
Naina mengucapkan selamat pada Rava dan tanpa di duga gadis itu mencium pipi kanan Rava membuat Zander dan Rama terbelalak kaget.
"Woww...kissu kissu!" –Zander
Bahkan semua orang yang melintas pun melihat adegan tersebut dengan berbagai reaksi, ada yang suka dan ada pula yang tak suka alias cemburu terutama kaum hawa.
"Cie...mukanya merah!"
Zander kembali menggoda Rava yang baru saja mendapatkan hadiah ulang tahun terindah yaitu sebuah ciuman hangat dari sang bidadari hatinya.
"Apaan sih loe, Nder?" Rava medelik pada Zander yang sejak tadi selalu mengejeknya.
Rama hanya terdiam dan bersikap dingin dan cuek akan apa yang terjadi. Namun, siapa yang tahu akan apa isi hatinya?.
Tak berapa lama kemudian terdengar suara kehebohan dari arah luar. Rava, Zander, Naina dan Rama yang baru saja melangkah menuju ke dalam jadi penasaran dan menghentikan langkah mereka.
"Nder, coba loe lihat ada ada apa? berisik banget sih?" Rava menyuruh Zander untuk melihat apa yang tengah terjadi.
"Siap, boss!"
Zander melangkah keluar dari ruangan tempat pesta yang akan berlangsung. Ia melihat ada seorang gadis cantik dengan tampilan glamour sedang berteriak-teriak pada para petugas keamanan hotel.
"Ada apa ini ribut-ribut?"
"Maaf tuan Zander, nona ini memaksa masuk padahal tidak membawa undangan dan dia mengancam akan mengacaukan pesta tuan Rava." Salah seorang petugas menceritakan kronologis kejadian.
Zander membelalakkan matanya dan menatap serta menelisik gadis perusuh itu dari atas sampai bawah tubuhnya.
"Bukankah dia adalah Chintya si anak baru yang sombong itu?dia satu kelas kan sama Rava dan Rama?hmm...cantik sih, tapi attitude nyangak banget?!" Zander menilai Chintya.
"Perbolehkan dia masuk, Pak! dia adalah salah satu tamu undangan!"
"Oh,kalau begitu maafkan saya ya,nona!mari...silahkan masuk!" Petugas itu pun mempersilahkan Chintya untuk masuk.
__ADS_1
Acara pesta pun segera di mulai, Rava memberikan sepatah dua patah pada seluruh tamu undangan. Setelah tamu yang hadir mulai menikmati alunan musik dari sebuah Group Band yang di datangkan oleh sang tuan rumah penyelenggara acara.
"Hai Rava, selamat ulang tahun ya! ini kado untukmu!" Chintya menyerahkan sebuah kado kepada Rava.
"hmm...terima kasih!"
Chintya terus saja mencari perhatian Rava dengan selalu menempel padanya. Hal itu membuat Rava begitu risih. Saat Naina muncul dan berada di antara mereka, wajah Chintya langsung berubah yang tadi nya selalu menebar senyum kini ia menampilkan ekspresi tak sukanya terhadap Naina.Ia menatap sinis Naina lalu sedetik kemudian tersenyum smirk. Timbul rencana jahat di balik wajah cantiknya yang tengah tersenyum.
"Dasar pembantu! ternyata loe masih saja mencari simpati dari orang-orang kaya yang tak selevel sama sekali denganmu. Lihat', aku akan mempermalukanmu hingga kau takkan berani menampakkan wajahmu di sekolah esok hari." tersenyum licik.
Naina sedang berkumpul dan bersenda gurau dengan kedua sahabatnya,sasa dan kiki sambil menikmati suasana pesta.
"Oh,ternyata seorang jongos juga di undang ya?"
"Heh, anak baru...maksud loe apa? siapa yang loe sebut jongos?tu mulut pedes amat ya? situ sebelum ke sini habis ngrlalap rawit berapa kilo?"
Sasa yang memang gadis bar-bar tentu saja tak akan tinggal diam jika ada yang berulah dan membuat masalah.
