
Sang gadis pujaan yang telah sah menjadi istri nya itu kini tengah dalam penguasaan sang mommy. Malam pengantin berubah nelangsa bagi Zack.
Bahkan hingga menjelang tengah malam ia tak bisa tidur. Bayang-bayang tentang indahnya malam pertamanya dengan Ayu sirnalah sudah. Dan itu akibat perbuatan dari mommy nya sendiri yang seenaknya membawa pergi istrinya.
Tubuhnya berguling ke kanan dan ke kiri lalu mènengadah menatap langit-langit kamar.
"Hh...kenapa jadi malah seperti ini sih? sial—ini akibat kesalahanku sendiri, kenapa waktu itu aku bilang kalau Ayu hamil,sih?" Zack mengacak-acak rambutnya frustasi.
🎵🎶
Suara deringan telepon mengalihkan pikirannya. Zack meraih ponselnya yang berada di meja nakas. Melihat siapa si penelpon lalu menjawabnya.
"Hmm— ada apa?"
"Wih...galak amat bro!sorry, gue ganggu ya?apa kalian sudah mulai bercocok tanam?baru nanggung ya?" Doni terkekeh mendengar nada suara Zack yang terdengar kesal.Ia menebak bahwa sahabatnya itu sedang melakukan yang iya iya?
"Boro-boro bercocok tanam, mulai ngegarap aja belum sempat?ini semua gara-gara mommy!"
"hahaha...Iya-kah?Jadi malam pertama kalian dapat gangguan dari tante Sinta?miris nasibmu bro, terus malam ini nganggur dong si otong?" Doni kembali tertawa terbahak-bahak mengejek kesialan Zack.
"Sialan loe Don, malah ngetawain lagi.Bukannya kasihan sohibnya sedang galau? " Semakin kesal
"Iya—iya, sorry ya Zack! gue ngak bermaksud mengejekmu kok, gue turut prihatin aja sama nasib si otong yang ngak jadi berpetualang?"
"Terus aja ngece loe Don! sudah, mending elo ke sini aja. Temenin gue!"
"Astaqfirullah, Zack. Gue masih normal kali, masa' loe mau jadiin gue partner bertempur?sorry Zack, gue ngak bisa!"
"Heh, jones—gue juga masih normal.Kalau tidak buat apa gue nikahin Ayu?sudah, datang kesini! gue mau curhat?"
"Oke—oke, pengantin baru nelangsa!" Doni kembali tertawa lalu mengakhiri panggilannya.
tok tok tok
"Hallo, pengantin baru yang lagi hangat-hangatnya!?" langsung menyelonong masuk dan duduk di tepi ranjang pengantin yang masih rapi.
Zack kembali merebahkan diri diatas tempat tidur. Ia kembali menatap langit-langit kamar dengan menghela nafas panjang.
Doni dapat melihat kalau sahabatnya itu tengah gundah gulana, baru saja menikah akan tetapi tidak dapat menikmati malam pertamanya.
"Sebenarnya ada apa sih Zack? kenapa tante Sinta sampai merusui malam pertama kalian? kali ini gue harap elo harus jujur dan jangan ada yang loe sembunyikan!"
Zack bangkit dan duduk. Sejenak ia menghirup udara dan menghembuskannya berat. Ia menatap Doni, lalu mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Begini Don, sebenarnya gue sudah melalukan suatu kebohongan sama mommy dan daddy. Gue bilang ke mereka kalau Ayu sedang hamil anak gue. Itu gue lakuin supaya mereka merestui kami untuk menikah.Nah, sekarang malah gue yang kena batunya. sial—sial!" Mengusap wajahnya kasar.
__ADS_1
"Wadu, nekat juga loe Zack. Jadi, tante Sinta sama om Edward tahunya kalau Ayu sekarang sedang mengandung anak loe? nah , loe ngak mikir gimana kedepannya? dua bulan, tiga bulan, empat bulan dan bulan-bulan berikutnya. Memangnya perut Ayu bisa membesar begitu saja? ngak ada baby nya juga di dalam perutnya? Hayo, gimana tuh?" Doni menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Itulah yang bikin gue pusing, Don? Tapi, gue dah punya jalan keluarnya?" Zack tersenyum menyeringai.
"Curiga gue lihat gelagat loe? apa jalan keluarnya?" Doni memicingkan matanya menatap curiga pada sahabatnya itu.
"Jalan keluarnya cuma satu, yaitu gue akan benar-benar menghamili Ayu sesegera mungkin supaya daddy dan mommy tidak curiga! bagaimana, briliant kan ide gue?" Mengedipkan matanya.
"Briliant—briliant gundulmu? terus menurut loe apa si Ayu mau loe hamilin? secara dia kan jutek banget sama loe, Zack! gimana coba caranya loe bisa bercocok tanam di lahannya?" Doni pesimis jika Zack bisa merealisasikan kebohongannya.
Zack kembali merebahkan tubuhnya, sambil mengulum senyumnya. Entah apa yang sedang di rencanakannya.
"Ya sudahlah! semoga berhasil!tapi, ya gue ngak yakin kalau loe bisa sih? gue cabut sekarang, ada hal yang lebih penting yang harus gue kerjakan!?" Beranjak menuju ke pintu lalu keluar.
"Yes, pokoknya besok gue harus mulai menjalankan rencana untuk memproduksi baby ! harus bisa, semangat Zack!"
menyemangati dirinya sendiri.
---------‐------
Pagi hari-nya Ayu kembali ke kamar pengantinnya. Ketika masuk, ia melihat Zack masih terlelap. Perlahan Ayu membuka tas nya untuk mengambil baju ganti. Setelah itu ia berjalan mengendap-endap menuju ke kamar mandi, masuk lalu menguncinya. Lalu memulai ritual mandinya.
