Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
72.Calon suami dan calon istri?


__ADS_3

"Aku akan bertanggung jawab atas semua perbuatanku padamu?" Zack menatap dalam mata gadis yang telah mencuri perhatiannya.


"Maksudnya?"


"Maukah kamu menerimaku? Ayo kita menikah!"


"APA??"


Ayu sangat terkejut dengan pernyataan pria tampan di hadapannya saat ini. Mata bulatnya sampai terbelalak karena saking kagetnya.


"Anda sudah gila tuan? maaf, saya tidak ada waktu untuk bermain-main. Masih banyak hal yang harus saya pikirkan dan lakukan. Permisi saya harus bekerja!"


Ayu sama sekali tidak mengindahkan perkataan Zack sama sekali. Gadis itu langsung melangkah dengan cepat menuju ke lantai atas untuk mengambil baby Rava.


"S*****! apa aku terlalu cepat ya?" Mengacak-acak rambutnya dengan kesal.


tok tok tok


kriett


"Ayu, kamu sudah selesai sarapannya? baby Rava baru saja tidur."


"Iya, Maaf kan saya non. apa saya terlalu lama hingga baby Rava sampai tertidur?" Ayu jadi merasa tidak enak karena seharusnya ia yang menjaga anak majikannya. Dan itu di sebabkan oleh Zack yang menahannya.


"Nggak pa-pa Yu, biar Rava tidur di sini saja. Kamu kalau mau jalan-jalan silahkan, tujuan kita kesini juga kan untuk refreshing.


"Ta–tapi non, saya sedang tidak ingin kemana-mana."


"Ajak saja Angela! dia pasti sangat senang kalau di ajak jalan-jalan.Ayo, sudah sana! bersenang-senanglah!" Rani membalikkab tubuh Ayu agar segera pergi untuk bersenang-senang.


Ayu menuruni anak tangga dengan wajah lesu. Ia jadi bingung harus melakukan apa? dengan malas ia melangkah keluar dari Villa. Rasanya ingin juga hanya sekedar menghirup udara pegunungan yang alami dan begitu segar.


"Dorrr...!!"


"Akh—astaqfirullah, non Angela bikin kaget aja!" Mengelus dadanya benar-benar terkejut.


"Aduh, maaf ya mbak Ayu. Angela cuma bercanda. Habis mbak Ayu dari tadi kelihatan tak bersemangat sih? ada apa sih? boleh ngak Angela tahu?" cengengngesan memamerkan deretan gigi putihnya.


Sebisa mungkin Ayu tidak menampakkan gelagat aneh yang akan menimbulkan prasangka pada setiap orang. Yaitu dengan terus menebar senyuman pada siapa saja. kecuali, satu orang?


"Mbak Ayu ikut yuk!kita mau jalan-jalan di sekitaran perkebunan, ada sebuah danau yang cukup indah loh mbak? ikut ya—ya?!"


Menarik tangan Ayu dan mengajaknya berjalan ke arah perkebunan. Dan Ayu pun akhirnya hanya bisa pasrah menuruti keinginan si gadis energik adik dari sang majikan.


"Heyy...Angela, tunggu!"


Tak jauh di belakang mereka,tampak dua orang laki-laki tampan yang menyusul mereka. Angela dan Ayu yang mendengar panggilan seseorang pun refleks menoleh ke belakang.


"Tuan Zack?huh, aku malas sekali bertemu dengannya? bagaimana ya, apa aku balik ke Villa lagi aja?"

__ADS_1


Melihat ada Zack bersama dengan Doni, membuat mood Ayu seketika berubah tak bersemangat. Ia pun berbalik arah ingin menuju kembali ke Villa.


"Loh, mbak Ayu mau kemana? kita kan mau main ke danau di sebelah sana? Mbak Ayu—?" Angela memanggil-manggil Ayu yang terus berjalan tak menghiraukan panggilannya.


Bahkan Ayu melewati begitu saja ketika berpas-pas–an dengan Doni.


"Loh, Yu. Kamu mau kemana?"


Doni pun bertanya namun, sama saja?ucapannya sama sekali tak di gubris oleh gadis manis itu.


Zack yang memang berjalan ke arah mereka dan hampir saja mendekati Ayu, segera mempercepat langkahnya. Setelah mereka hampir bersi–sian, Zack langsung menahan langkah Ayu dengan menarik lengan gadis tersebut.


Karena tarikannya cukup kencang, tanpa sengaja tubuh Ayu limbung tak bisa menahan keseimbangannya. Al hasil ia terhuyung dan jatuh di pelukan Zack yang dengan sigap menangkap tubuh mungil Ayu.


"Akhh...ya, ampun!"


"Ayu...?"


Bak adegan di drama korea, pose mereka saat ini terlihat begitu romantis. Tubuh yang saling melekat erat dan mata yang saling menatap penuh cinta.


"Suit...suit, romantisnya?!" Di lihat dari posisi Doni dan Angela? Mereka tertawa begitu bahagia seperti habis mendapatkan undian berhadiah.


Sadar tengah di ledek dan di tertawakan oleh pasangan super tersebut, otomatis Zack dan Ayu saling memisahkan diri. Maka, seketika kecewalah mereka karena telah berakhir adegan ke uwuan secara live.


"Kamu mau kemana?"


