Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
14. Kekecewaan


__ADS_3

Rani pulang dengan hati yang gembira karena akhirnya ia bisa bekerja kembali, memenuhi kebutuhannya dan juga menabung untuk biaya persiapan melahirkan nanti.


"Tit tit tit cklek


"Assalamuallaikum."


"Wa'allakumsalam. kamu dari mana saja sayang , mama sudah lama menuggumu loh."


"Oh iya, maafkan Rani ya ma. Tadi Rani keluar sebentar lalu tanpa sengaja bertemu teman satu kampung Rani ma." Mencium punggung telapak tangan sang mertua.


"Sini, duduklah sayang. " menepuk sofa disampingnya. Ranipun menuruti perintah mama Sandra untuk duduk tepat disebelahnya.


"Oh ya ma, mama kesini sama siapa?."


"Sama Angela, itu dia baru kekamar mandi." menunjuk kamar yang ditempati Varell.


"Ceklek... Angela keluar dari kamar itu. dan langsung menatap penuh tanya pada kakak iparnya.


"Ada apa ngel? kenapa kamu menatap Rani seperti itu?" mama Sandra juga penasaran akan sikap anak gadisnya itu .


"Kak Rani, apa kalian sedang marahan?" kenapa semua pakaian dan barang-barang kak Varell ada dikamar bawah?"


"Deg... " aduh, bagaimana ini. apa yang harus aku katakan pada mereka?"


Rani memutar otak mencari sebuah alasan yang masuk diakal agar mereka tidak curiga dan percaya padanya.


"emm....itu, ma ngak tahu kenapa Rani ngak suka kalau deket-deket sama mas Varell. bau mas Varell bikin Rani mual ma."


"semog mereka percaya?"


"O jadi begitu to,itu sih cuma bawaan dedek bayi. kamu ini ngel jangan su'udzon dulu dong. tuh denger kan alasan dari kakakmu."


"Iya ma, maaf ya kak.Angela ngak maksud apa-apa. cuma kaget aja tadi."


"Iya, ngak pa-pa dek." tersenyum lega karena berhasil membohongi mama Sandra dan Angela.


"Ampunilah hamba ya Allah. hamba telah berbohong."

__ADS_1


"yah jadi Angela ngak bisa nginep dong?" cemberut


"Udah kamu, pake mau nginep segala. nanti saja kalau cucu mama sudah lahir." mengelus calon cucu yang masih anteng didalam perut sang menantu


"Varell kalau pulang jam berapa Ran? sudah jam jam segini kok belum pulang juga?" mama Sandra melihat jam di pergelangan tangannya. mama Sandra dan Angela memang sengaja menemani Rani sampai Varell pulang, ternyata sampai pukul delapan malam putranya itu belum muncul juga.


"ck ni anak benar-benar ya, apa Varell memberitahumu kalau akan pulang telat Ran?" Ranipun hanya menggelengkan kepala.


"eh, bu bukan ma. maksud Rani mas Varell memang biasa pulang telat, kadang juga menginap dikantor. ya, mungkin karena sibuk dengan pekerjaannya. mama jangan salah sangka ya ma."


"Aduh mulutku ini kenapa sih bisa keceplosan sih?"


"Baiklah kita akan tunggu satu jam lagi." mama Sandra terlihat sudah sangat kesal.


"Ma, Rani mau ganti baju dulu ya. ini rasanya sesak tidak nyaman."


"Iya sayang, sana ganti pakai baju yang agak longgar ya. kasihan cucu mama."


----‐------


Waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 dan Varellpun belum muncul juga.Karena kesal akhirnya mama Sandra menelpon sang putra.


"Maksud mama apa? Rani sendirian, mama sekarang ada diApartemen Varell ya ma? ngapain ma? apa Rani mengatakan sesuatu sama mama?" Varell mulai berpikir negatif tentang Rani.


"Tidak, Rani tidak bicara apapun sama mama.sudah jangan banyak alasan kamu.Cepat pulang sekarang. istri sedang hamil masih juga keluyuran ngak jelas." mama sandra langsung menutup telponnya.


Sedangkan yang diseberang sana terlihat kesal karena tiba-tiba kena semprot sang mama.


"ini pasti kerjaannya gadis kampungan itu, awas kau ya nanti. ish....menyebalkan!" Varell akhirnya melangkah pergi meninggalkan club setelah sebelumnya ia berpamitan pada kedua sahabatnya Doni dan Zack. Rangga tidak hadir karena sedang berada di luar negeri.


