Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
69. Itu mu kelihatan?


__ADS_3

Tanpa sadar tangan Zack terulur dan menyentuh sudut bibir Ayu, terlihat ada sebutir nasi yang menempel di sana. Ia pun mengusap dengan jempol tangannya. Gadis itu tentu saja tersentak kaget dan memegang tangan Zack. Sepersekian detik mereka saling beradu pandang, hingga...


"Suit suit...mesranya!?



Tanpa di sadari ada tiga pria tampan yang sedang memperhatikan ke-uwu an mereka.


Seperti biasa Doni si usil yang pertama menggoda Zack dan Ayu sang baby sitter. Sungguh Ayu sangat malu, apa lagi yang memergoki mereka adalah tiga pria tampan yang salah satunya adalah majikannya.


"Ck, kalian ini mengganggu saja?" Zack bersecak kesal karena ketiga sahabatnya itu telah mengganggu kesenangannya.



"Maaf, permisi Tuan-tuan semua. Sa-‐saya sudah selesai!" Dengan wajah merona, Ayu segera beranjak dari ruang makan dengan membawa piring bekas makannya menuju ke dapur.


Zack masih terus menatap kepergian gadis manis itu dan tak perduli dengan ketiga sahabatnya.



"Ehem, sepertinya ada yang sedang jatuh cinta nih guys?langsung gercep (gerak cepat) dia?" Varell ikutan meledek Zack.


"Semangat ya bro! maju terus pantanmundur!" Kali ini Rangga yang memberikan semangat kepada salah satu sahabatnya sekaligus mantan rivalnya itu.


Sementara itu, di dapur Ayu sedang mencuci piring dan gelas bekasnya makan barusan. Ia masih menenangkan degup jantungnya yang berdetak kencang.Kejadian yang di alaminya tadi membuat dadanya semakin berdebar tak menentu?


Baru kali pertama ia mendapatkan perlakuan selembut itu oleh seorang laki-laki dan tatapan mata tajam nan indah milik Zack tak bisa di hilangkan dari pikirannya.


"Aduh! ada apa dengan diriku? tidak-tidak, aku tidak boleh terlena dan berpikiran macam-macam!"


"Sadarlah Ayu! kamu itu siapa? jangan bermimpi terlalu tinggi nanti kamu bisa terjatuh!"


Memegang dadanya dan mencoba menenangkan debaran yang masih menderanya.


"Ehem...nona, anda sedang apa?sini biar teteh yang mencuci piring dan gelasnya! ini sudah malam lebih baik nona lekas beristirahat!"


"Eh, astaqfirullah...teteh bikin kaget saja!"


Ayu mengelus-ngelus dadanya karena kaget dengan kemunculan teh mumun salah seorang karyawan penunggu Villa.


"Ada apa ya teh? oh, tolong jangan panggil saya nona! saya ini juga hanya seorang pelayan teh. Jadi ya kita sederajat. Panggil saya Ayu aja ya teh!" Ayu tersenyum manis


"Kaget ya? maaf keun ya neng!"


"Iya deh neng Ayu. Si eneng senyumnya mani manis pisan! sudah punya pacar belum?"

__ADS_1


Teh Mimin ternyata orangnya supel juga, sebentar saja mereka sudah langsung akrab.


Ayu malah terkekeh mendengar pertanyaan dari teh Mimin yang bersifat pribadi baginya.


"Sudah ah Teh, Ayu mau ke kamar dulu ya! Dah ngantuk nih? mau cepat tidur dan bermimpi indah?"


"Mau memimpikan Tuan ganteng ya Yu? Kira-kira diantara mereka, kamu pilih yang mana? kalau tuan Rangga dan tuan Varell jangan ya Yu, bisa di damprat habis kamu sama istri mereka."


"Ya enggaklah Teh, mana berani saya? lagi pula kalah jauh saya sih sama mereka Teh. Mereka itu wanita-wanita yang sangat sempurna. sudah cantik, baik hati lagi! Ah, pokoknya saya sangat mengidolakan mereka berdua deh Teh!" Mengacungkan jari jempolnya.


Teh mimin menggelengkan kepalanya sambil terkekeh melihat tingkah polos gadis muda itu.


"Ya sudah kalau begitu, sok gaskeun tinggal pilih satu diantara tuan Zack atau tuan Doni? Hayo...mau pilih yang mana Yu?"


"Ish...Teh Mimin apa-apaan sih? mana berani coba saya memilih satu diantara mereka? memang siapa diri ini teh? Gini-gini saya juga masih waras dan tahu diri teh, siapa saya ini sebenarnya?"


Ayu tak ingin terlalu bermimpi ke tinggian nanti kalau sampai terjatuh pasti akan sangat menyakitkan baginya.


"Sudah ah Teh, jangan di lanjut lagi obrolan yang tak penting ini! nanti malah tambah ngelantur lagi? Selamat malam Teh Mimin yang cantik dan baik hati!" Tertawa dengan memamerkan gigi putihnya.


