
Siang harinya seluruh anggota keluarga dari pihak laki-laki dan perempuan telah kembali ke kediaman keluarga Brown. Sore-nya paman Haikal beserta istri dan anaknya pun telah pulang kembali ke kampung halaman mereka di Jogjakarta.
Kini tengah berlangsung sidang dadakan yang menjadi tersangka utamanya adalah Zack dan yang menjadi korbannya Ayu.
"So, jelaskan pada kami Son! apa maksudmu berbohong pada kami?" Daddy Edward mulai menginterogasi putranya.
"Hmm–iya Dad, sebenarnya Ayu tidak hamil. Aku sengaja berbohong agar kalian mengizinkan kami untuk menikah."
"Benarkah? cuma itu saja alasannya?" Kali ini mommy Sinta yang ikut bertanya.
"Iya, ada lagi? aku tidak ingin di jodohkan dengan perempuan manapun, apa lagi si Tamara itu. Aku tidak menyukainya sama sekali, mom–dad!" Zack pun akhirnya mengatakan dengan jujur .
"Tamara itu gadis yang baik dan cantik. dia juga dari keluarga yang cukup terpandang. Papa dan mama nya juga sudah menyetujui perjodohan kalian.Lalu, setelah semuanya telah terbongkar sandiwaramu ini.Kamu juga harus menghentikan permainanmu,son!" Daddy Edward menatap dingin putranya.
"Maksud daddy apa?"
"Ya,membatalkan pernikahan kalian!Bukankah kalian memang tidak saling mencintai? jadi untuk apa di pertahankan?"
"Betul kan yang ku katakan, Ayu? kamu juga pasti ingin bebas bukan dari bocah nakal ini?" Kali ini mommy Sinta yang menekan Ayu.
Ayu yang sejak tadi hanya menunduk, tangannya mengepal.Lalu, mengangkat kepalanya dan menatap kedua mertuanya yang duduk di hadapannya.
"Baiklah nyonya, tuan. Saya terserah anda saja. Karena memang itulah kebenarannya. Saya juga cukup tahu diri.Tuan Zack memang sebaiiknya mendapatkan jodoh yang sepadan. Dan itu bukan saya."
Ayu mengatakannya dengan lugas dan tegas. akan tetapi jauh di dalam lubuk hatinya ada rasa yang tiba-tiba membuatnya sedih dan kecewa.Bahkan kini Ayu merasa sudah tidak pantas memanggil mereka dengan sebutan mommy dan daddy. Karena kenyataannya semuanya hanya sebuah sandiwara.
"Bagaimana Zack? kamu sudah mendengarnya sendiri bukan? Saran kami, akhiri semuanya dan bebaskan Ayu! biarlah dia menjalani kehidupannya dengan bahagia."
__ADS_1
"Tapi, mom, dad? Ayu...apa yang kamu katakan? kita ini sudah terikat tali perkawinan dan aku menikahimu tentu saja karena aku menyukaimu.Pikirkanlah,jangan cepat mengambil keputusan secepat ini hanya karena tekanan dari mommy dan daddy!" Zack menatap tajam dan penuh kekecewaan pada istrinya.
"Maafkan saya Tuan. Tapi, memang itu yang seharusnya terjadi. Anda tidak menyukai saya, anda hanya ingin memanfaatkan saya agar terbebas dari perjodohan itu, bukan?"
"Iya, awalnya memang seperti itu. Tapi, sekarang aku telah jatuh cinta padamu Ayu. Dan aku serius ingin membina rumah tangga denganmu. Memiliki anak yang banyak dan hidup berbahagia selamanya!" Meraih dan menggenggam erat kedua tangan istrinya.
Sementara Daddy Edward dan mommy Sinta melihat pemandangan yang begitu dramatis dan romantis. Keduanya mengulum senyum melihat putra mereka yang ternyata bisa seromantis itu.