--‐------------


Rani sedang duduk bersandar di kepala ranjang, rasanya ia belum mengantuk. setelah mama Sandra menelpon Varell dan putranya itu telah berjanji akan langsung pulang. Mama Sandra dan Angela akhirnya pamit pulang juga.


Kini Rani menunggu kepulangan sang suami dengan perasaan yang was-was, juga jantung yang dag dig dug. takut kalau suaminya itu akan marah karena tadi ia merasa telah berbuat kesalahan dengan salah bicara pada mama Sandra soal Varell.


"Tit tit tit ceklekk

__ADS_1


Terdengar suara langkah kaki menaiki anak tangga, Rani samar-samar mendengar suara langkah itu yang semakin mendekat. dan....


"BRAKK....


"Astaqfirullah.... ma mas Varell, sudah pulang mas. apa mas mau makan, Rani akan panaskan dulu ya makanannya." Rani berjalan hendak keluar melewati Varell yang sedang berdiri didepan pintu. lalu dengan cepat ia mencekal dengan kuat lengan kanan Rani sangat kuat hingga gadis itu meringis kesakitan.


"akhh....aduh, sakit mas. ma....mas kenapa? Rani telah berbuat salah apa lagi mas?" mencoba melepas cengkeraman tangan Varell pada lengannya, namun sangat susah karena tenaga Rani tak sebanding dengan sang suami. ia hanya bisa meringis menahan rasa sakit.


"Kamu mengadu apa saja sama mama, hah?" menatap penuh amarah


"PLAKK....PLAKK!!" Varell menampar pipi kanan dan kiri Rani hingga tercetak jelas di pipi putihnya.


"Maksud mas apa, mengadu? sambil memegang pipinya yang terasa panas. Rani tak pernah bicara apapun apalagi tentang masalah rumah tangga kita mas. mas....tolong lepasin mas, sakit!"


"Kan aku sudah bilang jangan turut campur masalah pribadiku. urus saja masalahmu sendiri. mau aku pulang jam berapa atau tidak pulang sekalipun itu bukan urusanmu. kau itu hanya wanita penghianat yang sok polos."


Merasa genggaman tangan Varell sedikit melemah, Rani pun bergerak cepat menghindari sang suami dan seketika itu juga Varell menarik kembali tangan Rani, menariknya kasar lalu menghempaskan tubuh sang istri hingga terjatuh diatas lantai yang keras itu.


" Akhhh....auw aduh sakit, mas tolong Rani mas!" menggapai-gapai tangannya agar sang suami mau menolongnya. Mata Rani melotot kaget melihat tetesan darah yang mengalir dari pangkal pahanya sampai kebetisnya. ia pun semakin histeris takut terjadi sesuatu pada calon bayinya.


"arghh....mas tolong mas, anak kita mas." jatuh pingsan


Varell yang hanya terpaku melihatnya, tiba-tiba akal waras telah kembali. iapun panik dan langsung menggendong Rani lalu membawanya kerumah sakit.


 


"PLAKKK !! Bughh...


"Apa yang telah kau lakukan pada Rani hah? Laki-laki macam apa yang memperlakukan istrinya sendiri sekejam itu."


"Biadab kamu Rell... papa dan mama sangat kecewa, jika kau tidak bisa berubah. Maka Rani akan kami bawa pulang dan selamanya kau tidak akan pernah bertemu mereka."


"Pah....ma, maafkan Varell , aku khilaf ma, pa!" bersujud di bawah pergelangan kaki papa Tyo. namun papa Tyo langsung menghempaskan tangan Varell. mama Sandra hanya diam dengan airmata yang terus mengalir, ia juga merasa sangat kecewa dengan sang putra kesayangannya itu.


"Jika Rani mau memaafkanmu, maka kamipun tidak akan memisahkan kalian."


"Memohonlah padanya nak, jangan kau sakiti lebih dalam lagi dirinya. kasihan, hidupnya dimasa lalu sudah cukup menderita janngan kau menambah lagi luka dihatinya. Jadilah suami yang baik dan bertanggung jawab!" merekapun meninggalkan sang putra yang masih masih terduduk lunglai dilorong rumah sakit.

__ADS_1


"uhh...Mama, Bayiku ma??" meraba perutnya


"Rani....


__ADS_2