
Pagi harinya keluarga Brown sarapan bersama seperti biasanya. Selepas itu Ayu mengantarkan Zack berangkat kerja sampai di depan rumah.
"Abang berangkat kerja dulu ya dek. Baik-baik di rumah, tidak usah mengerjakan apa pun! abang ngak mau adek sampai kecapean. kita kan sedang dalam program bikin anak.Oke!"
"ish...abang bicaranya? mau tahu kalau sampai didengar mommy dan daddy."
"Ya ngak pa-pa lah dek, malah mereka senang akan segera mendapatkan cucu." Mengedip
Ayu mencium punggung tangan suaminya dan Zack pun mengecup kening Ayu.
"Zack...tunggu!nanti kamu bisa pulang awal Zack? Tuan Wiranata akan mengundang kita ke rumahnya nanti malam. Jam 18.00 kamu harus sudah pulang ya Zack!"
"Hmm..."
"Ini seriusan Zack, kita harus datang terutama Ayu. Oke!"
Zack mengerutkan dahinya ia jadi curiga, untuk apa Ayu juga harus datang?
"Ada apa lagi sih mom? kenapa Ayu harus datang? jangan-jangan kalian tengah merencanakan sesuatu ya?" Zack menatap mommy nya penuh curiga.
"Ish...kamu itu jangan negatif thinking dulu. Ya, sudah sana pergi kerja! pokoknya kalian nanti wajib ikut!"
"Iya–iya! pergi dulu ya sayang!"
Cup
Zack mencium bibir Ayu secara tiba-tiba membuat mommy Sinta terbelalak dan menggeleng tak percaya jika putranya tak malu berbuat hal demikian di tempat terbuka, apa lagi di depan mommy nya sendiri.
"Dasar pengantin baru!" Mommy Sinta pun melenggang pergi meninggalkan pasangan bucin itu.
"ish...abang, malu kan di lihat mommy?" Ayu mencubit gemas perut suaminya yang tak tahu tempat dan membuatnya sangat malu.
"Aww...sakit sayang, cubit-cubitannya di lanjut nanti malam saja ya?" Tersenyum smirk
"Dasar mesum, sudah berangkat sana!kerja yang rajin ya abang sayang cari uang yang banyak! da da!"
PT. ZB prima Coal
Zack memasuki gedung perusahaan miliknya dengan langkah penuh semangat dan wajah yang sumringah, senyum selalu mengembang di wajah tampannya.
"Selamat pagi Pak." Andre Asisten pribadi Zack menyambutnya di lobby.
ting
"Pagi–oh ya Andre, apa hari ini aku bisa pulang cepat.sebelum jam 18.00?" Tetap melangkah dan memasuki lift khusus Ceo.
"Hari ini tidak terlalu padat pak, jadi bapak bisa pulang lebih awal."
Zack mengangguk. " hmm...oke!"
__ADS_1
ting
"Oh iya pak, maaf tadi teman bapak yang bernama pak Doni ingin meminta janji temu dengan bapak. Bagaimana pak?"
Mereka pun telah sampai di depan pintu ruangan Ceo dan Andre membukanya mempersilahkan sang boss untuk masuk.
Zack duduk di kursi kebesarannya lalu membuka aplikasi wa di ponselnya.
Setelah mengetikkan sesuatu Zack pun memberitahukan bahwa Doni akan datang setelah jam makan siang. Karena sebelum itu ia akan bertemu dengan seorang klien.
"Baiklah, Doni akan datang sekitar pukul 13.00. tolong kosongkan di jam tersebut!"
"Baik Pak, kalau begitu saya kembali ke ruangan saya pak.Permisi!"
"hmm...silahkan!"
tok tok tok
"Masuk!"
"Ini berkas-berkas yang harus bapak tandatangani. Maaf pak, ada nona Tamara yang ingin bertemu dengan bapak. Beliau sekarang sudah berada di luar pak!" Vera sekretaris Zack memberitahu kedatangan Tamara.
"Tamara? mau apa dia? baik, biarkan dia masuk!" Zack penasaran ada apa gerangan wanita licik itu datang menemuinya.
"Hai Zack–apa kabar...?"
"wow...mau apa loe? silahkan duduk di sana!" Zack menunjuk kursi tepat di seberang meja kerjanya.
"Kok kamu ngomongnya loe-gue sih, sayang? aku ini kan calon istrimu. Jangan kasar gitu dong!Aku ngak mau duduk di situ, aku maunya duduk di sana saja." Menunjuk sofa, lalu Tamara mendudukkan bokongnya.di salah satu sofa tersebut.
"Terserah loe mau duduk di mana juga gue ngak perduli." Zack kembali duduk di kursi kebesarannya.
"Zack...kamu kok sejak bersama cewek kampung itu jadi kasar kayak gini sih sama aku?"
Zack sudah tidak bisa menahan amarahnya karena perkataan Tamara yang menghina istrinya.
