Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
79. Icip-icip sebelum halal


__ADS_3

Kesibukan di kediaman keluarga Brown tampak mulai terlihat. Karena esok hari adalah hari yang paling bersejarah bagi keluarga tersebut. Putra semata wayang dari Tn.Edward Brown dengan Nyonya Sintia Brown akan melepas masa lajangnya dengan menikahi seorang gadis cantik dan sederhana yang bernama Ayu.


Walaupun sang calon menantu bukanlah dari kalangan atas tapi, mereka tetap melaksanakan acara pernikahan yang sangat mewah dan mengundang seluruh kolega bisnis dari daddy Edward dan juga Zack sendiri. Ya, karena Zack telah mulai merintis usahanya sendiri dengan mendirikan perusahaan di bidang Migas.


Tampak di sebuah klinik perawatan kecantikan yang cukup ternama di Jakarta. seorang wanita muda cantik tengah menjalani berbagai perawatan kecantikan. Ayu tidak sendirian, dia di temani oleh Angela, adik dari Varell.


"Mbak Ayu bahagia kan menikah dengan kak Zack?jadi pingin cepat nikah juga deh?menjadi ratu sehari, paati sangat menyenangkan?" Angela tersenyum-senyum sendiri membayangkan tentang pernikahannya kelak.


Ayu hanya tersenyum tipis pada gadis belia yang selalu enerjik kapan pun dan di mana pun.


Setelah seharian memanjakan seluruh tubuhnya, Ayu dan Angela kembali ke kediaman keluarga Brown. Angela memang di tugaskan untuk menemani Ayu sang calon pengantin agar tidak kesepian.


Sedangkan paman Ayu yang berada di luar kota, sudah tiba sejak kemarin sore. Laki-laki parauh baya yang bernama Muhammad Haikal adalah adik dari bapak nya Ayu. Haikal yang akan menjadi wali nikah untuk Ayu. Karena hanya Haikal-lah saudara satu-satunya pengganti orang tuanya.


Malam hari sebelum hari H, Ayu tak bisa tidur. Matanya sama sekali enggan untuk terpejam. Entah mengapa, ia pun tidak tahu?


Pukul 12 malam,semua para pekerja telah beristirahat.Suasana kembali sunyi dan senyap. Ayu beranjak keluar kamar ingin menghirup udara segar malam hari.


Ia melihat taman belakang telah di sulap menjadi indah, dengan rangkaian bunga-bunga nan segar. Terdapat karpet merah di sepanjang jalan menuju ke tempat pelaksanaan ijab qobul. Dan juga deretan kursi para tamu yang akan menyaksilan prosesi sakral tersebut.


"Mengapa kau belum tidur?" Ayu tersentak kaget karena tiba-tiba saja ada yang menyentuh pundaknya. Dan suara orang yang begitu di kenalnya.


"Tu—tuan Zack!saya cuma mau ambil minum saja. Kalau begitu, saya permisi kembali ke kamar dulu!"


Baru saja Ayu berbalik badan dan melangkahlan kakinya masuk kembali ke dalam rumah, seketika tangannya di tarik oleh Zack dan membimbingnya untuk duduk di sebuah kursi panjang yang berada di pojok taman.


"Apa yang akan anda lakukan? tolong jangan berbuat macam-macam ya, tuan!kita belum mukhrim?" Ayu menjaga jarak duduknya.


"Eumm...begitu ya? jadi kalau besok setelah kamu sah menjadi istriku, aku boleh kan melakukan apa pun pada istriku nanti?" Bergeser sedikit demi sedikit mendekati sang calon istri.


"Hey, jaga jarak Tuan! anda sudah hampir melewati batas! dan lagi pula tak seharusnya kita bertemu seperti ini.Itu sangat di larang!" Menahan tubuh kekar Zack yang semakin mendekat hanya sekitar 30 centimeter darinya.


"Itu kan petuah dari para orang tua zaman dulu. kita kan kini hidup di zaman milenial, sayang!jadi ya..." Semakin merapatkan diri pada sang gadis dan itu membuat Ayu semakin kesal di buatnya.


"Stopp!!berhenti sampai di situ, jangan lebih mendekat lagi! jika tidak, aku akan berteriak dan seluruh orang akan terbangun!" Menahan dada Zack dengan kedua telapak tangannya.


Bukannya menjauh, tapi Zack malah semakin merapatkan diri pada tubuh mungil berisi sang calon istri.Dengan satu tarikan tangan, Zack meraih pinggang Ayu ke dalam dekapannya.


Membuat gadis itu bergidik ngeri. Ia takut akan terjadi hal-hal yang di inginkan oleh laki-laki mesum yang dalam hitungan jam akan segera menjadi suami sah nya.

__ADS_1


"Ayo, berteriaklah! katanya mau membangunkan semua orang? kalau aku sih malah sangat senang, dengan begitu kita pasti akan di nikahkan malam ini juga?dari pada terjadi hal-hal yang kita inginkan? bukan begitu, sayang?"


Berbisik tepat di daun telinga Ayu, sampai ia menggeliat geli. Dan Zack mengulum senyumnya merasakan reaksi tubuh sang calon istri yang ternyata sangat sensitif dengan sentuhannya.


