
Suara tawa masih terdengar sampai ke luar kamar. Zack dan Doni saling mengejek satu sama lain dengan berbagai macam topik pembicaraan. Terutama soal urusan percintaan.
"Jangan mengalihkan topik loe Zack! ayo, cepat katakan! apa loe sudah menanam saham duluan sama seperti Rangga?" Doni kembali mencecar Zack, karena sebenarnya ia masih sanksi kalau hal itu terjadi.
"Iya benar, gue ngak bohong!" Berusaha menyembunyikan kebohongannya.
tok tok tok
"Zack...apa kau sudah siap?" Daddy Edward memanggil Zack agar segera bersiap karena sudah waktunya acara akan segera di mulai.
"Iya, dad sebentar lagi aku akan segera turun." Zack menyahuti dari dalam kamarnya.
Akhirnya prosesi akad nikah berlangsung dengan hikmat. mempelai pria melafalkan ijab qobul dengan lancar tanpa hambatan. Seruan para saksi dan hadirin yang menyaksikan proses tersebut terdengar begitu bersemangat dan ikut merasakan kebahagiaan pasangan pe gantin baru dan keluarga kedua mempelai.
Sah
Sah
Sah
Suasana bertambah meriah ketika sepasang pengantin di persilahkan untuk menyematkan cincin nikah mereka. Setelahnya, bukan Zack namanya kalau tidak melewatkan kesempatan untuk mencuri cium terhadap Ayu yang bari saja sah menjadi istrinya dan otomatis halal untuk di sentuhnya.
cup
cup
Satu kecupan lembut di kening terlihat begitu indah. Semua orang ikut merasakan momen romantis tersebut. Namun, seketika para tamu di buat melongo dengan aksi Zack yang tak terduga? yaitu dengan mencium bibir Ayu hingga sang istri mematung. Syok karena mendapatkan serangan yang begitu tiba-tiba dari suami barunya itu.
Kecuali, 3 orang pria tampan sahabat dari mempelai pria yang tampak heboh dan berisik.
"Suit...suit!"
"Cie...sosor terus Zack!"
"Selamat ya bro, akhirnya loe bisa nyusul kita juga.Bini loe, oke juga!" Rangga menyalami dan memeluk sahabatnya yang sempat bersiteru karena cinta.
"Thanks Ngga, iya dong.Siapa dulu, Zack Brown!" Membanggakan dirinya sendiri.
"Zack—sorry, gue ngak ngasih hadiah buat loe. secara loe dah punya segalanya." Doni tertawa cekikikan.
"Iya, ngak pa-pa Don. loe hadir aja gue dah seneng banget. Thanks ya bro." Memeluk erat sang sahabat yang saat ini sudah tak senasib dengannya alias jomlo.
Dan yang teeakhir adalah papa nya baby Rava. "Zack, sebenarnya gue masih ngak percaya kalau bisa secepat ini loe menemukan tambatan hati yang akan menemani loe dalam suka dan duka. Selamat ya bro! semoga samawa dan cepat dapat momongan!" Saling berpelukkan dan menepuk bahu Zack.
Semua para tamu telah berpamitan. Acara resepsi akan di adakan di Hotel Mulia. Kini semua rombongan dua keluarga sudah berada di Hotel dan telah menuju ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Sedangkan pasangan pengantin baru, sengaja di tempatkan pada kamar yang berbeda. Mommy Sinta tidak ingin mengambil resiko jika Zack dan Ayu di tempatkan pada kamar yang sama. Bisa kacau, kan? sudah dapat di pastikan laki-laki itu akan menghabisi istrinya dan hal itu berbahaya. Tak ingin menantunya kelelahan apa lagi kalau sampai tak bisa berjalan. bisa kacau?
__ADS_1
"Mom, kenapa aku tidak boleh satu kamar dengan istri ku sendiri? aku kan kangen mom sama Ayu dan baby?" Memasang wajah memelas.Sedangkan mommy Sinta menatap jengah putranya yang masih terus bersandiwara.