"Jaga bicaramu Tamara! jangan sekalipun loe menghina Ayu istri gue! siapa elo berani-beraninya berkata hal yang ngak pantas seperti itu? Kalau loe datang cuma mau menjelek-jelekkan dan menghina Ayu mending loe pergi sekarang! gue ngak ada waktu buat ngeladenin cewek licik kayak loe?"
"Kamu apa-apaan sih Zack? dari tadi menyebutku cewek licik, apa maksud kamu berkata seperti itu?"
"Kalau sampe gue beberkan semuanya, loe pasti bakal langsung hamcur Tamara?"
Tatapan Zack pada tamara sangat tajam bak pedang yang siap menghunus.
"Sudahlah, aku ngak ngerti maksud kamu Zack? aku datang kesini cuma mau kasih tahu kalau nanti malam sepertinya kedua orangbtua kita akan membicarakan kelanjutan masalah rencana pernikahan kita, sayang."
"Oh, satu lagi. Jangan lupa ya di ajak istrimu itu biar dia tahu semuanya dan segera sadar diri karena dia itu tak pantas untukmu, Zack."
"Jadi, persiapkan dirimu!hmm...terutama istri dadakanmu itu!"
__ADS_1
Zack sangat tidal suka dengan kearoganan Tamara yang tak pernah bisa berubah hanya karena dia adalah anak dari seorang pengusaha sukses dan ternama.
"Sudah selesai membualnya? Baiklah, sekarang gue yang gantian bicara."
"Iya, gue pasti akan datang bersama istri tercinta gue. Tapi, bukan untuk menerima apa pun mengenai...apalah, perjodohan atau rencana pernikahan seperti yang loe harapkan itu? gue ngak perduli. Yang pasti gue datemg hanya karena menghormati undangan dari om Wiratama dan juga menjaga nama baik kedua orang tua gue.Itu saja!"
"Gue rasa sudah cukup, waktu loe sudah habis.So, sekarang silahkan keluar! gue masih banyak urusan yang lebih penting." Zack menunjuk ke arah pintu ruangannya.
Tamara beranjak berdiri dan melangkah menuju ke pintu. "oke, lihat saja! sampai jumpa nanti malam ya,sayangku!"
"Dasar cewek licik, lihat saja suatu saat akan.gue bongkar semua perbuatan jahat loe pada semua orang, terutama pada kedua orang tua loe, Tamara.tunggu saja!" Zack tersenyum menyeringai.
Tepat pukul 13.00, sesuai janji Doni pun.telah tiba di ruangan Zack.
"Ada angin nih bro, tumben-tumbenan loe kesini? kenapa Varell ngak ikut sekalian?"
Doni duduk dan menyenderkan tubuhnya di sofa. Sepertinya ia sangat kelelahan, wajahnya terlihat risau.
"Loe lagi ada masalah Don? muka loe kok lecek gitu kayak cucian yang baru keluar dari meain cuci?" Zack kerkekeh geli melihat wajah memelas Doni.
"Sialan loe Zack!ledek aja gue terus,Zack! bukannya tanya kek ada apa gitu. Bukannya malah ngece?" Doni melempar bantal sofa ke arah Zack dan spontan langsung di tangkapnya.
"Iya deh, sorry–sorry bro! makanya cerita dong! biar gue tahu dan bisa kasih solusi buat masalah loe itu!"
"Tapi loe janji dulu kalau gue cerita loe ngak bakal ngetawain ya dan bakal bantu gue!" Zack pun mengangguk.
"Begini, Zack.Gue lagi bingung nih? gara-gara elo semua dah pada merit dan bahkan sudah memiliki anak.Nah nyokap sama bokap gue ikut-ikutan latah pingin gue cepet nikah dan punya anak? gimana itu ceritanya? lah, gue kan jadi bingung Zack?" Doni terlihat frustasi.
"Ya menurut gue sih, ortu loe bersikap gitu ya wajar saja. Secara mereka juga kepingin anak laki-lakinya bisa bahagia dengan memiliki pendamping hidup.Nah bukannya loe bilang sudah punya calon?kenapa ngak loe lamar dia aja?" Zack mengingat perkataan Doni waktu yang lalu.
"Nah itu masalahnya? calon istri yang gue maksud itu Angela, adiknya Varell."
"WHATT?"
"Gila loe Don! Kalau Varell tahu habislah loe Don?"
Zack sangat kaget karena Doni ternyata memang benar-benar serius dengan Angela.Tadinya dia pikir Doni hanya sekedar hoax saja soal kedekatan mereka.
"Makannya, loe mau kan bantu gue buat ngomong sama Varell dan meyakinkannya agar mau merestui gue sama Angela!"
"Gimana ya Don? Tapi ngak bisa sekarang ya, palingan besok gue baru bisa?"
"Oke, thanks ya Zack! elo memang sohib gue yang paling keren!"
"Emang dari dulu gue keren. Bahkan dari sejak lahir."
"ckk...dasar bule narsis!"
Tbc
__ADS_1