Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
96.Salah ngomong


__ADS_3

Sebenarnya Tuan Wiratama meminta agar Ayu untuk menginap.Namun, Zack dengan halus menolaknya dengan halus dan memberi alasan kalau ada sesuatu hal yang harus dikerjakan?"


Tuan Wiratama sebenarnya tahu bahwa itu hanya alsan Zack saja. Ia pun mengerti kalau sang keponakan belum lama menikah, jadi ya tahu sendiri apa yang rutin di lakukan pasangan pengantin baru.


"Maaf, om.Zack sama Ayu masih ada yang harus di kerjakan? lain kali saja ya, om?" Jawab Zack sambil nyengir kuda.


Ayu sudah tahu apa yang di maksud oleh suami mesumnya itu.Hanya alasan saja.


"Iya, baiklah.Tidak apa-apa! om ngerti kok, namanya juga pengantin baru?" Jawab Tuan Wiratama terkekeh.


 


Sejak terbukanya semua kebenaran mengenai identitas Ayu yang ternyata adalah keponakan kandung dari Tuan Wiratama, Grandma Catherine mulai berubah.Sikapnya tak lagi dingin.


Ya, Grandma Catherine memang sangat menginginkan keluarga Brown dan Wiratama memiliki hubungan yang lebih dekat. Dan akhirnya sekarang telah menjadi kenyataan. Hubungan baik dua keluarga yang sejak dulu pun akan tetap terbina dan juga kerjasama bisnis antara Brown Group dan Wiratama Group berjalan semakin lancar.


Bahkan Grandma Catherine sekarang lebih perhatian kepada cucu menantunya dari pada cucu nya sendiri. Membuat Zack agak cemburu karenanya.


Pagi di hari weekend semua anggota keluarga Brown tengah berkumpul di gazebo taman belakang rumah. Grandma Catherine datang menghampiri mereka dengan membawa secangkir Jamu.


"Ayu, ini di minum Jamu nya!"


"Itu jamu untuk apa Grandma? tidak usah minum jamu Ayu sudah kuat kok mengimbangi aku?" Zack mengedipkan matanya genit pada Ayu.


Plakk


"Yang ada di pikiranmu cuma itu saja Zack?ini jamu untuk kesuburan biar Ayu cepat isi!Ayo, ini lekas di minum!" Menyodorkan jamu tersebut ke pada Ayu


"I–iya Grandma!" Ayu pun mulai meneguknya sedikit demi sedikit dengan raut wajah meringis karena rasanya yang campur aduk antara pahit, asam dan manis.


"Sip...pintar, semoga Grandma cepat dapat cicit!" Grandma begitu senang ketika Ayu selalu menuruti apa pun nasehatnya.


Wanita tua itu lebih bersemangat di bandingkan mommy Sinta yang tak begitu berambisi menginginkan agar Ayu secepatnya hamil. Bagi mommy Sinta, itu adalah kehendak dari yang di atas kalau sudah saatnya di kasih ya pasti akan tiba waktunya Ayu akan hamil.


"Tidak enak ya dek?kasihan my baby sweety.Ayo, abang temani istirahat di kamar!" Zack menggandeng tangan Ayu.


"Hei...hei...ini masih pagi woi?Zack, Ayu baru minum jamunya jangan di ajak main dulu!" Grandma tanpa sadar pun ternyata ikut ketularan gesrek cucu laki-lakinya.


"Mommy...?!


Mommy Sinta sampai ternganga mendengar ucapan absurd sang mertua.Sedangkan daddy Edward malah terkekeh geli melihat kelakuan ibu, istri dan anaknya.


----‐----------------


Kita tinggalkan dulu keluarga Brown yang tengah berbahagia.Kini kita mampir ke kediaman keluarga Darmanto.


Suasana di ruang keluarga tampak tegang, karrna saat ini si bungsu Angela tengah di sidang oleh kedua orang tuanya termasuk sang kakak,Varell.

__ADS_1


"Papa dengar selentingan kabar kalau kamu terlihat sering jalan dengan Doni Apa kamu pacaran sama Doni?" Papa Tyo bertanya pelan pada Angela.


"Mmm...Angela ngak pacaran kok pa, Memangnya kalau sering di ajak jalan itu artinya pacaran? kan kak Doni ngak pernah bilang kalau kami pacaran." Jawab Angela dengan tampang polosnya.


Varell mengernyitkan keningnya.Apa Doni hanya ingin mempermainkan adiknya? kalau benar begitu, berarti Doni sudah sangat keterlaluan memanfaatkan gadis remaja yang masih bau kencur seperti Angela.


"Apa maksud Doni sebenarnya? kenapa dia tak pernah bilang kalau menyukai Angela? jadi kecurigaanku selama ini benar, kalau mereka sering pergi berdua'an.bagaimanapun Doni adalah pria dewasa dan Angela masih terlalu polos?"


