk berkemas sambil bersenandung riang. Ah, ia baru pertama kali mendengar suara merdu sang istri. Biasanya yang selalu ia dengar adalah suara m******h manja di setiap malam.
Beranjak dari duduknya lalu mendekat pada sang istri dan membantunya merapikan dan menata semua pakaian ke dalam koper.
"Abang ngak nyangka ternyata suara adek bagus juga.Tapi, abang lebih suka suara adek saat tengah malam. Ketika kita sedang..."
"Stop! abang ih, mesum banget sih?ngak ada apa yang ada di pikiran abang selain hal itu?" Ayu mengerucutkan bibirnya.
"Jangan seperti itu sayang! nanti abang khilaf lagi?" Mengecup sekilas bibir yang sedang manyun itu yang malah terlihat semakin menggoda di mata Zack.
"Ish, abang sih bukan khilaf tapi doyan?" Jawab ayu sambil cekikikan.
"Eh, sudah mulai berani sama Abang. Nakal ya, sini abang kasih hukuman nikmat sekarang juga!"
Zack langsung menubruk Ayu yang bahkan belum beranjak berdiri, sampai ia jatuh terlentang dengan Zack yang berada di atas tubuhnya.
"Abang...berat?" Menahan dada Zack dengan kedua tangannya.
"Apa?berat? Tapi kok kalau lagi enak ngak pernah mengeluh keberatan tuh saat abang berada di atas adek?" Tersenyum smirk.
"Abang–ih, ngomongnya jangan terua terang begitu dong! Ayu kan jadi malu." Memalingkan wajahnya yang sudah memerah bagai tomat masak.
Semakin ingin menggoda istrinya melihat wajah merona yang terlihat semakin cantik dan menggairahkan. Membuat hasrat kelelakiannya mulai bangkit kembali.
__ADS_1
"Ini kan malam terakhir kita di sini, bagaimana kalau kita habiskan dengan beberapa ronde, sayang? semoga setelah malam ini akan segera hadir buah cinta kita di sini."
Mengelus lembut perut bawah Ayu. Namun, lama-lama tangan itu malah semakin mengarah ke bawah pada daerah terlarang dan ternikmat bagi seorang suami.Ayu pun memekik kaget dan nikmat secara bersamaan.
"Akhh...abang,nakal?" Ayu refleks menahan tangan Zack agar tak berekspansi di bawah sana.
"Sstt...diamlah sayang dan nikmati apa yang akan abang lakukan!abang akan memberikan malam yang tak akan pernah terlupakan. men******lah sekeras mungkin dan sebutlah nama abang,sayang!"
Setelah berpacu selama hampir 2 jam, akhirnya mereka pun meraih puncak bersama. Ayu memekik dan ber****** lantang menyebut nama sang suami di iringi dengan sesuatu yang telah meledak di bawah sana.
"Ahh...Abang Zack!sudah bang!"
"Iya, sayang! ughh— owh s*** ini sungguh n***** ! terima kasih sayang, l love you!"
Zack berguling di samping Ayu menengadah menatap langit-langit kamar sambil mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal.
"Capek?" Zack memiringkan tubuhnya dan mengusap keringat di kening Ayu.Dan istrinya itu hanya mengangguk dan terkulai lemas.
Mereka saling menatap mesra setelah pergulatan selesai. Zack terduduk dan mengangkat tubuh polos Ayu menuju ke kamar mandi.
"Sebaiknya adek pipis dulu dan bersihkan itu ya!" Menunjuk dengan lirikan mata ke area inti Ayu.
"Malu bang, biar Ayu sendiri saja!turunkan Ayu, bang!"
"Enggak, abang yang akan membantu dan memastikan semua bersih!" Ayu sangat malu dan menyembunyikan wajah meronanya di dada bidang Zack.
"Enggak, sudah cukup!" Jawab ayu kesal dan malu tentunya.Suaminya itu memang benar-benar pria perkasa tak pernah ada puasnya. Bahkan intinya pun masih terasa nyeri akibat terlalu sering di coblos si otong.
Bandara internasional Soekarno Hatta.
Seorang supir pribadi keluarga Brown sudah menunggu kedatangan Zack dan Ayu.
"Selamat datang kembali Tuan Zack dan nona Ayu. Saya di tugaskan oleh Tuan Edward untuk menjemput anda."
Sang supir pun memasukkan 2 koper ke dalam bagasi. Dan mereka segera berangkat menuju ke rumah kediaman keluarga Brown.
