
Sasa semakin mempercepat langkahnya apalagi ketika ia menyadari kalau Rama tengah mengikutinya. Dan akhirnya Rama bisa mengejar gadis di depannya.Dengan sigap Rama mencekal lengan Sasa lalu menarik dan merengkuh tubuh gadis tersebut.
"Grepp–"
"Mau kemana kamu Marsha Ayunda Pratiwi?"
"Ra–rama..."
"Tolong lepaskan aku, Ram. Sebenarnya kamu itu maunya apa sih?Sudah, jangan macam-macam deh."
Sasa berusaha melepaskan diri dari rengkuhan tubuh kekar Rama.Dan sepertinya apa yang di lakukan gadis itu hanya sia-sia karena tenaganya tak seberapa di bandingkan laki-laki tersebut.
Namun, percekcokan diantara mereka tiba-tiba saja terhenti ketika mendengar suara seorang wanita yang begitu mereka kenal.
"Kak Rama–!"
"Itu–kamu di cari calon istrimu." Sasa menoleh dan seketika raut wajahnya pun berubah semakin kesal dan tanpa peduli dengan Rama, gadis itu pun segera melenggang pergi meninggalkan keduanya.
"Ada apa lagi Cellin?" Rama terlihat tak suka dan malas untuk meladeni gadis tersebut.
"Kak, antarkan aku pulang ya. Soalnya besok aku ada quiz jadi harus belajar." Bergelayut manja di lengan Rama.
Rama menghela nafas panjang dan menatap datar gadis manja yang sangat berambisi untuk menjadi istrinya.
__ADS_1
"Cellin—sedang apa kamu? ayo kita pulang!"
Wajah gadis itu seketika cemberut tak senang dengan kemunculan kedua orang tuanya. Yang pastinya akan menggagalkan rencananya.
"Mama,Papa ngapain sih? ganggu aja deh, aku kan mau pulang bareng kak Rama. Ngak pengertian banget sih."
Mama Ambar menautkan kedua alisnya menatap Cellin penuh tanya akan maksud dari perkataan putrinya.
"Maksud kamu apa sih, sayang? memangnya kamu tadi tidak lihat kalau Rama mau mengantar kekasihnya.Kamu ini jangan bikin masalah deh, ayo!"
"Ram, maafkan Cellin ya.Maklum–namanya juga bocil."
Mama Ambar meminta maaf pada Rama atas tingkah laku tak mengenakkan dari sang putri. Wanita paruh baya itu juga jadi merasa bersalah juga karena sepertinya kekasih Rama merajuk dan itu pasti akibat dari perbuatan Cellin.
"Oh, tidak apa-apa kok tan.Kalau begitu, Rama permisi dulu ya tante, om."
Langkah kaki seorang gadis tàmpak lesu, di sepanjang trotoar yang telah di laluinya belum nampak satupun kendaraan yang melintasinya.
Sasa menghela nafas panjang, ia mengeluarkan ponsel dari tas selempangnya kemudian mengutak atik memesan taksi online. Namun sayangnya tak kunjung mendapatkannya.
"Hhh...malam ini sial sekali sih, seharusnya aku memang tidak berhubungan lagi dengannya. Sasa–ada apa sih denganmu? buanglah segala pikiran yang tak mungkin itu."
Sepanjang jalan gadis tersebut terus merutuki dirinya sendiri dan juga kebodohan yang di lakukannya yaitu menyambut baik kehadiran laki-laki yang telah menorehkan luka di hatinya.
__ADS_1
Sayup-sayup terdengar suara mesin kendaraan beroda empat dari arah belakang. Gadis itu pun refleks menoleh dan melihat sebuah mobil yang begitu di kenalnya.Tiba-tiba saja ekspresi wajahnya berubah kalut lalu mempercepat langkahnya menghindar dan menjauh.
"Aku harus segera pergi menjauh dan tak mau berurusan lagi dengannya."
"SASAAA...BERHENTI!"
BRAKK...
"Grepp—tunggu, Sa!kenapa loe malah lari sih, gue akan mengantar loe pulang.Loe datang bareng gue dan juga pulang harus sama gue.Tak ada penolakan, Ayo!"
Rama mencekal lengan Sasa lalu menggiringnya masuk ke dalam mobilnya.
"Ih...apa-apaan sih, Ram.Sudah–loe ngak perlu ngurusin gue lagi. Kita bahkan ngak ada hubungan apa pun.Awas...aku bisa pulang sendiri. Sana kamu balik lagi ke gedung resepsi calon istrimu nanti marah!"
Menarik handle pintu namun, telah terkunci otomatis sehingga Sasa tak bisa membukanya.Rama menarik sudut bibirnya tersenyum sekilas melirik gadis di sampingnya dengan wajah yang sudah merah padam karena rasa kesalnya.
Akhirnya Sasa hanya bisa pasrah dan duduk tenang sambil sesekali melirik laki-laki yang fokus menyetir . Gadis itu mendengus kesal memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela di sampingnya.
"Eh, hei...kita mau kemana. Ini bukan arah menuju ke rumahku.Rama, apa lagi yang akan kamu lakukan...huh?"
"Kita mampir ke Apartemenku dulu. Ada yang ingin gue omongin sama elo. Penting."
"Enggak,enggak—aku ngak mau, cepat antar aku pulang ke kos-kosan. Mau kamu sebenarnya apa sih, Ram?"
__ADS_1
"Mau elo..."
Deg