Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
48.Kehadiran Zack


__ADS_3

Maima yang tak sadar dengan kedatangan langkah seseorang yang semakin mendekat. Ia baru menyadari ketika pundaknya ditepuk oleh seseorang. Refleks iapun menoleh kearah orang itu. Dan betapa terkejutnya melihat orang itu yang ternyata adalah orang yang sangat dikenalnya.


"Maima, aku sudah mencarimu kemana-mana. ayo ikut pulang denganku ya!"


"Ah....Kakak!"


Zack langsung menarik lengan Maima untuk berdiri. Lalu merengkuh tubuh mungil Maima kedalam pelukannya. Maima terus mencoba menolak dan terus mendorong tubuh kekar Zack.


"Kak Zack, lepaskan aku kak!Jangan seperti ini, nanti dilihat orang banyak!"


"Biarkan saja mereka melihat, memang apa salahnya memeluk calon istrinya sendiri?"


Maima tergelak mendengar ucapan Zack yang mengatakan bahwa ia adalah calon istrinya.


"Calon istri apa kak? kita bahkan sudah tak memiliki hubungan apa-apa lagi. tolong lepas kak!" Maima masih terus memberontak.


"Hei, siapa kamu? lepaskan putriku!" Bu Herlina yang melihat Maima yang tengah dipeluk paksa oleh seorang laki-laki pun langsung naik pitam.


"Za....Zack, kamu?" Betapa terkejutnya ia, ternyata laki-laki itu adalah sahabat dari putranya.


"Tante....?" Mereka sejanak saling pandang, Maima mengambil kesempatan itu untuk terlepas dari pelukan Zack.Lalu ia berlari bersembunyi dibelakang tubuh bu Herlina.


"Ada apa ini Zack? kenapa kamu memaksa Maima seperti itu? apa kamu tidak malu, ini kan ditempat umum?" Bu Herlina menatap Zack penuh intimidasi.


"Aku rasa itu wajar saja tante, karena Maima adalah kekasihku dan aku akan segera menilahinya. dan tante bilang tadi Maima putri tante?


Jdderr


Bagai petir disiang bolong. Maima begitu syok dengan perkataan Zack. Begitupun bu Herlina, wanita paruh baya itu sampai bingung dan tak bisa berkata apa-apa.pikirannya entah kemana?


"Apa maksudmu Zack? kekasih? Maima adalah calon istri Rangga dan sebentar lagi mereka akan menikah."


"APAA!"


Zack sampai berteriak dan memelototkan matanya menatap Maima yang semakin ketakutan. dan bu Herlina pun menyadarinya.


"Ayo Mai, kita pulang! Tante permisi Zack. Bu Herlina menggandeng tangan Maima melangkah meninggalkan Zack yang masih berdiri terpaku menatap kepergian keduanya.


"Apa maksud dari semua ini Rangga? aku akan meminta penjelasan darinya!"


 


Sepanjang perjalanan menuju kerumah, bu Herlina hanya terdiam tak mengajak Maima berbicara sama sekali. Hal itu membuat Maima jadi merasa tak enak hati.

__ADS_1


Kepalanya pusing dan perutnya terasa kencang namun sebisa mungkin tak memperlihatkannya pada bu Herlina. Maima memegangi perutnya sedangkan pandangannya melihat pada kaca jendela sampingnya.


Akhirnya merekapun tiba dirumah. Bu Herlina langsung turun dan masuk kedalam tanpa menunggu Maima.


"Apa mama marah dengan kejadian tadi? Perasaanku tidak enak. apa yang akan terjadi selanjutnya ya?" Batin Maima bergejolak, berbagai pertanyaan dan praduga berputar diotaknya.


Mbok Sarmi keluar untuk mengambil barang-barang belanjaan yang sudah ditueunkan oleh supir.


"Maima, kamu kenapa nduk?" Mbok Sarmi menatap wajah Maima yang tampak murung. Bahkan berjalanpun gontai.


"Mai...Maima? Ada apa denganmu? apa kamu sakit nduk?" Wanita tua itu langsung memegang tubuh Maima yang hampir saja terhuyung dan jatuh.


"Mbok, Maima tidak apa-apa kok mbok. Aku masuk dulu ya mbok, mau istirahat dikamar."


"Iya, hati-hati ya Mai!"


 


Sejak pulang tadi, Maima sama sekali tidak keluar dari kamarnya. Ia malas untuk turun. melihat sikap bu Herlina yang tiba-tiba saja berubah dingin terhadapnya. membuat Maima merasa sedih.


tok tok tok


"Maima, apa simbok boleh masuk nduk?"


kriettt


Mbok Sarmi melihat Maima yang sedang duduk bersandar dikepala ranjang. wajahnya terlihat pucat.


