
Hari ini pasangan pengantin baru Zack dan Ayu akan berangkat untuk bwrbulan madu. Merka akan bertolak ke negara Spanyol dan Barcelona adalah kota tujuannya untuk menikmati masa bulan madu mereka.
Mommy Sinta dan Daddy Edward mengahantarkan kepergian anak dan menantunya di bandara internasional Soekarno Hatta.
"Mom, dad, kami berangkat ya! kami janji setelah kembali dari berbulan madu di jamin Ayu akan langsung hamil. Kami akan bekerja siang dan malam untuk bercocok tanam.Bibit premium pasti tokcer lah dad, lihatlah hasilnya? gagah, ganteng dan perkasa tentunya. Ya ngak dad?" Melirik mommy Sinta lalu beralih ke istrinya yang tengah tersipu malu dan langsung mendapat tepukkan di bokong s***nya.
"Aww, mom! hati-hati itu adalah aset berhargaku. Lagi pula malu mom aku ini sudah dewasa, kalau Ayu sih no problem malah senang? iya kan my baby sweety?"
Cup
Mengecup singkat bibir ranum Ayu langsung di saksikan oleh mommy dan daddy nya. Membuat wajah ayu semakin memerah bak tomat masak.
"Abang, malu ah? itu di lihat mommy dan daddy juga banyak orang yang berlalu lalang malu dong bang?" Ayu mencubit gemas perut Zack
"Iya, maaf ya! habisnya abang gemes dan ngak tahan pingin selalu merasakan bibir manismu sayangku."
"Ih, modus si abang?"
Kedua orang tua mereka pun hanya bisa menghelengkan kepalanya tak tahu lagi harus apa dengan kebucinan putra semata wayang mereka.
ting
Rani melihat ada pesan masuk di ponselnya ia langsung membukanya. Ternyata itu dari Ayu. Gadis itu, ah sekarang Ayu bukanlah seorang gadis lagi! dia telah menjadi istri dari seorang Zack, pengusaha muda yang sukses dan begitu di kagumi banyak orang.
"Assalamuallaikum mbak Rani. gimana kabarnya? maaf ya, Ayu baru sempet kasih kabar. Ayu kangen sekali sama baby Rava."
"Oh, ya mbak. Ayu pamit ya mau pergi berbulan madu ke Barcelona, abang Zack yang sangat ingin ke sana. katanya tempatnya sangat indah dan romantis. Do'a kan ya mbak agar Ayu secepatnya hamil karena mommy dan daddy begitu menginginkan seorang cucu. Ayu takut mengecewakan mereka."
"Terima kasih ya mbak Rani atas segalanya!oh ya, mbak mau di bawakan oleh-oleh apa? mbak, sudah dulu ya Ayu sudah di panggil bang Zack. da da!"
__ADS_1
Rani tersenyum bahagia. Ia pun tidak pernah menyangka bahwa gadis yang selalu membantunya merawat putranya sekarang telah meraih kebahagiaan dengan laki-laki sebaik Zack.
"Ada apa sih Sayang kok senyum-senyum sendiri? siapa memang yang ngechat kamu?" Varell penasaran juga dengan siapa istrinya itu saling berkirim pesan.
"Oh, ini Ayu mas.Dia cuma mau pamitan, hari ini mereka akan pergi berbulan madu ke Barcelona, Spanyol. Kak Zack itu ternyata romantis juga ya.Jadi kepingin deh pergi berbulan madu juga?" Rani tersenyum-senyum berkhayal bagaimana rasanya berbulan madu.
"Sepertinya ada yang sedang iri nih? kepingin pergi berbulan madu juga ya?hmm...boleh-boleh, malah harus itu secara kita kan belum sempat karena suatu hal? maaf kan mas ya! dulu tidak pernah bersikap baik, mas malah selalu menyakitimu."
Wajah Varell berubah sendu mengingat akan perlakuan kejamnya pada sang istri di masa lalu.
