Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
105.Ulang tahun dedek Dean (2)


__ADS_3

Rani telah selesai memandikan dan memakaikan baju pada putra tampannya.


"Gantengnya jagoan mama!Mas Rava, turun duluan ya.Mama mau menyiapkan pakaian untuk papa!"


"Oke,ma!" Si kecil Rava kemudian berlari kecil keluar dari kamar orang tuanya.


Rani menoleh ke arah Varell yang malah merebahkan diri di atas tempat tidur. Rani menggelengkan kepala melihat kelakuan manja suami.bucinnya itu.


"Mas, bangun...ayo lekaslah mandi! nanti para tamu keburu pada datang?"


Namun Varell hanya menggeliat malas tak ingin bangkit dari rasa nyamannya. Kelihatannya papa dari Rava itu begitu kelelahan.


Cup


Cup


Varell menggeliat dan membuka matanya seketika karena mendapatkan ciuman hangat dari sang istri tercinta.


Grep


"Mas...jangan macam-macam deh! ayo, cepat sana mandi!" Rani berusaha melepaskan dekapan suami bucinnya.


"Sebentar saja sayang,ya?" Mengerling nakal.


Rani menatap jengah suaminya. Dia sendiri sebenarnya tak habis pikir mengapa sang suami semakin bucin dan manja bahkan melebihi putra kecil mereka.


"iya...iya.Sudah jangan cemberut gitu dong sayang! oke, mas mau mandi sekaranh nih!" Varell pun melepaskan sang istri lalu beranjak masuk ke kamar mandi.


"Mas, Rani kebawah duluan ya! mau menyambut para tamu."


"Hmm...!"


Benar saja, ternyata para tamu undangan sudah berdatangan. Ada Rangga dan Maima berserta putra semata wayang mereka, Rama. Setelah itu tak jauh di belakang mereka telah tiba pasangan Zack dan Ayu tak lupa putra tampan mereka Zander. Lalu di susul tamu-tamu lainnya yang berasal dari keluarga Doni dan keluarga Darmanto.


Angela tengah merapikan penampilan jagoan kecilnya yang sangat menggemaskan yaitu Dean.



"Hallo Dean, selamat ulang tahun ya! aduh gantengnya–!" Salah seorang tamu begitu gemas dengan bocah balita yang kini.genap berusia 3 tahun itu.


"Ayo, Rama! ucapkan selamat ulang tahun untuk dek Dean dan berikan kadonya!"


Rama yang memang anak yang sangat penurut pun mendekati Dean lalu memberikan langsung pada Dean kecil kado yang di bawanya.


"Selamat ulang tahun ya, dek Dean."

__ADS_1


"Telima acih, mas Lama!"


"Terima kasih ya,mas Rama!" Angela mengulangi kata-kata putranya yang memang masih cedal.


Angela membimbing tangan Dean untuk bersalaman pada Rama. Dan kedua bocah itu pun saling tersenyum.


"Hai, bro Rama!ayo, kita ke sana! aku punya mainan baru loh...mau lihat, tidak?"


"Mau...mau dong Rava!"


Dan dua bocah tampan itu pun berjalan menuju ke spot arena bermain yang memang telah di persiapkan oleh sang tuan rumah.


"Hallo...selamat sore semua, ini dedek Dean yang sedang berulang tahun ya?" Seorang wanita muda yang baru saja tiba langsung menghampiri Angela dan Dean.


"Iya, tante. Nama atu, Dean anak papa Doni yang anteng!"


"Oh, iya.Dek Dean memang sangat ganteng ya.Selamat ulang tahun ya,sayang. Ini ada hadiah dari kakak Chintya!"


"Telima acih, cak cintia antik!" Ternyata Dean kecil memang mewarisi sifat ramah dan supel dari sang papa.


"Loh, kakak cantik yang ini namanya.siapa?" Angela menangkap sosok gadis cilik yang bersiri diam saja di belakang kedua ibu dan anaknya yang cantik itu.


"Oh, dia bukan siapa-siapa kok, mbak!" Ucap wanita yang bernama Bertha itu. Namun, Angela tidak menghiraukan perkataan wanita yang tampak sombong itu.


"Hallo kaka cantik, namanya siapa?" Angela me dekat dan mengelus pipi gembil gadis cilik yang berpenampilan sederhana.


"Nama yang cantik,sayang! ayo...sana bergabung dengan teman-teman yang lain ya!"


"Terima kasih,tante.Maaf, Naina tidak membawa kado untuk dek Dean." Gadis cilik itu pun tertunduk malu.


Angela mendekat dan memegang pundak Naina. "Tidak apa-apa kakak Naina, dek Dean sudah seneng kok,kak Naina mau datang."