"Siapa juga yang menginginkannya? itu cuma anda saja barang kali? Maaf saja ya Tuan, saya tidak berminat sama sekali?" Menatap jengah


"Oh, ya—benarkah itu? kamu sama sekali tidak tertarik dan menginginkan tubuh s*** suamimu ini?" Memuji dirinya.sendiri


"Masih calon Tuan, belum sah!" Ayu masih mengheliatkan tubuhnya, mencoba melepaskan diri dari kungkungan tubuh kekar Zack.


"Oke, baiklah. Aku akan dengan sabar menanti sampai esok hari. Ketika kita sudah sah menjadi suami istri dan kamu sudah halal untukku!"


Mendekatkan wajahnya tepat di pipi sebelah kanan Ayu dan ingin mendaratkan bibirnya di pipi mulus sang gadis.


Cup


Cup


Dan akhirnya bibir s*** itu pun mendrat dengan sempurna di kedua belah pipi Ayu. Gadis itu membeku tak menyangka Zack akan menyerangnya secara tiba-tiba.


"Ehem...ehemm! Hey, bocah nakal! apa yang kamu lakukan?main sosor saja, ingat belum boleh dan belum waktunya!"


"hehehe...Sorry mom, habis sudah tidak tahan sih?lagi pula Ayu juga kenapa malam-malam keluyuran di luar kamar, kan jadi memancing sesuatu,mom?" Menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.


"Ayu, ayo kembali ke kamarmu. Biar bocah nakal ini mommy yang mengurusnya!"


"Iya, nyonya!" Ayu beranjak dari duduknya dan hendak masuk ke dalam rumah. Namun, langkahnya terhenti ketika mommy Sinta mengatakan sesuatu?.


"Ayu, mulai saat ini panggil mommy bukan nyonya. Jika tidak, kamu akan mommy hukum juga seperti si bocah tengil ini!.


"Baik, Mo—mommy!" Ayu tersenyum kikuk, sedangkan si bocah tengil masih tersenyum nakal pada Ayu.


Mommy Sinta mengulum senyumnya, melihat ke polosan calon menantunya yang umurnya terpaut jauh dari sang putra.


Setelah Ayu berlalu, kini tatapannya beralih pada putranya. Mommy Sandra memberikan tatapan menghunus dan dia balas dengan cengengngesan di wajah tampannya.


"Kenapa kamu malah nyengir begitu? dasar bocah nakal, sudah sana kamu juga masuk kamar dan istirahat! jangan sampai besok kesiangan!"


"Siap, mom! hh...cuma icip-icip sedikit saja tidak boleh?mommy nih ngak ngertiin anaknya sekali deh." Zack menggerutu pelan namun, masih bisa di dengar oleh sang mommy.

__ADS_1


"Apa kamu bilang?icip-icip?belum sah dan bukan muhrim, sabar! Sudah sana!"


"Kalau belum di icip-icip, mana mungkin saat ini Ayu sudah tekdung kan, mom?" Zack masih berceloteh ketika melangkah. Dan langsung kena keplakan di kepalanya.


"Aduhh, mommy...sakit tahu?!"


"Rasakan bocah tengil!"


Fajar pun telah menyingsing, kesibukkan kembali melanda di kediaman keluarga Brown. Di sebuah kamar, Ayu tengah di rias oleh MUA. Begitupun mommy Sinta juga tengah berdandan di kamarnya.Semua persiapan telah selesai dengan sempurna.


Zack ternyata bangun kesiangan, karena sejak pertemuannya dengan sang pujaan hati. Ia sama sekali tak bisa tidur. hingga pukul 3.00 pagi ia baru bisa tertidur pulas.


Baru saja ia keluar dari kamar mandi dengan masih mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.Tiba-tiba ia terkejut dengan hadirnya sang sahabat satu servernya. siapa lagi kalau bukan si usil Doni.


"Astaga...Doni, bikin kaget aja loe!" Memegang dadanya


Si Doni malah terkekeh geli melihat wajah bengek Zack saat terkejut.


"Malah ketawa lagi loe, ngapain loe pagi-pagi dah sampe aja? udah muncul tiba-tiba kayak penampakan?"


"Anj** loe,Zack. Masa' gue di sama'in kayak mahluk tak kasat mata? ada juga elo yang error, masa' calon pengantin bisa sampe kesiangan begini? semalam emang loe ngapain aja sih?begadang?"


"Semalam habis icip-icip malah ngak bisa tidur gue, Don?!" Memasang wajah memelas tapi, tersnyum smirk.


Doni memelototkan matanya tak percaya akan ucapan sahabatnya itu.


"Gila loe Zack, belum sah woy? dan belum halal juga Ayu buat loe sentuh."


"Lah, memang kenapa? no problem kan?icip-icip sebelum halal, trus apa salahnya?tuh, si Rangga aja sama Maima pake dp dulu juga?"


Memicingkan matanya dan menatap Zack penuh selidik?


"Juga...? maksudnya loe juga nge dp–in Ayu juga? jadi sekarang Ayu...?" Dan di jawab anggukkan kepala oleh Zack.


"Astaqfirullah haladzim, tobat—tobat Zack!"


"Dasar, edan loe Zack!"


Tbc

__ADS_1


__ADS_2