Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
30. Koma


__ADS_3

Varell berlari merengkuh tubuh istrinya yang terkapar diaspal jalan. Rani sudah tak sadarkan diri, Varell sangat terkejut melihat darah yang mengalir sampai kebetis Rani.


Ditengah kepanikan ia langsung membopong tubuh istrinya, berlari menuju kemobilnya dan menuju ke rumah sakit.


Setelah mendapatkan pertolongan pertama di ruang IGD, dokter pun memanggil Varell untuk keruangannya. Dokter menjelaskan keadaan Rani yang harus segera dioperasi. Varell menyetujuinya lalu menandatangani surat persetujuan untuk melaksanakan operasi cesar. Tim dokter dan para perawat yang akan menangani operasi Rani pun tengah bersiap-siap dan segera mumulainya. Dengan tangan yang masih gemetaran, Varell menghubungi mama Sandra.


"Ma, Rani ma....Rani?" Varell mengatur nafasnya dan dadanya yang masih berdegup kencang. bahkan tubuhnya terasa lemas tak bertenaga, menyaksikan kejadian yang begitu menakutka n tepat didepan matanya.tubuh istrinya yang terpental akibat tertabrak oleh sebuah mobil yang melaju begitu kencang. Terjadi begitu cepat dan ia sangat menyesal tak bisa menghentikannya.


"Varell, ada apa. Rani kenapa? jawab mama nak jangan diam saja!" mama Sandra mulai merasa ada yang tidak beres dari ucapan putranya yang terbata-bata.


"Rani kecelakaan ma, tertabrak mobil. aekarang sedang dioperasi."


"APA....kenapa bisa terjadi Rell? sudah sekarang kalian dirumah sakit mana, mama sama papa kesana sekarang?"


"Di RS Medistra ma."


Mama Sandra langsung menghubungi papa Tyo agar segera pulang dan menjemputnya. Papa Tyo pun tak kalah terkejutnya. Namun papa Tyo bisa mengontrol emosinya dan menenangkan istrinya. Mereka berjalan menelusuri lorong rumah sakit mencari ruang operasi. melihat Varell yang sedang duduk tertunduk lesu membuat membuat kedua orang tuanya pun ikut merasakan kesedihan putranya.


"Sayang, bertahanlah bersama anak kita. maafkan aku sayang." batin Varell menangis


"Varell....!" Mama Sandra langsung berhambur dan memeluk Varell menguatkan sang putra dalam menghadapi musibah yang dialami.


"Kita do'akan Rani dan baby boy semoga keduanya selamat dan semua akan baik-baik saja nak, kuatkan hatimu!" mama Sandra sambil terisak. Papa Tyo hanya bisa memandang istri dan putranya dengan raut wajah sedih.


"Angela mana ma?" Varell menanyakan adiknya yang tak terlihat bersama orang tuanya.


"Adikmu masih disekolah, mama belum memberitahunya.nanti setelah pulang sekolah biar pak sosro yang mengantarnya kesini.


Akhirnya operasinya telah selesai, pintu ruang operasi terbuka dan keluar dua orang perawat yang sedang mendorong sebuah box inkubator yang berisi bayi mungil didalamnya. Varell, mama Sandra dan papa Tyo pun langsung mengehentikannya sejenak ingin melihat anak dan cucu mereka. Bayi yang masih merah itu terlihat begitu kecil. Jari jemari mungilnya bergerak lembut. Tak terasa air mata mulai runtuh diwajah tampan seorang ayah dari bayi mungil itu.

__ADS_1


"Baby boy, ini ayah sayang." menyentuh kaca inkubator.


"Maaf Bapak, ibu. dedek bayinya alhamdulillah sehat. hanya bobot tubuhnya saja yang masih kurang.Jadi sampai berat badannya sudah normal dedeknya harus tetap didalam inkubator. Bapak dan Ibu bisa melihatnya lagi di ruangan perawatan bayi ya, permisi."


Dokter keluar dari ruang operasi, lalu menghampiri mereka. Papa Tyo langsung menanyakan keadaan Rani.


"Bagaimana keadaan putri kami dok?"