"Naina–sedang apa kamu masih di sana, ayo kemari!temani Chintya bermain!" Bertha berteriak memanggil Naina cilik dengan kasar dan membuatnya jadi perhatian orang.


"Eh...eh, Ran! bukankah itu wanita yang anaknya satu kelas dengan Rava dan Rama? dan itu, gadis kecil nan cantik yang selalu terlihat sendu ternyata dia juga ikut.Aku mau menghampirinya?" Maima yang memang sejak pertama melihat Naina begitu tertarik dan ingin mengenal hadis mungil itu.


"Hai, cantik! siapa namanya?" Maima menghampiri Naina yang tengah berdiri di pinggiran sambil menatap anak- anak yang tengah bermain.


"Na–Farzana Naina, tante!"


"Namamu bagus sekali dan cantik seperti kamu, sayang!" Maima mengelus pipi Naina.


Entah mengapa, Maima begitu tertarik dengan gadis cilik tersebut. Apa lagi ketika melihat perlakuan yang tidak baik dari wanita yang bernama Bertha.


"Hey...Naina, ngapain kamu? bukannya mengawasi Chintya malah tebar pesona sama nyonya-nyonya kalangan atas, apa kamu sudah bosan bekerja,hah?Ayo, ke sana dan perhatikan terus Chintya jangan sampai terjadi sesuatu padanya!" Menjewer telinga kanan Naina sampai gadis cilik itu pun meringis kesakitan.

__ADS_1


"Aduh...Iya,nyonya–maafkan saya!"


"Makannya jangan sok-sok'an kamu itu hanya seorang pembantu cilik yang sangat beruntung sampai aku ajak ke pesta kalangan atas seperti ini. mengerti kamu?jika bukan karena almh.nenekmu mana mau aku memelihara gadis miskin sepertimu!" Semakin memaki dan menghina.


Maima yang melihat perlakuan semena-mena Bertha terhadap Naina kecil pun sudah tak tahan lagi, ia yang sedang mengobrol dengan Rani segera beranjak menghampiri kedua nya.


"Hey, anda nyonya yang terhormat! entah siapa pun nama anda, aku tidak perduli?"


"Tak bisakah anda bersikap baik terhadap anak kecil yang bahkan belum mengerti apa-apa? walau pun Naina tidak selevel bagi anda namun, tidak sepantasnya anda memperlakulan anak sekecil ini dengan tidak layak. Memangnya anda itu siapa?istri seorang sultan atau ratu sejagat?"


Maima begitu meledak-ledak sehingga menarik perhatian semua seorang termasuk para suami yang tengah mengobrol.


"Eh, Ngga–istri loe kenapa tuh, ngamuk-ngamuk?" Zack menunjuk ke arah Maima yang tengah berdebat dengan seorang wanita.


"Ngak tahu, ayo kita lihat kesana!" Rangga, Zack dan yang lainnya pun bergegas menghampiri tempat terjadinya keributan.


"Ternyata ada ya, wanita dari kalangan atas yang tidak tahu sopan santun sepertimu? kalau tahu akan begini tidak sudi aku datang ke sini?" Bertha menatap remeh Maima.


"Iya, sama tuh? Kami juga tidak sudi menerima kedatangan tamu seperti anda yang lebih tak memiliki rasa kemanusiaan sama sekali.Lebih baik anda pergi dari sini!" Maima terang-terangan mengusir Bertha.


"Oke, kami akan pergi. Dan satu lagi, silahkan kamu pungut itu si anak miskin! aku tidak sudi memeliharanya lagi?Ayo, sayang kita pulang!" Bertha menggandeng putrinya keluar.


"Huh...dasar perempuan lucnut!" Maima berkacak pinggang sambil terus mengumpat Bertha yang sudah menjauh pergi.


Naina hanya menatap kepergian yang majikan yang baru saja membuangnya. Matanya sudah berkaca-kaca ingin menangis. Kaki kecilnya melangkah perlahan ingin pergi.


"Ada apa sih, sayang? kenapa kamu bersikap kasar seperti itu pada tamu Doni dan Angela?" Rangga mendekat dan mengelus punggung sang istri.


"Dia yang lebih dulu membuat masalah,mas. Gemas sekali aku sama dia!"


"Eh, tunggu! Naina...mau kemana anak itu?" Maima langsung mengejar Naina kecil yang tengah melangkah keluar.


"Naina...Naina, sayang! kamu mau kemana, nak?" Maima mengjentikan langkah si gadis kecil.


"Mau pulang, tante."


"Pulang? pulang kemana? orang itu kan sudah mengusirmu, nak? ayo, kesini!"


Naina menurut dan mendekat pada Maima.


"Anak cantik, mulai sekarang kamu tinggal sama tante saja! Ikut pulang ke rumah tante, mau ya?"



bonus visual si cantik Naina ❤🌻

__ADS_1


Tbc


"


__ADS_2