Zack sebenarnya telah terjaga sejak tadi, ketika Ayu masuk.Namun, ia berpura-pura tertidur lagi. Ia menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat, hanya terdengar germicik air yang menandakan kalau istrinya sedang mandi.
Perlahan ia pun bangkit lalu turun dari tempat tidur. Menuju ke lemari untuk me gambil bathrobe. Zack menanggalkan seluruh kain yang melekat di tubuh kekarnya lalu mengenakan bathrobe-nya.Dada bidangnya terekspos dan tampak pula perut sicpack yang seperti roti sobek itu.
kriett
"Astaqfirullah haladzim! Tuan, anda mengagetkan saja?" Ayu mengelus dadanya karena benar-benar terkejut dengan penampakan Zack yang berdiri tepat di depan pintu kamar mandi. Hampir saja ia menabrak tubuh kekar sang suami.
"Kamu panggil aku apa tadi? coba, aku ingin mendengarnya kembali!" Zack membungkuk dan mendekatkan telinganya tepat di depan wajah Ayu. membuat Ayu jadi gelagapan.
"Tu—tuan, eh bukan! Kak Zack." Tertunduk dengan wajah merona dan ia pun tak berani menatap langsung wajah sang suami. Apalagi ia melihat dengan jelas bagian tubuh Zack yang begitu menggoda bagi setiap kaum hawa. Dan Ayu pun juga merasakan sesuatu yang tak tahu entah itu apa?
"Aku tidak mau di panggil kak. Karena aku bukanlah kakakmu tapi, sekarang aku adalah suamimu."
Ayu tak menjawab, ia malah mencoba menghindar dengan berjalan menjauh. Namun, dengan sigap Zack langsung menarik dan merengkuh tubuh mungil berisi sang istri, lebih merapatkan tubuh mereka.
"Kak, bukannya mau mandi kan?silahkan kak, saya sudah selesai!" Mengalihkan wajahnya ke ke arah lain.
"Siapa bilang aku mau mandi? nanti mandinya kalau kita sudah berkeringat bersama, sayang?" Tersenyum nakal dan dengan tatapan mendamba, membuat Ayu seketika mengeluarkan bulir-bulir keringat pada dahinya.
"Tuh, lihatlah! bahkan sekarang kau sudah berkeringat, sayangku! Ayo, kita bekeringat bersama!"
Hap
__ADS_1
Tubuh Ayu seketika serasa melayang karena telah di bopong ala bridal style, di bawa menuju ke atas ranjang pengantin yang bahkan belum mereka gunakan.
Zack merebahkan tubuh mungil sang istri dengan perlahan dan lembut. Kedua manik mata saling berpandangan, Ayu mengedip-ngedipkan kelopak matanya ketika wajah Zack semakin mendekat dan bibir mereka pun akhirnya saling bertemu dan saling mengecap.
cup
mhmpp
Sampai Ayu gelagapan karena kekurangan pasokan oksigen dan Zack menyadarinya. Ia melepaskan sejenak hingga Ayu bisa bernafas kembali.
Tanpa di sadari Ayu, ternyata tangan Zack sudah mulai bekerja. Ia bahkan tak mengetahui kapan sang suami membuka kancing dress nya. Dan terpampanglah dua gunung kembar yang masih tertutup kacamata berenda berwarna hitam yang begitu kontras dengan kulit putihnya.
"Eh—kok, ini terbuka sih?" Refleks telapak tangannya menutupi bagian dada yang terekspos.
"Jangan di tutupi sayang, ini sangat indah!" Melepaskan kedua tangan Ayu agar tidak menghalangi pandangannya dari dua bukit yang begitu menggoda. Zack sampai menelan salivanya tak tahan ingin segera melahapnya.
"Ini aku buka ya, sayang!"
"Ja—jangan!ini masih pagi, nanti yang lain sudah menunggu kita untuk sarapan!apa anda tidak lapar? sebaiknya kita bergegas ke bawah!"
"Tidak mau! aku ingin sarapan di sini saja, memakanmu sampai kenyang,sayang!?Oke?"
"Saya tidak mau kak,tolong lepaskan!" Ayu mulai ketakutan, dadanya berdebar-debar dan mulai berkeringat dingin
Zack tidak menghiraukan ucapan dan permohonan sang istri. Ia malah kembali bergerilya di tubuh mungil berisi yang telah sah menjadi miliknya. Sedangkan Ayu hanya mematung dengan tubuh yang mulai bergetar. Hingga saat Zack akan memulai pergerakan di area bawah, tiba-tiba...
BRAKK
"Hey, bocah nakal! mau kamu apakan Ayu?"
Srettt
Plakk plakk
"Aduh, mom. lagi nanggung ini?Mommy sangat tidak sopan masuk tanpa permisi!Kami kan baru saja mau membuat cucu untuk mommy dan daddy?"
"Upps...!" Menutup mulutnya karena keceplosan.
Ayu pun tengah sibuk merapikan dressnya yang sudah di buat berantakan oleh Zack. Sambil menyaksikan ibu mertua dan suaminya yang saling beradu mulut.
"Apa kamu bilang tadi? membuat cucu?apa jangan-jangan kamu telah berbohong ya pada kami? Istrimu ini tidak hamil kan?" Mommy Sinta berpura-pura terkejut.
"Iya mom, makannya sekarang lebih baik mommy keluar biar anak dan menantumu ini bisa mencetak baby buat kalian!"
Dan akhirnya pertempuran perdana pasangan pengantin baru itu pun gagal lagi.
__ADS_1
Tbc