
Malam harinya tepat pukul 20.00 dua keluarga saling bertemu. Mereka semua berkumpul di ruang keluarga minus Rani yang sudah masuk ke kamar mengeloni baby Rava.
Dan sidang sesi kedua Doni dan Angela pun di gelar kembali.
"Ada apa ini sebenarnya,Tyo sampai kau mengundang kami?" Hedian, Papa dari Doni sebenarnya belum di beritahu oleh Doni perihal masalah yang di sebabkan oleh putranya.
"Apa Doni tidak memberitahumu?" Papa Herdian pun menggeleng. Lalu beralih menatap Doni.
Di tatap dengan penuh curiga membuat Doni jadi kikuk, dia sebenarnya bingung sendiri? perasaan dia tak pernah melakukan hal yang di luar batas. Ia hanya sedang dekat dengan seorang gadis belia kebetulan adalah adik dari sahabatnya.
"Don...kenapa kamu ngak bilang sama papa dan mama? kamu telah berbuat ulah apa lagi dan kali ini kesalahan apa yang telah kau lakukan sampai papa dan mama harus turun tangan?"
Doni hanya terdiam, ia juga sudah pasrah.Walaupun ia membela diri dan mengatakan hal yang sebenarnya, keluarga mereka juga tidak akan percaya.
"Aku juga bingung Pa, sebenarnya aku tidak berbuat suatu hal yang melampaui batas. Ini hanya salah faham saja?aku dan Angela saat ini memang sedang dekat tapi, kami tidak pernah melakukannya."
"Melakukan?jangan bilang kalau kamu sudah merusak Angela?ayo, mengaku!" Papa Herdian sudah mulai tersulut emosi dan bahkan sudah berdiri dari duduknya.
Zack sampai terjengkit kaget dan bersiap untuk menghindari kemarahan sang papa.
"Tenanglah dulu Her! kita bicarakan hal ini baik-baik!mereka melakukannya atau pun tidak melakukannya,kita harus tetap bertindak cepat! kita semua tidak ingin terjadi sesuatu...ya, kamu pasti mengerti kan apa yang ku maksud?" Papa Tyo mengungkapkan ke khawatirannya.
Papa Herdian kembali duduk dan mengangguk tanda mengerti."Iya, kamu benar Tyo. Lalu, apa yang harus kita lakukan terhadap anak-anak kita ini?"
"Kita akan menikahkan mereka sesegera mungkin! kita tidak ingin hal yang di takutkan akan terjadi.Kamu tahu kan bagaimana gaya pacaran anak-anak zaman sekarang?"
"Iya, aku sangat setuju sekali akan usulmu itu. Baiklah, kita akan menikahkan mereka.Tapi, bagaimana dengan Angela, dia kan masih sekolah?" Papa Herdian baru ingat bahwa calon menantunya itu masihlah seorang siswi sekolah menengah atas.
"Itu tidak menjadi masalah,Her. Sebentar lagi kan Angela sudah akan menjalani ujian akhir dan segera tamat sma.Kita menikahkan mereka agar tidak terjadi perzinahan yang bisa menambah dosa,kita tentunya sebagai orang tua harus membimbing anak-anak kita ke jalan yang lebih baik,bukan?"
__ADS_1
Papa Herdian dan mama Katty pun akhirnya menyetujui dan sepakat akan menikahkan kedua anak mereka.
"Baiklah, bagaimana kalau minggu depan?" Papa Herdian mengemukakan pendapatnya.
"Hmm...terlalu lama, lusa! ya, lebih cepat akan lebih baik,bukan? kita ijab kan mereka sementara dulu, untuk urusan resepsi kita atur belakangan!"–Papa Tyo mennginginkan agar kedua anak mereka di nikahkan sesegera mungkin.
Dan akhirnya keputusan telah di buat, Doni dan Angela akan menikah dua hari lagi. Semua anggota keluarga setuju.Sedangkan kedua pasangan calon pengantin hanya diam dan pasrah.
Tak apalah yang penting kan halal dulu ya mas Doni.