"Gue ngak ada urusan sama elo, ya. Gue ngomong sama tu cewek sok cantik.Heh,Naina...loe itu kok dari dulu selalu saja pintar mencari simpati ya? dulu pada orang tua mereka dan sekarang sama anak-anaknya. Jangan-jangan loe punya rencana untuk menggaet salah satu diantara mereka?ya secara kan mereka bukan anak dari kalangan biasa. Siapa yang elo incer?Rava,Zander atau si Rama majikan loe, yang loe akui sebagai kakak itu?dasar cewek ngak tahu diri...eh,bukan.Tapi, tak sadar diri siapa diri loe yang sebenarnya?"
Sasa tertawa mengejek Chintya yang sejak datang tak pernah berhenti berbicara membuatnya gemas ingin membalasnya.
"Sasa...sudah,tidak.usah di ladeni!ayo,mending kita makan saja yuk!" Kiki menarik tangan Sasa dan Naina agar pergi menjauh dari Chintya.
Baru saja melangkah,tiba-tiba saja Chintya menuangkan segelas minuman tepat di atas kepala Naina.
Byurr
Sontak saja mereka bertiga menghentikan langkahnya, Sasa dan Kiki refleks menoleh dan melihat rambut dan tubuh Naina yang telah basah akibat dari perbuatan Chintya. Mereka membelalakkan mata dan beralih menatap tajam pada Chintya yang tengah tersenyum puas.
"Perhatian semuanya!coba lihatlah, kalian pasti belum tahukan siapa sebenarnya cewek yang sok exist ini?"
Mendengar teriakkan Chintya semua yang berada di ruangan itu pun menghampiri dan melihat Naina yang tengah di caci maki dan di hina oleh si anak baru yang bernama Chintya tersebut.
__ADS_1
Mereka mulai saling berbisik sambil menatap iba pada Naina yang hanya diam mematung tak melawan atas perlakuan semena-mena dari Chintya.
"Kalian dengar ya, Naina ini dulu adalah mantan jongos di rumah gue dan ketika nyokap gue telah memcatnya dan membuang ni cewek,dengan menggunakan wajah memelasnya itu dia meminta belas kasihan dan akhirnya dia pungut oleh orang tua dari Rama salah satu putra dari orang yang berpengaruh di sekolah kita."
"Ayo ngomong, cewek miskin! malu ya mau me ngakuinya? sudah keenakkan jadi orang kaya jadi lupa sama asal usul loe? ck...dasar cewek ngak tahu diri!" Chintya mencebikkan bibirnya menatap remeh Naina.
Rava, Rama,Zander dan Dean yang mendengar keributan itu pun bergegas menghampirinya dan betapa terkenutnya mereka, melihat keadaan Naina yang sangat memperihatinkan. Lagi-lagi Naina tengah di bully oleh Chintya.
"A–aku..." Naina tak melanjutkan perkataannya ketikame dengar suara menggelegar dari seorang Rava.
"Heyyy...apa-apaan ini? Kau lagi rupanya?"
Menatap penuh emosi pada Chintya. Membuat gadis itu langsung beringsut mundur menjauhi Naina.
Rava begitu marah dan langsung berteriak dan membuat semua orang terkejut dan merasa takut akan tatapan penuh amarah dari Rava.
"Ra–rava...!"
"Tadinya gue merasa ragu untuk mengundang loe? dan yang lainnya juga berpikir yang sama. Dan ternyata memang benar, mulut loe seperti ular berbisa. Dulu nyokap loe dan sekarang elo? Kalian memang ibu dan anak sama saja!" Menatap sinis.
"Dengerin dulu,Rava! gue kan memang mengatakan yang sebenarnya. Loe dan yang lainnya juga tahu kan siapa sebenarnya si Naina ini?Jadi ya..."
"Jadi, ya loe harus pergi dari sini dan jangan sampai loe berulah lagi kalau ngak mau gue hancurkan reputasi keluarga loe yang sangat terpandang itu!?"
Naina menatap nanar pada Rava dan juga Rama. Ia sungguh sangat sedih di permalukan oleh Chintya di depan teman-teman satu sekolahnya.
"Nai...loe ngak pa-pa kan? ayo..."
Grepp
"Ayo kita pulang, Naina!"
Tiba-tiba Rama mendekat dan menarik tangan Naina dan membawanya pergi dari tempat tersebut.Rava yang baru akan melakukan hal yang sama ternyata malah keduluan oleh Rama. Dan mereka semua hanya menatap diam kepergian Rama dan Naina.
__ADS_1
Tbc