
Maima dan Zack berlari menelusuri lorong rumah sakit menuju keruang perawatan Rani.
Setelah mendapatkan pemberitahuan dari pusat informasi di lobby rumah sakit, melangkahkan kakinya dengan sangat tergesa-gesa hingga tanpa sadar Zack menggenggam erat tangan kanan Maima.
Namun ada seorang pria yang terlihat geram mengepalkan kedua telapak tangannya, entah mengapa ia begitu tidak menyukainya. Ya, laki-laki itu ternyata adalah Rangga.
Sebenarnya tadi ia juga berniat ingin menemui Maima, akan tetapi dirinya malah kalah cepat dari Zack.
"Hei, Ngga....ngapain loe bengong disini? O...loe liat apaan sih, serius amat?" Rangga terkejut karena tiba-tiba ada menepuk pundaknya. refleks iapun menoleh kearah belakang dan wajahnya berubah kesal karena ternyata orang itu adalah Doni.
Doni juga baru sampai dirumah sakit itu, ia datang bersama dengan Angela.
Doni mengikuti arah pandang Rangga yang tampak begitu serius mengamati dua orang sedang berdiri didepan sebuah ruang rawat inap pasien.
"ck....dasar loe Don, kerjaan bikin kaget orang aja." bersecak sebal.
" Nah elo juga ngapain malah mengendap-endap seperti maling aja, bukannya langsung kesana aja.Yuk, kita susul mereka!"
"Loh, kalian kesini juga? ada apa sih memangnya? Rangga mengernyitkan keningnya bingung.
Doni dan Angela yang malah berpikir aneh dengan pertanyaan Rangga. kenapa laki-laki itu malah bertanya balik? apa sebenarnya Rangga belum mengetahui perihal kejadian yang menimpa Rani.
"Kak Rangga kesini juga mau menjenguk kak Rani kan?" tanya Angela
"Rani, apa yang terjadi dengan Rani ngel? sorry, beneran kakak belum tahu.Jelaskan Rani kenapa ngel, Don?"
Betapa terkejutnya Rangga ketika mengetahui bahwa Rani dirawat dirumah sakit ini.
"Siang tadi kak Rani mengalami kecelakaan, tertabrak mobil kak. Dan kak bayinya harus segera dilahirkan akibat kecelakaan itu. mama bilang sekarang kak Rani koma."
Angela mulai terisak, dan Doni langsung merangkul lalu memeluknya erat tidak perduli padahal ada Rangga dihadapan mereka.
"ehem....Ayo, kita lihat Rani. malah peluk-pelukkan!" Rangga hanya menggeleng melihat adegan dua sejoli itu.
"Eh, iya kak Rangga mari." Angela jadi salah tingkah ketika menyadari kalau ia dan Doni terlalu hanyut dalam perasaan.
Dan merekapun melangkah menuju ke ruangan tempat Rani dirawat.
__ADS_1
Tok tok tok
ceklek.... mama Sandra membuka pintu dan menemui ketiganya.
"Kalian sudah datang. tunggu disini sebentar, Maima dan Zack sedang ada didalam. kalau mau menjenguk Rani harus saling bergantian."
"Maaf tante, sebenarnya apa yang telah terjadi sampai Rani bisa tertabrak mobil dan dimana Varell pada saat kejadian itu?"
Rangga ingin menuntaskan rasa penasarannya dengan terus memberondong pertanyaan pada mama Sandra.
Doni dan Angela pun jadi merasa aneh dengan reaksi yang terlalu berlebihan laki-laki itu. Mama Sandra menghela nafas sejenak, lalu menjawabnya.
" hh....begini ya nak Rangga, sebaiknya sekarang kita jangan terlalu membahas akan hal ini. apalagi sampai mengusik masalah yang menyangkut mereka. Rasanya tidak etis jika kita terlalu menyudutkan Varell. Karena dialah yang paling terpukul atas musibah ini."
Mama Sandra mencoba memberikan pengertian pada Rangga dan juga untuk yang lainnya.
ceklek
Maima dan Zack telah selesai dan keluar, lalu mama Sandra mempersilahkan Rangga, Doni untuk masuk terlebih dahulu karena mama Sandra ingin membicarakan sesuatu pada Angela.
Maima agak kaget melihat kehadiran Rangga, namun sebisa mungkin ia mengontrol kejolak dihatinya.
Ia merasa aneh dengan reaksi Rangga dengan sorot matanya yang terlihat marah ketika menatap dirinya dan juga Zack.
