Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa
67.OTW Liburan ke Villa


__ADS_3

Maima masih menampakkan wajah cemberutnya. Ia sangat kesal dengan Rangga, karena perbuatannya lah akhirnya ia benar-benar harus mandi untuk kedua kalinya.


Rangga tersenyum simpul menatap wajah cemberut istrinya yang malah semakin terlihat menggemaskan.


"Jangan manyun begitu dong sayang! nanti masmu ini jadi semakin tidak tahan?" Menoel-noel pipi chubby Maima.


Maima mengerutkan alis matanya?


"Tidak tahan kenapa?" Tanyanya bingung?


"Tidak tahan untuk menerkammu lagi sayang!" Rangga tersenyum menyeringai dan berhasil membuat Maima bertambah jengkel.


"Ish, enggak ada kenyang-kenyangnya?" Maima mencebikkan bibirnya.


"Ya iya betul itu sayang! kalau makan kan pasti bisa kenyang. Nah, kalau makan kamu sudah dapat di pastikan tak bakal bisa kenyang.Yang ada malah tambah kelaparan? Karena bikin nagih sayang?" Merengkuh tubuh padat berisi yang semakin sexy di mata Rangga.


"Mas, kamu kok sekarang jadi tambah mesum sih? Lepasin ah, pokoknya aku ngak mau mandi lagi?" Mendorong dada Rangga dan berusaha untuk melepaskan diri dari kungkungan tubuh kekar milik sang suami.


"Begitulah sayang, kamu tahu? jika seorang laki-laki dewasa sudah pernah merasakan yang namanya enak-enak. Maka, sudah di pastikan akan semakin ketagihan dan ingin terus merasakan kehangatan yang hakiki dari pasangannya. Bagaimana? sekarang kamu sudah mengerti kan kenapa suamimu ini berubah mesum?"


Maima sampai melongo mendengar penuturan dari suaminya yang sudah berubah 180 °.Tak terbantahkan lagi ke mesumannya?


"enak-enak? mas yang enak, pinggangku yang pegal seakan mau patah!?"


"Hahaha..."


"Sudah-sudah! ayo kita ke bawah, jangan sampai mama dan papa curiga kalau kita terlalu lama di kamar?" Mengenggam tangan Maima, melangkah keluar kamar.


Benar saja, papa Tyo dan mama Sandra sudah menunggu mereka di ruang makan. Mereka serempak menoleh ke arah pasangan yang baru saja tiba sambil bergandengan tangan dengan mesranya.


"Ehem...lengket terus seperti perangko?" Celetuk papa Tyo


"Papa kayak ngak pernah muda saja? wajar saja kan kalau kami lebih sering menghabiskan waktu di dalam kamar. Namanya juga pengantin baru?"


Papa Tyo dan mama Sandra saling berpandangan?

__ADS_1


"Pengantin baru?" Papa Tyo dan mama Sandra berkata hal yang sama dan berbarengan. Lalu mereka pun sama-sama menggelengkan kepala, merasa heran dengan kelakuan putranya yang semakin aneh saja.


"Kenapa? Tadi saja kami baru saja ha... mpmm."


Maima refleks menutup mulut Rangga. Karena jika tidak maka,suaminya itu di pastikan akan mengumbar kegiatan intim mereka pada mama Sandra dan papa Tyo. Hal itu tentu saja akan membuat dirinya semakin malu.


"Ayo makan! jangan dengarkan si Rangga, makin ngelantur nanti? ayo sayang, makan yang banyak ya! agar dedek bayi nya cepet besar dan sehat?" Mama Sandra menyela pembicaraan absurd putra bungsunya itu.


"Mas sih, bicaranya jadi kemana-mana? malu tahu mas?" Maima mencubit pinggang Rangga.


"Aduh, sakit sayang? Kalau kasih kode nanti saja, malu ada papa dan mama."


"Ish...apa sih mas Rangga? bikin malu saja ?" memprotes dalam hati dan tersenyum canggung pada kedua orang tua mereka.


Dan drama saat makan malam pun berakhir, mereka menikmati hidangan dengan tenang.


Kegiatan rutinitas keluarga sebelum tidur, yaitu mengobrol dan menonton televisi sambil menikmati teh dan kopi panas serta camilan ringan.


"Kalian jadi mau liburan ke Villa?"


"Jadi Pa, Jum'at sore. Minggu kita balik ke Jakarta. Cuma mau refreshing aja pa, sekalian kumpul-kumpul sama Varell dan yang lainnya."