"Sudah mas, jangan di ungkit lagi! yang lalu biarlah berlalu sekarang yang terpenting kita songsong masa depan bersama keluarga kecil kita.Rani bahagia kok, apa lagi sekarang mas sudah benar-benar mencintai Rani." Menggenggam lembut tangan Varell dan bergelayut manja di pundak suaminya.
"Sayang, ini masih pagi loh? jangan seperti ini, nanti mas bisa telat ke kantor?"
"Loh, kenapa bisa telat? memangnya ada yang ingin mas kerjakan? sini, Rani bantu.biar cepat rampung!"
Rani sepertinya masih belum menangkap apa maksud dari suaminya.
"Hah, jadi yang mas maksud itu adalah..."
Varell mengangguk dan sudah tak kuasa lagi menahan hasratnya. Ia pun mulai beraksi dengan menguasai permainan dan Rani hanya pasrah saja menikmati segala sentuhan memabukkan yang sayang untuk di tolaknya.
"Mas, sudah mau selesai belum? nanti baby Rava keburu datang, dia pasti sudah kehausan ingin minta mimik?" Sambil menahan suara d******nya karena malu kalau sampai ketahuan ber–iya iya di pagi hari.
"Iya, sebentar lagi sayang, sudah kamu diam saja! menganggu konsentrasi mas nanti malah bisa ngak selesai-selesai loh?" Terus memacu dengan mengerahkan seluruh tenaganya agar cepat menuntaskan permainan mereka di pagi hari ini.
"Arghh...su—dah sayang, oh...lega-nya!" Berguling di samping istrinya dengan nafas yang masih tersengal-sengal.
Rani segera beranjak masuk ke kamar mandi untuk mandi sesi ke dua akibat dari perbuatan suami mesumnya itu.
Varell yang melihat Rani ingin masuk ke kamar mandi pun segera berlari lalu menahan pintu dengah sebelah kakinya yang akan tertutup.
__ADS_1
"Akh... mas, apa-apaan sih? Rani mau mandi tahu, mas mau apa lagi?" Rani sudah panik saja, apa lagi ketika melihat seauatu di bawah tubuh Varell, ia sampai menelan salivanya.
"Hush, mau apa? ya mau mandi lah. Eh,jangan-jangan malah kamu ya yang sedang berpikir yang iya iya? kalau begitu, ayo mas ngak bakal nolak loh!" Menerobos masuk di saat Rani lengah.
"Ngak! mandi saja. tidak ada tambah menambah? bisa-bisa sampai sote kita ngak keluar kamar?" Berdecak sebal dan memasang wajah waspada.
"hahaha...iya, sayang. Gila apa, mas juga masih tahu situasi dan kondisi kalau mau minta jatah. Kalau yang ini kan anggap saja quick s** in the morning!" Mengedipkan matanya sambil membantu menggosok punggung istrinya.
Mereka akhirnya keluar juga dari dalam kamar mandi dan sudah tampak segar dengan rambut yang masih basah.
"Sini sayang, biar mas bantu keringkan!"Mengambil alih hair dryer dari tanga n sang istri lalu mulai mengeringkan rambut panjang Rani yang hitam dan tebal.
Tak berapa lama terdengar ketukkan pintu dan suara mama Sandra.
tok tok tok
"Rani, apa mama boleh masuk? ini Rava sepertinya haus mau minta mimik?" Mama Sandra tentu saja tak akan berani langsung membukanya dan masuk karena ia tahu kalau Varell juga masih berada di dalam kamar.
"Iya, sebentar ma!" Rani langsung bergegas mengenakan pakaiannya karena ia hanya memakai dalaman dan bathrobe saja.
Varell hanya mengulum senyum dan menahan tawanya melihat Rani yang terburu-buru memakai dress nya. Rani yang tak sengaja menoleh dan melihatnya langsung saja memelototinya. Dan Varell malah cekikikan.
Setelah selesai Rani menuju ke pintu dan membukanya.
kriett
"Maaf ma, Rani tadi baru sel..."
"Iya, sudah mama ngerti. Pasti itu perbuatan papa nya Rava kan? tuh lihat saja wajah bucinnya!"
Dan sangbtersangkanya hanya duduk manis sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
Tbc