Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
107.Dia bukan adik gue?


__ADS_3

Waktu terus bergulir dengan cepatnya, kini anak-anak telah duduk di bangku sekolah menengah atas.Mereka memang sengaja bersekolah di tempat yang sama.Rava,Rama dan Naina di kelas 12 sedangkan Zander dan Dean di kelas 11dan 10.


Senin pagi yang begitu sibuk, seperti biasa mereka berangkat sekolah dengan mengendarai kendaraan mereka masing-masing.Kecuali, Dean yang masih belum boleh membawa mobil sendiri.


"Mas Rama, pulang sekolah nanti aku mau belajar kelompok dengan sasa dan kiki.Jadi, mas pulang duluan saja!"


Naina memanggil mas pada Rama karena memang umurnya lebih muda 4 bulan dari Rama.Gadis itu sudah menganggap Rama sebagai kakak.


"Hmm...apa kamu sudah izin sama mama? jangan sampai nanti aku yang kena marah mama."


Naina diam sejenak, lalu ia mengangguk."Iya mas, nanti aku akan menelpon mama Maima."


"oke!"


Ketika mereka sampai di sekolah dan tengah berjalan beriringan menuju ke kelas, banyak pasang mata menatap mereka. Terutama para siswi merasa iri dengan Naina.Mereka masih tidak percaya kalau kedua nya adalah kakak beradik.


Masalahnya mereka hampir seumuran dan juga satu tingkatan yaitu kelas 12. Hanya mereka berbeda kelas saja.


"Eh, itu si Naina sebenarnya adiknya Rama atau bukan sih? kok kayaknya aneh ya?kalau kembar, tapi kok bulan lahirnya saja beda trus mereka itu sama-sama di kelas 12.Apa mungkin si Naina itu saudara sepupunya Rama?" Tanya salah seorang siswi yang tengah berkumpul di lorong kelas.


"Iya,kayaknya sih mereka memang tidak ada hubungan persaudaraan?enak sekali ya jadi Naina bisa bersama cogan-cogan anak orang kaya."


"Sudah-sudah, jangan ngeghibah pagi-pagi! kalian sudah ngerjain pr belum?"


"OMG...mati gue, pr matematika gue belum selesai? ayo ah, gue nyontek punya loe ya?"


"Dasar loe, makannya jangan senengnya ngerumpiin orang aja?"


Dan merekapun akhirnya membubarkan diri buru-buru masuk ke kelas.


Rava dan Rama berada di satu kelas yang sama. Rava baru saja tiba dan bertemu dengan Zander di area parkir.


"Zander...kamu sudah boleh bawa mobil sendiri sama om Zack?" Rava melihat Zander yang mengemudikan mobil barunya Chevrolet Corvette Z06 berwarna jingga.


"Eh, loe baru datang juga Rav?iya nih, daddy sudah kasih izin tapi, ya cuma ke sekolah saja sekalian test drive ni mobil."


Rava begitu terperangah dengan mobil baru milik Zander yang sungguh menyilaukan mata bagi siapa saja yang melihatnya.


"Wow...keren juga selera loe Zan?om Zack memang bokap yang royal ya sama anaknya." Rava mengamati mobil baru Zander tersebut.


"Daddy nya siapa dulu dong...Zander!"

__ADS_1


"Iya-iya, daddy loe emang yang paling top!dah yuk, sebentar lagi bell masuk berbunyi."


Dan mereka berdua bergegas menuju ke kelas masing-masing.


Bell istirahat berbunyi, semua siswa berhamburan keluar kelas menuju ke kantin sekolah.Begitu pun dengan ke empat cogan yang sangat populer di sekolah itu.


Rava dan Rama melangkah berdampingan membuat para siswi menatap mereka penuh damba terpesona akan kharisma keduanya.


"Woi...guys gue ikut!" Zander baru saja akan keluar dan melihat kedua sahabatnya yang lewat di depan kelasnya,lalu ia pun ikut bergabung.


"Si bontot dah keluar belum ya?" –Rava


"Coba telepon!"–Zander


📞 "Dean, loe dimana? kita mau ke kantin nih, mau ikut ngak loe?"


📞"*Ikut mas, ini gue baru aja mau keluar kelas.gue langsung nyusul ke kantin aja!"


📞*"Oh, oke...kita tunggu!"


Setelah itu mereka bertiga bergegas menuju ke kantin, karena takut kehabisan jam istirahat.


"Mas Rama, Mas Rava...tunggu!" Mendengar suara yang memanggil, mereka pun berhenti dan menoleh ke belakang dan melihat Naina yang tengah berlari-lari kecil mengejar mereka.


"Iya, mas. Loh, si bontot mana?" Naina tidak melihat Dean diantara ketiganya.