"Siap Pa! Jangan khawatir, Maima pasti akan selalu dalam pengawasan Rangga."


Saat ini mereka sudah berada di dalam kamar. Maima duduk bersandar di kepala ranjang, sedangkan Rangga tiduran dengan kepala berada di atas paha menghadap perut buncit Maima.


"Oh ya sayang, kamu sudah bicara kan sama Rani?" Rangga mengdongakkan kepalanya melihat wajah istrinya.


"Iya, sudah mas. Dan Rani juga mau ikut. Karena mereka membawa baby Rava, jadi kak Varell menginginkan baby sitter mereka juga untuk ikut? ngak apa-apa kan mas?"


"Ngak masalah sayang, paling itu juga akal-akalannya si Varell biar bebas berduaan sama Rani tanpa gangguan?"


"Mas, jangan su'udzon ya!"


"Iya sayang, mas cuma bercanda."

__ADS_1


"Hoam...ngantuk, tidur yuk mas! sudah malam." Maima merebahkan tubuhnya. Lalu, menghadap ke samping kiri mencari posisi yang nyaman di karenakan perutnya yang sudah membesar. Rangga pun memeluk tubuh Maima sambil mengusap-usap perut buncit istrinya sampai mereka berdua terlelap.


 


Jum'at sore pukul. 02.30. Semua telah berkumpul di kediaman keluarga Darmanto. Mereka segera akan berangkat menuju ke Villa milil papa Tyo. Mereka membawa mobil masing-masing.


Varell bersama Rani dan baby Rava, serta mengajak baby sitter mereka yaitu Ayu. Sedangkan 2 pria tampan namun masih lajang, ya, mereka adalah Doni dan Zack. Mereka memutuskan membawa salah satu mobil saja. Dan ditemani oleh gadis imut nan ceria, siapa lagi kalau bukan Angela adik dari Varell. Yang belakangan ini selalu terlihat lengket dengan Doni. Angela duduk di kursi belakang.


Sang tuan rumah, Rangga.Tentu saja ia tak akan melewatkan liburannya. Sebenarnya, acara liburan tersebut juga sebagai pengganti honeymoon mereka.


Berhubung pernikahan mereka juga di selenggarakan secara tiba-tiba? maka, mereka belum memikirkannya. Di tambah saat itu Maima juga tengah hamil muda. Jadi, sangat riskan jika harus bepergian jauh.


"Sayang, sudah tidak ada yang tertiñggal kan? dedek jangan rewel ya di dalam perut mommy!" mengelus lembut anaknya yang masih betah di dalam perut ibunya.


"Iya, papa. Dedek ngak akan nakal kok! kan papa yang suka nakalin mommy terus?" Suara Maima di buat-buat mirip seperti anak kecil.


"Tapi, mommy nya suka tuh kalau sedang di nakali sama papa dek? sampai minta nambah lagi?" Rangga terkekeh geli sendiri bila me gingat kegiatan rutin mereka di malam hari dan kadang kala juga di pagi dan siang hari, itu tergantung permintaan dari paksu Rangga tentunya?


Cup


Plakk


Mencuri cium bibir cherry Maima. Dan refleks Maima langsung memukul pelan dada Rangga.


"Mas, ish...malu tahu,itu di belakang kan ada kak Doni dan kak Zack? ada Angela juga lagi? kalau mereka sampai melihat gimana?" Kesalnya.


Tit tit


"Tuh mas, sudah di klakson sama mereka kan? Jangan-jangan mereka memang melihatnya? malu sekali ih?"


Maima mengerucutkan bibirnya semakin terlihat imut dan menggemaskan, apa lagi dengan pipi chubby nya?Ingin sekali Rangga menciuminya gemas.


"Mereka sedang apa sih kak?kok, seperti baru berciuman ya?apa mataku yang salah lihat?" Angela sedari tadi memang terus memperhatikan seluet dari pasangan yang berada di dalam mobil tepan di depan mereka.


"Hush...anak kecil diam saja!nanti kalau sudah di sana jaga mata dan tutup telingamu ya!"

__ADS_1


"Tutup telinga? memangnya ada apa harus pakai tutup telinga segala?" Angela memang masih terlalu polos, gadis belia yang masih berumur 17 tahun belum mengerti tentang yang enak-enak?


Sebenarnya bukannya tidak mengerti? akan tetapi belum mengerti rasanya?


__ADS_2