"Mai, apa kamu tidak ingin turun dan makan malam bersama dengan yang lainnya?" Maima tak menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Kamu baik-baik saja kan? apakah telah terjadi sesuatu saat kamu dan bu Herlina pergi tadi?"


"Mbok, mungkin aku memang tidak pantas untuk menjadi menantu di keluarga ini? sepertinya,ma....maksudku bu Herlina kecewa padaku mbok? tapi, tak apalah mbok. itu berarti tuhan sudah menunjukkan yang terbaik untukku dan bayiku agar tidak berharap apapun lagi."


"Kamu bicara apa sih Mai? apa bu Herlina mengatakan sesuatu yang membuatmu jadi sedih begini?" Mbok sarmi mengusap pipi Maima yang sudah mulai basah oleh air mata.


"Tidak, bu Herlina tidak mengatakan apapun mbok. hanya saja sejak kejadian tadi, beliau jadi berubah...." Maima tak melanjutkan perkataannya lagi.


"Bu Herlina kenapa nduk?"


"Ah, sudahlah mbok. aku tidak apa-apa kok. ayo. kita kebawah."


Maima lalu beranjak turun dari tempat tidur dan mengapit lengan mbok Sarmi melangkah keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Setelah mereka sampai diruang makan, ternyata sudah tak ada orang disana. sepertinya semua telah selesai makan malam.


"Ayo mbok, aku bantu beres-beres seperti biasa ya!" Maima mulai menumpuk piring-piring kotor bekas makan.


"Nanti saja Mai, simbok mau buatkan kopi dan teh buat pak Jatmiko, mas Rangga dan bu Herlina. tadi ibu sudah berpesan untuk mengantarkannya ke ruang kerja bapak. Lebih baik kamu makan dulu saja ya!"


"Iya iya mbok, siap!" Maima terkekeh geli .


Mbok Sarmi melangkah menuju keruang kerja pak Jatmiko sambil membawa senampan yang berisi minuman, namun wanita tua itu lupa tidak meletakkan camilannya.


"Dasar simbok, pasti lupa deh?ya sudah biar aku antarkan sajalah." Maima pun menyusul mbok Sarmi.


"Loh Mai, kamu mau kemana? itu....ah ya ampun, simbok sampai lupa. memang simbok dah pikun." Mbok Sarmi menepuk jidatnya.


"Ngak usah mbok, biar aku saja yang mengantar ya mbok. don't worry!" Maima mengedipkan matanya, menggoda mbok Sarmi.


"Don wori ki opo to nduk? simbo ra reti? eneng-eneng wae to dasar cah enom?" Menggelengkan kepala.


"Mbok Sarmi ngomong apa sih? ah sudahlah."


Maima telah berdiri didepan pintu yang agak sedikit terbuka, baru saja ia ingin mengetuknya. Ia mendengar perkataan dari bu Herlina dari dalam ruangan itu.


"Ngga, sekarang jujur sama mama.sebenarnya ada hubungan apa antara Maima dan Zack? tadi siang kami bertemu dan kamu tahu, Zack memaksa Maima untuk ikut dengannya. Dan yang membuat mama kaget, Zack bilang kalau Maima itu adalah kekasihnya dan mereka akan segera menikah. Jadi apa itu maksudnya Rangga?"


"Dengarkan penjelasan Rangga dulu ma! Iya, Maima memang pernah menjadi kekasih Zack. dan...."


"Ma, sudah tenanglah.Dengarkan penjelasan putramu dulu!" Namun bu Herlina sama sekali tak menggubris ucapan suaminya.


"Dan apa?"


"Apa anak yang dikandung Maima sebenarnya adalah benih dari Zack , begitu maksudmu kan?" bu Herlina semakin tak sabaran dan kesal.


Maima yang mendengar dengan sangat jelas ucapan dari bu Herlina begitu terpukul.Tak tahan lagi, akhirnya Maima berlari dengan nampan yang berisi camilan.


Sementara itu, perdebatan diruangan itu masih berlangsung. mereka tak mengetahui jika Maima telah mendengar pembicaraan mereka.


"Ma....dengarkan Rangga dulu ma, bukan seperti itu yang sebenarnya terjadi."


"Sebenarnya Rangga yang telah menghancurkan hubungan mereka ma, Rangga telah menodai Maima disaat mereka masih menjalin kasih. Putramu ini ma yang brengsek. Jangan salahkan Maima, dia hanyalah korban dari kebiadabanku. kasihan Maima ma." Rangga tertunduk malu


Dengan berderai air mata, Maima masuk kedalam kamarnya. Lalu memasukkan semua pakaiannya kedalam tas lusuhnya.


"Aku harus segera pergi dari rumah ini. ini.bukanlah tempatku? mereka tidak akan pernah mempercayaiku, dari awal memang seharusnya aku sudah pergi dari sini!"

__ADS_1


Tbc


__ADS_2