"Selamat ya,Don! ngak nyangka gue kalo ternyata elo bakal jadi adik ipar gue? Tapi, ya di samping itu gue senang sih. Dari dulu kan gue memang percaya kalau loe bisa ngejagain Angela!thanks ya, Don!rencana gue akhirnya berhasil juga.Sukses lagi." Varell terkekeh
Doni mengernyitkan keningnya dan barulah ia tersadar akan maksud dari ucapan Varell barusan?
"What? jadi ini semua adalah rencana loe, Rell? ngejebak gue sama Angela agar kami cepat di nikahkan? wah, loe Rell...tapi, ngak papa sih.Kebetulan?" Doni langsung sumringah senyum aneh terukir di wajah tampannya.
"Woi...kenapa loe Don, melamun saja? by the way selamat ya! besok gue pasti datang kok menyaksikan acara sakral sahabat gue yang paling oke ini!" Zack merangkul pundak Doni. membuat Doni sontak begitu terkejut.
Ya, kedua sahabat itu memang bertemu janji di sebuah club tempat mereka biasa nongkrong bareng. Ketika Zack datang dan melihat Doni tengah melamun bahkan Doni tak sadar akan kedatangan Zack. Bahkan saat Zack telah duduk di sampingnya.
"Astaga...sialan loe Zack, bikin kaget aja! loe pingin gue mati karena jantungan apa?gue belum kawin tahu?baru juga mau?"
Zack tertawa terbahak-bahak mendengan perkataan ambigu sahabat satu servernya itu.
"hahaha...iya kah? suwer–loe belum kawin Don? bukannya Angela dah loe icip-icip duluan?" memukul lengan Doni.
"Enak aja, gue ngak sebrengsek itu kali, Zack! walau pun gue bukan cowok alim tapi, sorry kalau sampe ngerusak anak gadis orang Apa lagi loe tahu sendiri gimana Varell bisa di àbisin gue kalau sampe berbuat yang enggak-enggak sama adiknya."
__ADS_1
"hmm...iya juga sih!" Zack menggut-manggut mengerti.
"Besok, acara akadnya jam berapa Don? trus, setelah kalian sah gimana kelanjutannya?"
Doni melirik Zack tak mengerti?
"Maksud loe apa?"
"Iya, kan si Angela masih sekolah tuh. emm...secara kan kalian sudah menikah, trus si Angela bakal langsung loe boyong ke rumah ortu apa kalian terpaksa harus ldr-an dulu sampai Angela lulus sekolah, takut nanti tekdung duluan sebelum ujian,kan?"
Mendengar penuturan Zack barusan, membuat Doni jadi galau juga.
"Lah iya juga ya, Zack.Kok gue baru sadar kalau loe ngak ngomong soal itu?tapi, masa' sudah sah malah ldr'an? gue juga kan pingin ngerasain gimana enaknya jadi pengantin baru?"
"Halah...bilang aja loe udang ngebet pingin ber iya-iya kan? mau sesegera mungkin buka segel?benar kan tebakan gue?" Zack megejek Doni karena bagaimana pun Doni adalah pria dewasa yang normal dan pastinya membutuhkan kepuasan biologisnya.
"Nah, tu loe ngerti! besok gue bujuk si Angela biar mau gue boyong ke rumah bagaimana pun caranya, pakai alasan apa,kek? yang penting malamnya kami harus bersama!"
Zack mengangguk dan menahan tawanya melihat Doni yang menggebu-gebu tak sabar untuk segera meneguk kenikmatan duniawi yang belum pernah di rasakannya.
"Iya–iya semoga sukses, nanti kalau perlu gue bantuin deh.ck...emang udah kepingin banget apa si otong berpetualang?" Tanya Zack terkekeh.
"Memangnya kalian saja yang boleh merasakannya? gue juga kepingin lah, secara si otong masih nganggur selama 30 tahun? dan kini saatnya dia bertemu dengan pasangannya? ah, gue bisa ngebangin gimana rasanya?" Doni berkhayal ria dengan wajah mesumnya.
"Dasar viktor!" Zack menoyor jidat Doni.
"Biarin...weekk!yang pentinng kan, OTW kawin!?"
Tbc
__ADS_1