"Iya begini Bapak, Ibu. Ibu Rani tadi sempat mengalami pendarahan, Alhamdulillah hal itu sudah bisa kami tangani dan pendarahannya sudah terhenti. Namun akibat benturan keras di bagian kepalanya, Ibu Rani mengalami gegar otak dan saat ini masih belum sadarkan diri. Jadi kita hanya bisa menunggu dan berdo'a agar Ibu Rani segera sadar dari komanya." Tubuh Varell seketika lemas dan kepalanya terasa pusing. mungkin juga karena sejak siang perutnya belum terisi makanan sedikitpun. Tak kuat menerima kenyataan akhirnya Varell pun jatuh bersimpuh diatas lantai. ia menangis sesegukkan, dan mama Sandra kembali merengkuh tubuh sang putra agar bangkit dan mendudukkannya diatas kursi.


"Sayang, jangan seperti ini. kuatkan dirimu demi Rani dan anak kalian! pasti kamu belum makan dari tadi siang bukan, biar mama carikan makanan ya!?"


"Tidak ma, aku tidak lapar. bagaimana bisa aku makan ma. mengetahui keadaan Rani seperti itu. ini semua salahku ma, aku memang bodoh....bodoh! selalu saja melakukan kesalahan yang sama." Varell memukul-mukul kepalanya sendiri. Mama Sandra pun menghentikannya dengan menarik tangan putranya.


Pintu ruangan operasi terbuka kembali dan Rani tengah terbaring diatas brankar dengan beberapa alat bantu yang terpasang ditubuhnya. beberapa perawat mendampinginya dan akan dipindahkan keruang perawatan.


"Rani....Sayang!" Varell dan kedua orangtuanya pun mengikuti Rani menuju keruang perawatan .


Sementara itu ditempat lain, Maima tengah gusar karena sejak siang tadi ia tidak bisa menghubungi Rani. Entah mengapa perasaannya tiba-tiba tidak enak. Gadis itu bingung harus bertanya dengan siapa? akhirnya ia memutuskan untuk menelpon Zack untuk menanyakan nomer telpon Varell suami Rani.


"Assalamuallaikum kak, aku boleh minta tolong kak? "


"Tentu saja boleh dong manis, mau minta tolong apa hmm....?


"Itu....boleh minta no. telponnya suami Rani kak?"


"Varell? untuk apa?" Zack mengernyitkan dahinya


"Begini kak, dari tadi siang sampai sekarang aku tidak bisa menghubungi Rani. aku takut terjadi seauatu padanya kak." Suara Maima terdengar sangat panik

__ADS_1


"Hei...hei, tenanglah.oke, sebentar aku akan menghubungi Varell!"


Zack pun langsung menelpon Varell dan yang mengangkatnya adalah mama Sandra. Ya, karena ponsel Varell mama Sandra yang memegangnya.


Keadaan Varell yang masih syok, dan tak memungkinkan untuk menerima panggilan dari siapapun.


Mama Sandra memberitahu Zack bahwa Rani mengalami kecelakaan dan saat ini sedang berada dirumah sakit Medistra. Setelah itu Zack pun memberitahu Maima, Gadis itu tak kalah syoknya, ia sampai menangis histeris dan Zack juga ikutan panik karena mendengar tangisan Maima.


"Maima....Maima, tenang manis! sekarang kamu dimana, aku akan menjemputmu. kita kerumah sakit bersama, oke!"


"Aku masih didepan Restauran kak, baru saja mau pulang." Jawabnya masih terisak


"Oke, sekarang kamu jangan kemana-mana. aku akan segera menjemputmu, kamu mengerti kan Mai?" diseberang sana Maima pun mengiyakan sambil mengangguk.


Tak berapa lama, Zack telah sampai depan Restauran tempat Maima bekerja. Laki-laki tampan itu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Maima.


Ia melihat maima sedang tertunduk lesu di halte bis yang letaknya tak jauh dari Restauran.


Zack menjalankan mobilnya kembali menghampiri Maima.


"Maima....ayo kita kerumah sakit sekarang! naiklah!" Zack menarik tangan Maima dan menyuruhnya untuk maauk ke dalam mobil.


Mereka tak menyadari bahwa ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka. orang itupun juga bergegas menjalankan mobilnya mengikuti mereka.


"O....Jadi gadis yang sedang diidekati oleh Zack adalah Maima, kecurigaanku ternyata benar. mau kemana mereka? aku harus mengikuti kemana mereka pergi!"



__ADS_1



__ADS_2