"Dia katanya langsung menyusul ke kantin!"–Zander


Naina mengangguk mengerti.Lalu, mereka melanjutkan langkah kembali menuju ke kantin sekolah.


Suasana kantin sudah tampak ramai, Rava mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Dean.Namun, sepertinya bocah itu belum sampai juga.


Semua kursi tampak penuh, Zander melihat di salah satu meja yang terdapat sekumpulan murid yang sepertinya telah hampir selesai makan. Dengan meggunakan kode mata, mereka langsung beranjak pergi dari sana dengan membawa peralatan bekas makan mereka.Zander memang terkenal paling di takuti, ya...di samping karena ia adalah anak dari orang yang sangat berpengaruh di sekolah itu, juga karena tubuhnya yang kekar dan tinggi. Maklum anak blasteran. Keturunan papa Zack.


"Nah, tuh udah ada meja yang kosong!"–Rava


Kehadiran mereka tentu saja menjadi tontonan gratis yang sungguh menyegarkan mata.Bagaimana tidak, visual mereka sungguh mencolok dan menarik perhatian. Para cogan dan seorang gadis nan cantik dan juga karena mereka adalah anak-anak dari orang yang sangat berpengaruh di sekolah itu.


Marekapun segera menempatinya. Seorang pelayan kantin langsung menghampiri mereka dan menanyakan apa yang ingin mereka pesan.


"Maaf, Tuan-tuan dan nona mau pesan apa?"

__ADS_1


Setelah mereka mengatakan pesanan mereka, pelayan itu pun kembali ke pantry.


Tak lama, datang Dean dengan berjalan tergesa-gesa langsung menghampiri meja mereka.


"Sorry mas, mbak...gue telat.Dah pada pesan belum?" Dean langsung mendudukkan bokongnya salah satu kursi tepat di sebelah Naina.


"Loe tadi udah kita pesenin sekalian, seperti biasa,kan?" –Rava


Dan Dean pun hanya mengangguk.Lalu melihat sekilas pada Naina.


"Hari ini cantik banget loe,Mbak!" Si Dean yang keturunan papa Doni. Sepertinya bocah itu memang menuruni sifat sang papa yang tengil dan pecicilan.


Rava dan Zander yang melihat kelakuan si bontot pun hanya berdecak dan meledeknya.


"Ck...dasar genit, kerjaannya ngegombal terus!?"–Rava


"Kayaknya ilmunya om Doni, turun semua ke tu bocah?" Zander terkekeh geli.


Sedangkan yang di sindir hanya menyengir kuda sambil mengedipkan matanya ke arah Naina. Benar-benar keturunan papa Doni sejati.Naina hanya mengulum senyum melihat interaksi ketiganya, ia menatap sekilas pada Rama yang hanya terdiam.


Mereka pun segera menyantap makanan mereka karena bell istirahat tinggal 15 menit.Tak lama bell pun berbunyi, dan mereka beranjak dan bergegas kembali ke kelas maaing-masing.


Waktu pun terus bergulir dan kegiatan belajar mengajar di sekolah itu pun telah berakhir. Semua siswa berbondong-bondong keluar dan menuju ke area parkir. Dan ada pula yang langsung menuju ke gerbang sekolah menunggu jemputan.


Begitu pun,kelimanya. Namun, Naina pamit pada semuanya.Seperti yang telah di katakannya tadi pagi kalau ia tidak akan langsung pulang karena akan ikut belajar kelompok bersama teman-temannya.


"Guys, sorry ya!aku duluan...mas Rama, tadi aku dah kirim pesan ke mama Maima!"


"Hmm...hati-hati!" Rama hanya membalas dengan singkat dan padat.Ya, dia memang selalu irit bicara alias si pendiam. foto copyannya papa Rangga.


"Jiah, si Rangga sama adeknya sendiri aja kaku bener?" –Zander


"Dia bukan adik gue?"


"Hah...apa loe bilang?" Rava menyeletuk kaget mendengar apa yang di ucapkan oleh si dingin Rama.


"Iya lah, Naina kan adek ketemu gede? jangan-jangan selama ini loe ngak nganggap dia adik karena loe naksir sama dia ya, Ram? ayo ngaku aja, loe Ram?"


Kali ini Zander yang tergelitik ingin tahu apa yang sebenarnya ada di hati dan pikiran Rama.


"Kepo aja loe pada?"–Rama

__ADS_1


Dan hanya di balas singkat oleh Rama. Membuat ketiganya langsung bungkam tak berani bertanya macam-macam lagi.Mereka langsung masuk ke mobil masing-masing. Seperti biasa Dean ikut bersama kakak sepupunya Rava.


Tbc


__ADS_2