"Kak Rangga kenapa sih, kok liatinnya kayak gitu. memangnya aku bikin salah apa padanya? kenapa tatapannya terlihat semarah itu?" Maima bermonolog dalam hati.
"Oh ya Don, kata Varell setelah ini ada yang ingin dibicarakan pada kita bertiga."
Zack menyampaikan pesan yang tadi diucapkan Varell padanya. Rangga dan Doni lalu masuk kedalam.
Pemandangan pertama yang dilihat keduanya yaitu tubuh Rani yang terbaring lemah tanpa ada gerakan apapun. hanya terdengar suara mesin menunjang kehidupan untuk si pemilik tubuh yang tak berdaya itu.
Varell masih tetus setia berada sisi istrinya. Tangannya selalu tak lepas menggenggam erat jemari mungil nan halus itu.
"Rell, semoga Rani segera sadar dan pulih kembali ya. sabar ya bro!" Doni menepuk pelan punggung Varell.
Varellpun hanya mengangguk membalas perkataan Doni. Sedangkan Rangga hanya terdiam membisu melihat keadaan Rani yang sungguh membuat hatinya hancur.
__ADS_1
Wanita yang selalu dikaguminya sekarang tergeletak tak berdaya diatas brankar rumah sakit.
Rangga menatap sinis kerah Varell dan itu tak luput dari penglihatan Doni. Doni langsung menepuk pundak Rangga.
"Don, Ngga.... gue mau bicara pada kalian!" Varell bangkit dari duduknya dan berjalan keluar diikuti oleh kedua sahabatnya itu. Setelah berada diluar pintu, Varell mengajak ketiga sahabatnya itu ketempat yang sedikit jauh dan nyaman dari lalu-lalang orang.
"Mai, kamu tunggu disini sebentar ya. jangan pulang dulu!" Maima pun mengangguk menuruti perintah dari Zack. Rangga melirik sekilas pada gadis itu lalu kembali berjalan mengekori ketiganya.
‐--------------
Mereka duduk berjejer dikursi yang berada dilorong rumah sakit. karena sudah malam, suasana pun sudah nampak sepi.
"Guys, gue minta tolong pada kalian. dan terutama elo Don. Selidiki siapa laki-laki yang mengaku-ngaku sebagai kekasih Rani. Dan gue yakin itu semua bohong. gue curiga sama Amanda. sebab sebelum kejadian, Amanda tiba-tiba datang dan membuat drama baru hingga membuat Rani jadi salah faham. Wanita ular itu menjebak kami sekali lagi. Dan untuk eloe Don, tolong loe handle dulu semua urusan kantor! gue masih belum bisa konsentrasi."
"Iya beres Rell, tenang aja. Dan serahkan semuanya pada kita bertiga. Wanita ular dan laki-laki itu biar kami yang urus. loe Fokus sama kesehatan Rani dan baby saja dulu." Doni
"Rencana balas dendam ini harus berhasil." Varell
"Sorry Rell, sebenarnya banyak yang mau gue tanyain soal apa yang terjadi pada Rani, tapi...." ucapan Rangga terhenti ketika Zack yang langsung menginterupsinya.
"Ngga....!" menggelengkan kepalanya memberi kode agar Rangga berhenti berbicara. Rangga pun mengerti dan terdiam kembali.
"Oke, kalau begitu. Thanks ya guys. gue sangat menghargai banget segala bantuan dari kalian. hanya kalian yang bisa gue andalkan." Dan mereka satu persatu memeluk Varell.
"Ayo Mai, kita pulang sekarang!" Zack menarik tangan Maima berjalan menuju keluar rumah sakit. setelah sebelumnya mereka berpamitan pada Mama Sandra.
Kini mereka berempat berada ditempat parkir mobil. Doni pamit lebih dulu dan melajukan mobilnya. saat ini hanya tinggal mereka bertiga Zack,Maima dan Rangga. Maima terlihat kikuk berada diantara dua pria tampan yang keduanya saat ini sedang menatapnya intens. Apa lagi melihat tatapan tajam Rangga yang membuatnya jadi semakin canggung. dadanya berdegup kencang. iapun tak berani menatap pada keduanya, ia lebih memilih menunduk. Hingga ucapan yang secara bersamaan kedua pria itu mengagetkannya.
"Mai, ayo masuk!" Zack
Mai, ayo kita pulang!" Rangga
"Hah....?" Maima
Yang membuat Maima jadi semakin salah tingkah adalah ketika kedua pria itu yang menjulurkan tangan kepadanya. Seketika itu juga wajahnya memucat.
__ADS_1
Tbc