Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
95.Terungkapnya Rahasia


__ADS_3

Sore hari Zack menepati janjinya yang akan pulang awal. Ia sampai di di rumah tepat pukul 17.30. Ayu baru saja selesai mandi ia belum tahu jika suaminya sudah sampai di rumah.


Masih berbalut bathrobe nya, Ayu membuka lemari lalu mengambil sebuah dress. Ia melepas tali bathrobe dan menanggalkannya,kemudian.memakai bra dan underwear berwarna hitam senada dengan warna dress yang akan di kenakannya malam nanti.


Zack duduk di sofa dan memperhatikkan gerak gerik sang istri.


Ayu mengenakan dress hitam selutut dengan rambut yang tergerai indah.Istri Zack sungguh terlihat sangat cantik.


"Cantik...!!"


Mendengar suara yang sangat di kenalnya, Ayu refleks menoleh ke arah suara tersebut dan seketika senyum tersungging di wajah manisnya.


"Abang, sudah pulang?Sejak kapan abang duduk di sana? kok abang diam saja, sih? Ayu kan kaget."


"Sini! abang kangen banget sama adek." Zack membuka kedua tangannya meminta agar Ayu masuk ke dalam pelukannya.


Grepp


Merengkuh tubuh mungil sang istri duduk di pangkuannya. Zack menghirup aroma wangi tubuh Ayu yang telah menjadi candunya.Menelusupkan wajahnya ke ceruk leher Ayu, membuat Ayu merinding.


"Abang, jangan sekarang! kita akan pergi bersama daddy dan mommy.Nanti kita akan telat?"


"Biarkan saja daddy dan mommy menunggu. Tidak akan memakan waktu yang lama juga,kan?"


"No...100 % tidak percaya? mana mungkin cuma sebentar? Ayo bang, cepat mandi sana dan ganti pakaian abang!"


"Iya—iya, sayang! abang mandi sekarang deh.Siapkan baju abang yang serasi dengan yang di kenakan adek ya!" Mencolek pipi chubby Ayu sambil berlalu masuk ke kamar mandi.


Keluarga Brown akhirnya berangkat ke kediaman Tuan Wiratama memenuhi undangan beliau. Daddy dan mommy Sinta berada dalam satu mobil dengan salah seorang sopir pribadi mereka. Sedangkan Zack mengendarai mobilnya sendiri bersama sang istri.


Kurang lebih 30 menit-an mereka tiba di kediaman Tuan Wiratama. Dan mereka telah di sambut dengan ramah oleh si tuan rumah.

__ADS_1


"Selamat datang Tuan Brown dan keluarga. Mari, silahkan masuk!"


Tuan Wiratama dan nyonya Sherina mempesilahkan para tamunya untuk masuk dengan tersenyum ramah.


"Selamat datang, om, tante dan Zack. Aku senang sekali akhirnya kamu memutuskan untuk datang Zack."


Mencium pipi mommy Sinta dan ketika baru akan mencium Zack, laki-laki itu lanngsung menghindar dan bergeser dengan mengapit pinggang Ayu dengan mesra membuat Tamara merasa panas.


"Baiklah, kita langsung makan saja ya! Mari, kita ke ruang makan!" Tuan Wiratama membimbing para tamunya menuju ke ruang makan.


"Tamara, kamu duduk di sebelah mama!" Nyonya Sherina menegur putrinya yang baru akan mendudukkan bokongnya di kursi tepat di samping Zack dan menyuruhnya untuk pindah.


" Iya, ma!" Tamara pun menurut dengan wajah yang di tekuk karena kecewa. Sedangkan Zack mengulum senyumnya melihat wajah cemberut Tamara.


Setelah acara santap malam usai. Kini dua keluarga tersebut berlanjut menuju ke ruang tamu kembali dan mereka saling berbincang santai.


"Oh, ya Tuan Brown.Bagaimana kelanjutan kerjasama kita? secara salah satu putri kami telah menjadi bagian dari keluarga anda. Kami begitu senang akhirnya hubungan kekeluargaan di antara kita akan semakin erat."


Berbeda dengan Ayu, seketika hatinya merasa tak tenang. Apakah itu artinya rencana perjodohan antara Zack dan Tamara akan segera di realisasikan? dan mereka akan segera di nikahkan, lalu bagaimana dengan dirinya? Ayu sungguh tak bisa berpikir jernih.Ayu hanya bisa pasrah.


"Maksud anda bagaimana ya Tuan Wiratama? Salah satu putri anda? apakah Tamara?tapi tadi anda mengatakan salah satu, apakah anda memiliki dua putri? setahu saya anda hanya memiliki satu orang anak perempuan yaitu Tamara." Tanya daddy Edward.