Teh Mimin pun membalas lambaian tangan gadis manis itu sambil menggelengkan kepalanya.


Kriettt


Akan tetapi, tiba-tiba wajahnya berubah sendu ketika melihat ada sosok mungil yang tengah tertidur pulas di tengah-tengah tempat peraduannya nanti bersama sang istri?


"Sayang...!" Memasang wajah dengan mode super cemberut.


"Apa sih mas? sstt...jangan berisik! nanti anaknya terbangun?" Rani mengkode dengan menempelkan jari telunjuknya di bibir pink nya.


"Sayang, kenapa Rava tidur di kamar ini? cepat antarkan ke kamar Ayu!"


Rani memicingkan matanya dan melirik tajam pada suami tampannya. Di tatap sedemikian rupa dan terkuar nya aura mencekam di sekitarnya. membuat Varell mati kutu dan tak berani berkomentar lagi.


"Maksud mas apa? Jadi anak kita mas anggap sebagai pengganggu, begitu kan maksud mas Varell?"


Rani beranjak dan mendekati sang suami sambil berkacak pinggang. tentu saja masih dengan tatapan menghunusnya.


"Tidak, bukan begitu sayang? bukankah itu sudah kita sepakati bersama bahwa baby Rava akan tidur di temani oleh Ayu. Suamimu ini juga kan, ingin mendapatkan belaian dan kasih sayang dari istri cantiknya ini."


Melangkah mendekat lalu merengkuh pinggang ramping sang istri dan merengkuhnya ke dalam tubuh kekarnya.


"Mas, bisa kan kalau malam ini kita rehat dulu? Rani kangen ingin tidur sambil memeluk baby Rava sayang! boleh ya? malam ini saja!?"


Rani memberanikan diri untuk bergerak duluan, yaitu dengan mengecup bibir basah sang suami yang tampak s**** itu? mengalungkan kedua tangannya di leher Varell.

__ADS_1


Cup


"Bagaimana sayang? boleh kan?" Mengedipkan matanya dan menangkup wajah tampan sang suami, mengelusnya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"hmm, baiklah!tapi,...?"


"Mmppmm...!"


Varell menarik dan memiringkan kepala Rani, lalu me*****nya dalam. Merasa sang istri gelagapan karena kekurangan oksigen, Varell pun melepas ciumannya. Dan Rani langsung menghirup pasokan udara sebanyak mungkin dengan nafas yang masih tersengal-sengal.


"Mas Varell apa-apaan sih? nanti kalau Rani sampai pingsan karena kehabisan nafas bagaimana?ish, mas nakal banget sih?" Mencubit pinggang sang suami.


"Auww...sakit sayang!"


"Lagian, siapa suruh jahil sama Rani? kan sudah di bilang, malam ini kita off dulu. Apa mas nanti ngak malu sama yang lainnya kalau sampai mereka tahu kalau kita melakukan itu? lihat situasi dan kondisi dulu dong mas! kita ini sedang di mana?"


"Iya–iya mas tahu! Jadi, malam ini kita gencatan senjata dulu nih?"


Rani mengangguk tanda mengiyakan. Dan tubuh Varell langsung lunglai lemas tak bertenaga. (papah Varell lebay?) Dan Rani malah tersenyum menahan tawanya, melihat wajah suaminya yang kusut bagai baju yang belum di seterika?


Ayu merasa tenggorokannya kering, ia pun beranjak kebawah untuk mengambil air minum. Saat hendak menutup pintu kulkas, seketika ia terlonjak kaget karena adanya penampakan tubuh kekar dan menjulang tinggi tepat di hadapannya.


"Akhh...Astaqfirullah haladzim!"


"Tu–tuan, bikin kaget saja?" Mengelus dadanya.


Zack tak berkata apa pun. Pandangannya malah sedang terfokus pada kaos longgar yang di kenakan gadis itu? ah, bukan? akan tetapi apa yang tercetak jelas di balik kaos tersebut?


Ayu mengikuti arah pandang Zack yang terlihat begitu intens menatapnya, dan sontak ia tersadar bahwa ia tidak memakai *** nya!


"Akhh, apa yang sedang anda lihat Tuan? ish...dasar mesum!" Ayu refleks menutupi bagian dadanya dengan kedua telapak tangannya.


"Eh, Maaf...anu...itu mu kelihatan?" Zack menunjuk tepat di kedua gunung kembar dii balik kaos longgar yang dikenakan Ayu.


"Apa sih? Jangan berpikiran macam-macam ya Tuan Zack, nanti saya akan berteriak biar semuanya terbangun!"


"Ssttt, jangan dong manis!ahh, aku sudah tidak bisa menahannya lagi?"


Srettt


Grepp


Cup


Tbc

__ADS_1


__ADS_2