
Sebelum masuk ke dalam mobil sovie mendengar namanya di panggil dan dia melihat ke arah suara yang memanggil nya itu.
dan ternyata itu adalah Foni Dan Tantia kedua sahabatnya.mereka dapat kabar dari kak Fira karena ketika mereka menelpon ke nomor sovie nomornya tidak aktif.dan mereka langsung nelpon ke kak Fira dan mereka sangat terkejut mendengar semua yang di katakan oleh kak Fira.
"yaampun Vie,kok kamu gak ngabarin kita sih kalau kamu itu lagi ada masalah"kata Foni yang langsung memeluk sovie."iya,maaf ya soalnya aku sibuk banget"kata sovie membalas pelukan Foni.
disusul dengan pelukan dari Tantia "maafkan kami ya,kami gak ada di saat kamu sedang bersedih"kata Tantia sambil melepaskan pelukannya begitu juga dengan foni.
"udah-udah nantik aja lanjut kangen-kangennya sekarang kita berangkat dulu"kata kak Arvin yang tiba-tiba bersuara karena dari tadi dia tidak bersuara mungkin karena merasa bersalah di dalam hatinya.
mereka pergi menuju ke rumah keluarga SANJAYA perjalanan ke sana membutuhkan waktu setengah jam.
dan sesampainya mereka di sana mereka sangat terkejut melihat rumah yang sangat luas tinggi serta damai karena di belakang dan samping rumah banyak pepohonan yang rindang.rumahnya begitu megah,
mereka di sambut dengan hormat oleh para pelayan.
__ADS_1
setelah mereka sampai semua mata para tamu tertuju pada sovie yang sedang di gandeng oleh bang Arvin,sovie terlihat sangat cantik dan anggun bahkan vino yang sudah duduk di dekat penghulu tertegun melihat ke arah Sovie.
Sovie duduk di sampai Vino dan ijab Kabul segera di laksanakan.setela semua yang ada di sana mengatakan"sah"maka Sekarang sovie sudah menjadi istri Vino.
setelah acara Bersalaman keluarga.
mami dan papi Vino langsung berpamitan untuk segera berangkat ke bandara karena hari sudah sore. Sovie dan Vino langsung pulang ke rumah pribadi milik vino,tentu saja mereka pulang setelah semua tamu pada bubar.
didalam perjalanan tidak ada yang berbicara.
sovie heran kenapa sikap dia tiba-tiba berubah menjadi dingin dan pendiam(gumam sovie dalam hati)
Sovie tertegun melihat rumah mewah tiga tingkat, yang ada di depannya sekarang ini.
Rumahnya sangat luas tidak jauh berbeda dari rumah tuan Sanjaya namun bedanya di samping rumah ini ada satu rumah lagi rumah itu tampak minimalis namun terdiri dari dua tingkat di depan rumah itu ada taman .
__ADS_1
lamunan sovie pecah setalah namanya di panggil oleh Vino.
"nona SOVIE ANANDA PUTRI,mau sampai kapan kau berdiri di luar, apakah kau mau tidur di luar malam ini?"ucapnya tegas dan dia langsung masuk ke dalam rumah.
salah satu pelayan menghampiri ku"nyonya mari saya antar ke kamar anda"katanya dengan sangat sopan,aku hanya mengikuti nya dari belakang dia menuntun ku ke dalam lift.lift berhenti di lantai dua,pelayan itu mengantar ku sampai di depan kamar"nyonya ini kamar nyonyo, jika ada apa-apa panggil saja saya nyonya"ucapnya dengan nada lembut dan sopan.
"tidak usah memanggil ku nyonyo panggil saja nona aku tidak setua itu untuk kau panggil nyonya,Oia siapa nama mu?"tanya sovie sambil tersenyum.
"baiklah nona nama saya bibi Rini ,jika nona membutuhkan apa-apa panggil saja saya kalau begitu permisi"ucapnya lalu tersenyum pergi.
aku pun masuk ke dalam kamar tersebut. ternyata itu kamar aku sendiri untung saja aku tidak sekamar dengan si gunung es itu.
kalau sekamar bisa-bisa beku aku heheh (gumamnya dalam hati).
kamar itu luas ada TV ada meja belajar dan laptop.
__ADS_1
sovie heran kenapa secepat itu si gunung es menyiapkan barang-barang fasilitas miliknya bahkan di meja rias sudah banyak terdapat berbagai macam make up dan di lemari sudah banyak baju wanita seperti baju tidur, dress dan lain'.mungkin Tante Tari yang nyuruh pelayan buat nyiapin semua ini(gumamnya dalam hati).
#semoga suka yaa gaes 😊