Tuan Wiratama pun menjelaskan maksud dari ucapannya barusan.


"Maaf,Tuan Brown dan keluarga pasti bingung dengan apa yang saya ungkapkan barusan. Sebenarnya alasan undangan makan malam ini adalah kami ingin mengatakan suatu kebenaran yang telah kami ketahui. Yaitu mengenai keberadaan salah satu putri kami, tepatnya putri kandung dari mendiang adik perempuan saya. Dan ternyata gadis itu adalah Ayu, menantu anda Tuan Brown."


Semua tampak syok tak terkecuali Ayu sendiri. Ia tak bisa bersuara bibirnya terasa kelu.Ayu tak pernah menyangka bahwa ia masih memiliki sanak saudara yang lainnya. Paman Haikal nya tak pernah bercerita apa pun padanya.


"Papa, mama...apa-apaan sih ini? bukankah kita akan membicarakan masalah rencana pernikahan antara aku dan Zack? mengapa malah melenceng ke mana-mana?dari mana papa tahu kalau cewek kampung ini adalah keponakan papa?mana buktinya?" Tamara berdiri lalu menuding-nuding Ayu penuh emosi.


"Jaga bicaramu,Tamara!Papa dan mama tidak pernah mengajarimu berbicara kasar dan tak sopan seperti itu?duduk dan diamlah!"

__ADS_1


Tuan Wiratama sangat marah atas kelakuan sang putri yang sangat memalukan itu. setelah menetralkan emosinya, ia pun menyuruh istrinya untuk mengambil sesuatu.


"Sayang, tolong ambilkan semua bukti yang di minta oleh putrimu!" Nyonya Sherina pun beranjak dari duduknya dan bergegas menuju ke kamarnya.


Beberapa menit kemudian nyonya Sherina datang dan membawa beberapa barang lalu di letakkannya di atas meja.


"Ini semua adalah bukti bahwa Ayu benar-benar keponakan saya.Silahkan di lihat!"


Tuan Wiratama mengambil sebuah album photo dan membukannya. Ia memperlihatkan gambar-gambar adik perempuannya semada muda dan benar saja, wajah wanita di album itu begitu mirip dengan Ayu. Bak pinang di belah dua. Hal itulah yang memunculkan kecurigaan di hati Tuan Wiratama.


"Dia adalah adik perempuan saya satu-satuanya yang bernama magdalena Wiratama. Orang tua kami tidak merestui hubungan percintaannya dengan seorang laki-laki sederhana yang menurut orang tua kami tidak pantas karena tidak sepadan dengan keluarga kami.Tapi, Lena tetap nekat menikah dengan Arman sulistyo, ya itulah nama ayahmu, bukan nak Ayu?"


"I–iya itu benar adalah nama ayah kandung saya, Tuan.Ayah saya bernama Arman sulstyo dan ibu saya bernama Magdalena Wiratama."


Ayu menatap photo sang bunda dengan deraian air mata. Ia begitu merindukan almarhumah ibunya. Zack merangkul pundak Ayu memberikan ketenangan pada sang istri.


"Jadi, itu artinya kita memang telah di takdirkan untuk berbesan Tuan Wiratama. Kami sangat senang. Tapi, Seandainya Ayu bukanlah keponakan anda kami akan tetap menerimanya sebagai menantu kami.Walau bagaimana pun kebahagiaan puyra kami adalah segala-galanya. Daddy Edward berucap tulus.


"Apa lagi Ayu adalah gadis yang baik, tentu saja kami menyukainya dan bahkan sekarang kami begitu menyayanginya. Mommy Sinta menatap menantunya lembut dan penuh kasih sayang.


Ayu menghampiri Mommy Sinta mencium punggung tangan ibu mertuanya dan mereka saling merangkul penuh rasa kasih sayang.


"Terima kasih, Mommy sudah mau menerima Ayu dan menyayangi Ayu dengan tulus. Ayu juga sayang Mommy Sinta!"


"Sama-sama, sayang. Terima kasih juga mau menerima putra mommy yang pecicilan dan nakal ini."


"Mommy...jangan merusak image ku di mata Ayu dong,mom!"


"Ayu, kesini sayang!om sangat merindukanmu, nak!" Ayu pun mendekat pada Tuan Wiratama sang paman dan mereka pun saling berpelukan erat. Semua mata menatap haru.


Sedangkan Tamara, wajahnya tampak tak senang. Ia menatap Ayu sinis dan semakin membencinya.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2