"Sudah ah, mommy juga mau istirahat dulu. Pokoknya kamu tidak boleh menyentuh istrimu dulu sampai semua acara selesai!" Mommy Sinta pun melenggang pergi menuju ke kamarnya dan meninggalkan sang putra yang masih terpaku dengan wajah memelasnya. (Kasiahan deh bang Zack)
"Ish...mommy, Ayu kan sekarang sudah sah menjadi istriku!" Menggerutu sendirian.
Terpaksalah Zack harus rela terpisah sementara dengan istri tercintanya. Yang terpenting malam nanti setelah resepsi selesai ia tak akan nelangsa lagi dan bisa menikmati malam syahdu bersama istrinya.
Senja telah tenggelam di ufuk barat, Ayu pun mulai bersiap untuk acara resepsi. Beberapa orang yang di tugaskan untuk mendandani Ayu, termasuk MUA profesional tengah berkutat dengan tugasnya masing-masing di kamar pengantin.
Malam ini Ayu akan mengenakan gaun pengantin modern berwarna silver dengan sebuah crown cantik nan mewah yang menempel indah di kepalanya.
Ayu sungguh tampil mempesona di malam resepsi pernikahannya dengan Zack. Begitupun Zack, pria tampan itupun mengenakan tuxedo berwarna senada dengan sang istri. Mereka tampak serasi bak raja dan ratu semalam.
Semua tamu undangan silih berganti memberi ucapan selamat pada kedua mempelai.Tak ketinggalan ketiga sahabat Zack yang sekarang datang dengan formasi lengkap bersama istri dan anak mereka, anak Rangga masih berada di dalam perut Maima. Kecuali, Doni yang tidak menggandeng siapa pun? ya, sekarang hanya tinggal Doni yang masih lajang.
"Selamat ya Zack, Ayu. semoga samawa!" Rani mengucapkan kata selamat dan tak lupa menyematkan do'a yang terbaik untuk kedua pasangan baru itu.
"Terima kasih, nona Rani!" Ayu membalas pelukan dan cipika cipiki ala-ala kaum hawa.
"Hush...mulai sekarang jangan panggil nona lagi ya! panggil mbak aja! kamu itu Yu sejak dulu sudah mbak anggap seperti adik mbak sendiri.Mbak do'akan semoga kamu cepat isi ya!"
"Baik, mbak Rani. terima kasih ya sudah berkenan hadir!" Ayu tersenyum malu.
Setelah itu giliran Maima yang mengucapkan selamat dan mendo'akan pasangan yang sudah sah sebagai suami istri. Maima sangat bahagia dan juga merasa lega. karena akhirnya Zack sudah menemukan cinta sejatinya.
"Wajah Ayu kembali merona mendengar do'a yang di ucapkan oleh Maima. Bukan apa-apa, hal itu bahkan tidak akan mungkin terjadi. Pernikahan ini bukanlah atas kehendaknya.
Ia hanya mengikuti permainan Zack dan mommy Sinta. Ibu dan anak tersebut sebenarnya sedang saling bermain sandiwara dan Ayu merupakan korbannya.
"Aamiin. Iya, terima kasih ya mbak Maima. Semoga nanti dedek bayi lahir dengan sehat dan selamat. Ibu dan debay, keduanya!" Ayu juga mendo'a kan balik untuk kelancaran persalinan Maima yang sudah hampir mendekati hpl nya.
"Aamiin. Terima kasih juga ya Yu, atas do'a nya." Tersenyum penuh ketulusan.
Sementara para pria hanya mengulum senyum mendengar percakapan diantara istri-istri mereka. Ya, namanya juga kaum hawa kalau ngobrol ya pasti bakalan panjang kali lebar?
Malam semakin larut dan pesta pun akhirnya berakhir sudah. Semua anggota keluarga dan pasangan pengantin telah kembali ke kamar mereka masing-masing.
Pasangan suami istri baru yang saat ini sudah berada di dalam kamar pengantin mereka. Ayu tampak gugup. Ia bingung harus berbuat apa? Saat ini gadis itu masih terdiam duduk di tepi ranjang yang telah di hias begitu indah dengan taburan bunga mawar ciri khas kamar pengantin pada umumnya.