"Angela–kakak mau tanya, apa Doni pernah berbuat sesuatu yang tak pantas?"


"Berbuat yang tak pantas? maksud kakak apa? kak Doni sih cuma itu..." Angela menunduk malu, wajahnya telah bersemu merah.


Melihat ekspresi Angela membuat Varell jadi berspekulasi dengan hal yang tidak-tidak. Pikiran negatif tiba-tiba saja terbayang di otaknya.


"Cuma itu? itu yang kamu maksud apa Ngel? ayo, katakan yang jelas pada kakak? Apa Doni telah melakukannya pada tubuhmu?"


"Iya, kak Doni sudah sering melakukannya kok!dan Angela sangat suka?" Tersenyum malu-malu.


"Whatt?jadi, kalian sudah.sering melakukannya?kapan dan dan dimana?" Varell mulai emosi.


"Kak Varell kenapa sih? kan kata kak Doni hal itu sudah biasa. Ya, seringnya sih di dalam mobil.Kalau di luar kan malu nanti di lihat orang."


Papa Tyo, mama Sandra dan Rani hanya bisa melongo mendengar penuturan si polos Angela. Mereka seenarnya masih belum bisa percaya kalau Doni dan Angela berani melakukan hal-hal yang iya-iya?


"Rell, telepon Doni dan suruh datang sekarang juga!" Papa Tyo akhirnya memutuskan untuk meminta penjelasan langsung dari si pelaku yaitu Doni.


"Don, lagi di mana loe sekarang?"


"Lagi di rumah. Ada apa Rell?"


"Loe kerumah gue sekarang juga! ada yang ingin gue tanyakan sama loe!"


"Ada apa sih?kok kayaknya elo serius banget?apa ada pekerjaan yang bermasalah?kalau gitu, iya deh gue kesana sekarang!"


"Hmmm..."


klekk


"Beres Pa, dia akan datang!"


Angela beranjak dari duduknya dan ingin melangkah pergi. mama Sandra pun menegurnya.


"Mau kemana kamu Ngel?duduk sini, tunggu Doni! kamu tidak boleh kemana-mana!"


"Angela mau pipis ma! memangnga mama mau kalau Angela ngompol di sini?"


"Ya, sudah sana cepetan, setelah itu langsung kembali ke sini lagi!" Mama Sandra menatap putrinya dengan mimik serius. dan Angela pun mengangguk.

__ADS_1


Di dalam kamarnya Angela langsung menelpon Doni.


"Kak Doni, nanti kakak jangan bilang macam-macam ya sama papa dan yang lainnya! terutama kak Varell, Angel sebel deh sama kak Varell dari tadi marah- marah terus?"


Doni masih dalam perjalanan.


"Marah-marah? memangnya kenapa dia sampai marah-marah ke kamu?" Perasaan Doni mulai tak enak?


"Itu–tadi kak Varell tanya-tanya kalau kak Doni pernah berbuat apa terhadap tubuh Angela?trus pernah melakukan apa?"


"Lalu kamu bilang apa sama Varell dan mama, papa?"


"Ya, angela bilang saja kalau kita sudah sering melakukannya?"


"WHATT? jadi kamu bilang gitu?Mati gue...?!" Doni mengeplak keningnya sendiri.


"Kak, kak Doni kenapa? mati? kak Dini tidak kenapa-napa kan?" Angela mulai panik di kiranya terjadi seauatu padanya.


"Enggak– ngak pa-pa kok Ngel. Sudah kamu kalau masih di tanya-tanya diam saja jangan bicara macam-macam ya! mengerti kan Ngel?"


"Iya, kak. Sudah Angela mau kembali ya kak, nanti mereka semua curiga lagi!?"


"Ingat, apa yang kak Doni bilang ya Ngel! jangan bicara yang tidak-tidak! Jangan sampai salah ngomong kamu! bisa bahaya kita?"


"Iya...iya kak Doni yang ganteng!"


klekk


Setelah menelpon Doni, Angela pun bergegas menuju ke ruang keluarga kembali.Ia memasang wajah biasa saja agar mereka tidak curiga.


"Lama sekali kamu Ngel? ngapain aja sih di dalam kamar? jangan-jangan kamu habis menelpon Doni ya?"


"Enggak kok ma, Angela tadi cuma agak mulas saja. Angela sedikit sakit perut."


"Sakit perut?


"Iya ma, perut Angel rasanya kembung banget ini?mungkin karena mau pms?"


"PMS?memangnya kamu belum datang bulan?" Mama Sandra mulai curiga dan was-was.


"Iya ma, paling cuma telat seperti biasa?"


"APAA?"


"Assalamuallaikum. Selamat siang semuanya!"


Tbc

__ADS_1


__ADS_2