"Maaf Tuan, saya mau kembali saja ke Villa. Takut baby Rava bangun dan harus menjaganya karena itu adalah pekerjaan saya."


"Tuan Zack, sudah saya bilang kan! jangan berbuat macam-macam lagi terhadap saya, atau saya akan..."


Ayu tak melanjutkan lagi perkataannya karena tiba-tiba saja jari telunjuk Zack mendarat di permukaan bibirnya.


"Kalau kamu kembali ke Villa? maka, detik ini juga aku akan menciummu tepat di hadapan mereka! bagaimana hemm?" Matanya mengerling nakal.


"Dasar mesum!" Akhirnya Ayu pasrah dan ikut dan mereka berempat beriringan melanjutkan langkah menuju ke Danau.


Sementara itu di dalam sebuah kamar, pasangan si macan bucin dan istrinya tengah bermalas-malasan di atas tempat tidur.


"Mas, kita jalan-jalan ke luar yuk! aku bosan mas cuma di dalam kamar saja.Apa lagi besok pagi kita akan kembali ke Jakarta kan?"


Maima sangat bosan karena tidak melakukan apa pun, padahal mereka ke Villa untuk liburan.


"Iya, nanti ya. Kita santai di kamar dulu saja ya sayang!Mas masih ingin bermanja-manja sama kamu dan dedek bayi."


Mencium lembut kening sang istri kemudian mengelus dan mencium perut buncit yang di dalamnya ada bayi mereka yang nyaman berada di dalam sana.


"Mas—mas Rangga, ayo dong kita keluar sekarang! aku benar-benar bosan. dedek juga katanya mau jalan-jalan sama papa?!"


Maima mengusap rambut Rangga yang masih nyaman merrbahkan kepalanya di paha sang istri. Dan laki-laku itu malah semakin merapatkan wajahnya ke perut buncit istrinya.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu seminggu ah, tidak sebulan tidak ada jatah untuk mas! oke?"


Mendengar itu Rangga langsung bangkit dari rebahannya lalu, beranjak turun dari atas tempat tidur. Mengajak Maima untuk keluar kamar dan menuruti keinginan istrinya.


"Jangan begitu dong sayang!ayo, kita keluar melihat pemandangan yang sangat indah.Tapi, jatah Mas jangan di cancel ya sayang! bisa lemas mas mu ini? masa' kamu tega sih?" Rangga memohon dengan wajaha memelasnya.


"Nah, begitu dong mas!itu baru namanya suami sauang istri." Maima tersenyum bahagia.


Maima menggandeng lengan sang suami dan bergelayut manja.Mereka memutuskan akan berjalan-jalan di sekitaran Villa saja karena kondisi Maima yang tengah hamil besar. Terlalu beresiko jika berjalan terlalu jauh, Maima bisa kelelahan.


"Kalian mau kemana?"


Baru saja mereka sampai di pintu keluar, tiba-tiba muncul Varell yang sepertinya baru saja dari arah luar Villa.


"Loh, elo sendiri baru dari mana?" Rangga balik bertanya.


"Ck, tanya malah balik nanya loe Ngga?" Varell berdecak sebal.


"Iya, sorry bro! kami mau jalan-jalan di sekitaran sini saja. Habis kelihatannya Maima dan dedek bayi bosan di dalam kamar terus. Kasihan juga sih,masa' liburan cuma semedi di dalam kamar saja?"


"Begitu kan, sayang?" Di jawab dengan anggukkan oleh Maima.


"Halah, palingan juga loe yang pinginnya kelonan terus di kamar? benar kan Maima?" Dan dijawab anggukkan juga oleh wanita hamil tersebut.


"Sayang, kamu ini istrinya mas Rangga atau si super bucin ini sih? masa' malah menuruti apa yang di katakan olehnya?" Menatap tajam Varell.


"Hah, dasar si macan bucin. Ngeles aja bisanya?sudah ah, gue balik ke kamar dulu! ini Yayang Rani minta di belikan siomay ke sukaannya."


"Ya, sudah. Bye bye papa Varell. selamat bersemedi?!" Terkekeh meledek sang sahabat. Varell hanya mendengus kesal lalu melangkah menuju ke kamarnya.


 


Sementara itu di sebuah Danau yang nampak asri dan pemandangan di sekitarnya pun tak kalah indahnya.


Tampak Angela begitu antusias mengajak Doni untuk menaiki sebuah sampan kecil. sebenarnya Doni agak takut. Tapi, demi gadisnya akhirnya ia pun menuruti kemauan Angela.


"Ayu, apa kamu ingin menaiki sampan itu? seperti mereka? bukankah terlihat sangat romantis?"


"Tidak Tuan, saya cukup melihat dari sini saja. Kalau Tuan ingin naik silahkan saja!" Ayu menjawab masih dengan mode ketusnya.


Zack tersenyum menyeringai, timbul rencana licik di dalam benaknya?


"Ayolah, tidak usah malu-malu dan sungkan pada calon suamimu ini, sayang!" Langsung menarik paksa tangan Ayu dan menaiki sebuah sampan.


"Ih...anda kok maksa sih? lagi pula siapa juga yang mau jadi istri anda?" Ayu memberontak tak ingin naik ke atas sampan.


"Ya, tentu kamu dong sayang yang akan jadi istri dari pria tampan ini. Ayo!"


"Tidak mauuu...!"

__ADS_1


"AKHHH... BYURR!?


__ADS_2