Tiba-tiba ia terjingkat kaget mendengar suara Zack yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Suaminya itu sudah tampak segar. Dengan rambutnya yang masih basah dan lagi-lagi membuat mulut Ayu ternganga, karena ia baru menyadari jika Zack hanya memakai handuk yang melingkar di pinggangnya. Gadis itu pun seketika wajahnya.semakin memerah lalu menundukkan pandangannya.
"Kenapa kamu menunduk? apa kamu tidak ingin melihat tubuh S*** suamimu ini, hmm?"
Ayu perlahan mengangkat kepalanya dan mendongak memandang sang suami. Dan lagi-lagi ia di buat terkejut, karena Zack sudah berada tepat di hadapannya.
"Akh...Tuan, anda mau apa?" Semakin gugup dan canggung.
__ADS_1
"Belum di apa-apakan kok sudah menjerit sih , sayang?" Zack terkekeh melihat reaksi polos istrinya.
"Ish–Tuan bicara apa sih? awas, jangan berbuat macam-macam ya terhadap saya!"
Ayu malah naik ke atas tempat tidur ketika Zack mulai mendekatinya dan bahkan suaminya itu sudah merangsek naik ke atas tempat tidur juga.
"Kenapa kamu masih memanggilku tuan? sudah kumatakan bukan, jika kamu masih memanggilku seperti itu maka, aku takkan segan untuk menghukummu?!"
"Kamu bicara apa sih...K–kak? kita tidak bisa melakukannya!jangan...!" Punggungnya telah terpentok kepala ranjang dan Ayu sudah tak bisa berkutik lagi.
"Mengapa tidak bisa? memang siapa yang berani melarang?kita ini sudah sah sebagai suami istri secara agama dan hukum. Jadi, tak ada satu apa pun yang bisa melarangku untuk menyentuh dirimu yang sudah halal bagiku!"
"Ayo, bukalah gaunmu! apa kamu tidak sumpek memakainya? apa mau aku bantu membukanya, hemm?" Sekarang wajah tampan Zack sudah tepat berada di depannya, hanya berjarak 5 cm. Nafas mereka pun telah saling menerpa hangat ke wajah masing-masing. Membuat Ayu memejamkan matanya, antara gugup dan takut.
Zack tersenyum menyeringai lalu ia telah bersiap untuk menyentuh bibir cherry sang istri
Ayu merasakan benda kenyal tengah menyentuh lembut bibirnya.Sontak ia membuka matanya dan..."
tok tok tok
" O—s****! siapa sih yang berani-beraninya mengganggu malam pengantin kita?" Zack sangat kesal karena baru saja ia dan istri baru saja akan melakukan pemanasan awal tapi,tiba-tiba ada yang menginterupsi kegiatannya.
ceklek
kriett
"Mommy...?mau apa mommy datang kesini? apa mommy tidak tahu kalau kami baru saja ingin ber..."
Plakk
"Aduhh— kenapa mommy memukulku?"
Mommy Sinta sama sekali tidak memperdulikan putranya itu yang masih mengeluh karena terkena keplakan di kepalanya.
"Ayu, ayo ikut mommy! sebaiknya kalian tidak melakukannya dulu, karena kehamilan istrimu masih muda dan sangat beresiko jika melamukan hal itu!"
Ayu pun menurut, ia beranjak turun dari atas tempat tidur lalu menghampiri mommy Sinta. Tangan Ayu langsung ditarik dan menggeretnya agar keluar dari kamar pengantin itu.
"Mommy, jangan bawa istriku! aku janji akan melakukannya dengan perlahan dan lembut, mom! Mommy...!" Terus merengek pada sang mommy.
"Sekali tidak boleh ya tidak boleh! lain waktu saja ya.Jika, kandungan istrimu sudah kuat dan tak beresiko."
"Ayo sayang! sudah, lebih baik kamu beristirahat saja. Mommy akan mengamankan sementara istrimu, oke?!"
"Mommy...!!Ayu sebenarnya ti—"
"Ti apa? sudahlah, ayo sayang kita ke kamar yang lain!"
__ADS_1
Tbc