Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
49.Takdir kembali mempertemukan dua sahabat


__ADS_3

Setelah perdebatan panjang diruang kerja, kini suasana sudah kondusif kembali. Bu Herlina akhirnya bisa menerima semua penjelasan yang diberikan oleh putranya.


"Baiklah jika memang benar adanya. Mama minta maaf karena sempat mencurigai kalian, terutama pada Maima. mama jadi merasa tidak enak karena telah mendiamkannya sejak pulang dari mall tadi."


"Sudah puas kan ma sekarang? makannya mama jangan main emosi dulu! mama juga harus minta maaf pada Maima, pasti dia merasa tertekan dengan kejadian ini. kasihan, dia itu sedang mengandung calon cucu kita loh ma." Pak Jatmiko mengingatkan sang istri atas kekhilafannya.


Bu Herlina pun juga merasa tak enak hati terhadap calon menantunya itu. ia pun memutuskan untuk meminta maaf esok pagi.


Telah hampir menjelang dini hari, Maima sama sekali tak bisa memejamkan matanya. Pikirannya terfokus pada bagaimana nasibnya kedepannya nanti. Ia akan menjalani kehidupan seorang diri lagi. Tidak, tapi berdua dengan anak yang masih berada di dalam kandungannya. tak terasa air matanya pun kembali menetes.


"Sayang, mama akan selalu menjagamu nak." Mengelus perutnya yang mulai terlihat buncit.


Terlalu lelah menangis, akhirnya Maima jatuh tertidur juga.


 


Azan subuh telah berkumandang. Maima pun terbangun, dengan langkah gontai masih merasakan kantuk masuk ke kamar mandi. Membersihkan dirinya dan juga berwudhu. Menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslimah.


Maima sejenak merenung, ia berpikir apakah yang akan dilakukannya ini benar? bagaimanapun bayi yang dikandungnya adalah anak dari Rangga.


Namun ketika mengingat semua perkataan dari bu Herlina yang meragukannya, membuat hatinya sakit dan sangat sedih.


"Hhh....bismillah, aku pasti bisa." Menarik nafas panjang lalu melangkah dengan pasti.


Maima mengendap-endap dipekarangan depan rumah. Ia menunggu keadaan aman. Ketika petugas security berjalan menjauhi pos keamanan menuju kebelakang rumah. Maimapun bergegas membuka pintu gerbang dan segera keluar.


 


Mbok Sarmi hampir selesai menyiapkan sarapan pagi. Ia sebenarnya merasa heran ke apa Maima tidak turun? tidak biasanya juga gadis itu bangun sampai sesiang ini. Apakah dia baik-baik saja? itulah yang terus berputar dibenaknya.


"Tumben sekali anak itu belum turun sampai jam segini? apakah dia baik-baik saja? Baiklah setelah ini aku akan melihatnya."


tok tok tok


"Maima, nduk....buka pintunya! Maima...


tok tok tok


"Kenapa ini ya kok belum dibuka juga, lebih baik aku masuk saja."


kriett

__ADS_1


"Nduk, ini sudah siang loh. Ayo, bumil harus semangat!" Mbok Sarmi membuka jendela dan kordennya. Ia melihat keatas tempat tidur yang ternyata sudah rapi.


"Maima, apa kamu ada di dalam?" Mbok Sarmi mendekati pintu kamar mandi dan memanggil-manggil Maima.


Kriett


"Loh, kok kosong? kemana dia ya?" Perasaannya langsung tak enak, refleks iapun membuka lemari dan tubuhnya lemas ketika tak mendapati sepotong pakaianpun di dalamnya.


"Pergi kemana kamu nduk? ada apa lagi ini? malang sekali nasibmu Maima."


"Ada apa mbok? loh, Maima nya mana?"Tiba-tiba saja bu Herlina masuk ke dalam kamar Maima dan menanyakan keberadaan gadis itu.


Mbok Sarmi bingung harus mengatakan apa, karena kenyataannya Maima telah pergi.


"Itu, bu....Maima pergi?"


"Apa maksudnya mbok? Pergi? pergi kemana? dari mana simbok tahu kalau Maima telah pergi?" bu Herlina mulai panik.


"Ini bu, semua pakaian Maima sudah tidak ada di dalam lemarinya dan tasnya juga." mbok Sarmi memperlihatkan lemari yang telah kosong.


Bu Herlina bergegas keluar dari kamar Itu dan menuju kekamar Rangga. "Rangga...!"


Rangga yang baru saja keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi untuk berangkat kekantor. Merasa heran kenapa mama nya tergesa-gesa menghampirinya.


"Ngga, Maima pergi?"


"Apa ma, Maima pergi? kenapa dia tiba-tiba pergi ma? Maima..." Rangga mulai ikut panik.