Pada saat memasuki pintu gerbang, dari kejauhan mereka melihat ada dua mobil mewah yang tengah terparkir di halaman depan.
"Bang, sepertinya sedang ada tamu? siapa ya bang?"
"Abang tidak tahu dek?" Zack berbohong agar istrinya itu tidak tegang dan merasa ketakutan nantinya. Ia pun berpura-pura tidak mengenalinya.
"Grandma Catherine! mau apa beliau datang? semoga tidak terjadi apa-apa!"
Zack turun terlebih dahulu lalu membukakan pintu untuk sang istri.
__ADS_1
"Ayo, sayang!"
Baru saja mereka sampai di ruang tamu, kedatangan mereka telah di sambut oleh tepuk tangan dan suara lantang dari wanita tua yang tengah duduk bersandar di sofa.
prok prok prok
"Wah...wah...wah, akhirnya pasangan pengantin baru kita baru saja pulang dari berbulan madu! apa kalian bahagia?"
"Grandma, kapan grandma datang?" Zack menghampiri lalu mencium pipi grandma nya.
"Oh, jadi ini wanita yang telah kau nikahi Zack? Tamara bilang kalau dia hanyalah seorang baby sitter di keluarga Darmanto."
"Betul, Iya kenalkan ini Ayu istri Zack, Grandma! sini,sayang!" Zack memanggil Ayu agar mendekat pada Grandma Catherine.
Ayu mengulurkan tangannya hendak mencium telapak tangan grandma Catherine. Namun, wanita tua itu hanya diam saja enggan untuk membalasnya.Ayu pun jadi merasa canggung dan tak enak hati. Terlihat jelas sekali bahwa Grandma Catherine tak menyukainya.
"Duduklah Zack! dan kamu, lebih baik kamu masuklah ke kamar! pasti kamu sangat lelah, bukan?"
"I—iya, Grand... ma!" Entah mengapa tiba-tiba Ayu merasa gugup dan sedih? Matanya pun mulai terasa panas."
"Pergilah, sayang nanti abang akan segera menyusul!"
Ayu melangkah dengan tubuh yang terasa lemas dan hati yang tak tenang.
"Ada apa lagi ini?" Ayu duduk di tepi tempat tidur dengan perasaan yang kalut.
"Iya, ada apa Grandma tiba-tiba datang? Oh ya, maaf karena tidak memberitahu pernikahanku dan juga belum memperkenalkan Ayu kepada Grandma."
"Kamu ini bagaimana Zack? orang tuamu telah memilihkan calon pendamping yang terbaik untukmu dan juga sepadan dengan keluarga kita. Tapi apa? ini kamu malah memungut wanita tak jelaa itu? kurang apa sih putri dari keluarga Wiratama yang bernama Tamara itu? Cantik,sopan,lembut dan berpendidikan.Tidak seperti istrimu itu? Grandma sangat kecewa padamu Zack!"
"Tapi, aku tidak menyukai Tamara. Aku hanya mencintai Ayu seorang. Ayu adalah segala-galanya bagiku Grandma."
"Sekarang kamu sudah mulai berani membantahku ya? sepertinya wanita itu telah membawa pengaruh buruk padamu,Zack? Sekarang aku ingin kamu menuruti apa kata Grandma! Ceraikan wanita tak jelaa itu dan lanjutkan perjodohanmu dengan Tamara!"
"Tidak,Grandma. aku tidak akan pernah melepaskan Ayu. Oh, ya Grandma. Ayu adalah istriku dan bukan wanita tak jelas."
"Zackkk!" Grandma Catherine membentak Zack
"Maaf Grandma! dad, mom tolong jelaskan pada Grandma!"
Ayu membekap mulutnya agar tangisnya tak tersengar? Ya, karena rasa penasarannya Ayu pun mencuri dengar pembicaraan mereka. Dan ia begitu syok dengan semua perkataan yang keluar dari wanita tua itu. Yang membuat hatinya terasa sakit.
"Kenapa daddy dan mommy hanya diam saja? apakah mereka juga sebenarnya tidak menyukainya dan karena tak ingin anak semata wayangnya tak frustasi lagi seperti di waktu yang lalu? Cobaan apa lagi ini ya Allah?"
Ayu tiba-tiba saja menjadi semakin rendah diri. tak terasa air matanya pun turun tanpa permisi.
Tbc
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa?"