"Sebaiknya kita periksa rekaman kamera cctv!" Rangga dan bu Herlina menghubungi petugas security dan menyuruhnya untuk membuka rekaman cctv pada saat malam hingga menjelang subuh tadi.


Mereka pun melihat layar monitor dengan seksama, hingga ketika rekaman menunjukkan gambar Maima yang sedang membuka pintu gerbang dan keluar.


"Aku harus mencarinya ma, semoga belum dia belum pergi jauh." Rangga melesat pergi setelah mengambil kunci mobil dan ponselnya di dalam kamar.


 


Tengah hari, terlihat Maima baru saja keluar dari dalam sebuah masjid. Setelah melaksanakan sholat zduhur dan beriatirahat sebentar, Maima kembali melanjutkan langkahnya.


Maima berkeliling sambil melihat-lihat dan bertanya pada orang yang dilewatinya. ia menanyakan koskosan disekitaran daerah tersebut.


"Maaf pak,saya mau tanya. apa disekitaran sini ada rumah koskosan yang masih kosong ya?"

__ADS_1


"Oh, maaf mbak. saya tidak tahu. coba mbaknya tanya orang yang ada di warung seberang sana!" Laki-laki itu menunjuk sebuah warung yang letaknya dipinggir jalan. berseberangan dengan tempat Maima berdiri sekarang.


"Iya, pak terima kasih."


Baru saja kakinya ingin melangkah untuk menyebrangi jalan raya, tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan tubuhnya pun menjadi lemas tak bertenaga. Lalu dengan sekuat tenaga, Maima berjalan untuk menyeberang dan.....


Brukk


Cittttttt (suara mobil mengerem)


Seorang laki-laki muda dan gadis belia keluar dari dalam mobil, mereka tersebtak kaget karena hampir saja menabrak seseorang. Orang-orang juga sudah mulai berkerumun untuk menolong Maima yang sudah tak sadarkan diri.


"Kak, bagaimana ini? hampir saja kita membunuh seseorang." Gadis itu begitu panik karena takut terjadi sesuatu pada orang yang hampir mereka tabrak.


"Sudah, tenanglah Ngel! ayo kita lihat keadaannya!" Mereka berdua pun segera mendekati kerumunan dan melihat keadaan orang tersebut. Namun, ketika melihat siapa orang tersebut. Mereka sangat terkejut.


"Kak Doni, itu kan kak Maima temannya mbak Rani." Ya, gadis itu adalah Angela adik dari Varell. suami dari Rani sahabat Maima.


"Iya benar Maima, sepertinya tidak ada yang terluka? bagaimana ini Ngel? apa kita bawa kerumah sakit aja ya?"


"Jangan kak, kita bawa kerumahku aja. kan ada kak Rani yang akan merawatnya! ayo kak, cepat bawa ke dalam mobil, kasihan panas!"


"Benar juga sih, Rani dan yang lainnya juga kan sedang mencari Maima. Terutama Zack."


Doni pun mengangkat Maima dan memasukkannya kedalam mobil di jok belakang, kepala Maima di pangku Angela.


"Apa yang terjadi dengan kak Maima ya? Kak Doni, kok kayaknya kak Maima sedang Hamil ya?" Angela memperhatikan perut Maima yang terlihat menonjol.


"Eh, benarkah? sok tahu kamu Ngel?" Doni tidak percaya ucapan Angela.


"Ish....kakak ini, cuma dilihat dari perutnya yang membuncit saja sudah bisa ditebak kak. bagaimana sih, gini-gini aku juga ngerti. kan sudah tahu waktu mbak Rani hamil dulu."


"Iya iya deh, kamu memang pacar kakak yang paling hebat." Mengacungkan jempolnya kearah Angela.


"Kalau benar Maima tengah hamil, lalu itu anaknya siapa ya. Apa Zack? ah rasanya ngak mungkin? Zack biarpun agak badboy, tapi ngak bakalan ngerusak seorang gadis polos seperti Maima? kalau bukan, trus siapa ya yang tega menghancurkan masa depan gadis sebaik Maima?" Zack bermonolog dalam hati


Mereka akhirnya sampai juga dirumah papa Tyo. Doni menggensong Maima ala bridal style masuk kedalam rumah.


Rani yang tengah berada diruang keluarga sedang bermain dengan baby Rava pun terkejuf melihat kedatangan Angela dan Doni yang membopong seorang perempuan.


"Kak Doni, itu siapa yang pingsan?" Rani menggendong Baby Rava dan beranjak mendekat.

__ADS_1


"Maima....apa yang telah terjadi pada Maima kak?" akhirnya, takdirpun mempertemukan lagi kedua sahabat tersebut.


Tbc


__ADS_2