Pasangan pengantin baru tersebut masih saling bertatapan dalam diam. Hanya terasa debaran di dada yang hanya dapat di rasakan oleh diri mereka sendiri.
"Ehemm...Bagaimana Zack, Ayu? apakah kalian sudah memutuskannya? kami tunggu secepatnya!"
"Baiklah Nyonya, Tuan. Saya permisi ke kamar!" Ayu beranjak dan melangkah menaiki anak tangga menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas.
Di dalam kamarnya, ah bukan— tapi, kamar suaminya. Ayu merasa tidak enak hati, ia jadi semakin tak pantas untuk berada di rumah itu apa lagi sampai menjadi bagian dari keluarga Brown.
"Ah, ayolah Yu! sadarlah! permainan sudah berakhir dan kembalilah ke duniamu yang dulu! jangan terjebak lagi, kamu pasti bisa!" Menyemangati dirinya sendiri di balik rasa sedih yang di rasakannya.
Zack masuk ke dalam kamar dan tak melihat keberadaan istrinya. Namun, ia mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi. ia pun mengulum senyumnya.
Setelah menghabiskan waktu hampir 30 menit. Ayu keluar dengan wajah dan tubuh yang sudah terasa segar. Ia sudah memakai piyamanya. Melihat keberadaan suaminya yang tengah duduk bersandar di atas tempat tidur, membuatnya kembali merasa gugup dan canggung.
Apa lagi mengingat kejadian waktu di hotel tempo hari yang hampir saja terjadi ke-khilafan di antara dirinya dan sang suami.
"Tuan, maaf kalau saya masuk ke kamar anda! jangan khawatir, setelah ini saya akan keluar dan akan tidur di kamar lain."
"Kamu ini bicara apa sih, Yu? kamu mau meninggalkan kamar di mana suamimu berada di dalamnya, begitu?" Zack tak suka mendengar apa yang di ucapkan istrinya.
__ADS_1
Ayu yang sedang duduk di depan meja rias pun berdiri, melihat wajah penuh amarah sang suami lewat cermin di depannya.
"Maaf Tuan, tapi bukankah seperti itu kenyataannya?pernikahan kita hanyalah sebuah sandiwara dan penuh dengan rekayasa!dan anda tidak perlu khawatir, saya akan melupakannya dan menganggap ini semua tak pernah terjadi. Jadi kita bisa tenang dan kembali ke kehidupan seperti dulu sebelum kita saling mengenal."
Zack sudah tidak tahan mendengar ocehan sang istri, ia pun bangkit dan melangkah menghampiri Ayu yang masih mematung di depan meja rias. Melihat langkah Zack yang semakin mendekat refleks Ayu pun mundur.
"Ka–lau begitu maaf tuan, saya permisi keluar. selamat beristirahat!" Baru saja ia akan beranjak dan menghindar, tapi Zack langsung meraih tubuh sang istri dan membopongnya melangkah menuju ke tempat tidur. Lalu meletakkan dengan perlahan tubuh istrinya.
"Kamu tidak akan kemana-mana, sayangku! tempatmu adalah di sini, ini adalah kamar kita! tempat di mana kita akan menghabiskan malam-malam indah yang akan kita raih bersama!"
"Tapi tuan, saya tidak bisa dan kita tidak boleh melakukannya!" Ayu mencoba bangkit ingin melepaskan diri dari kungkungan tubuh kekar milik sang suami.
"Sttt...Maaf, kali ini aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi! malam ini akan menjadi milik kita berdua, sayangku,manisku, cintaku!"
Zack mencium begitu lembut dan dalam pada kening Ayu. Lalu, berpindah ke kedua belah pipi mulus yang telah merona itu. Dan terakhir ia mengecup bibir ranum milik sang istri yang begitu menggoda.
"Tu—tuan, tolong jangan sentuh saya! bagaimana nasib saya kedepannya nanti? saya ingin menyerahkan jiwa dan raga saya hanya untuk suami saya kelak."
"Cukup, Ayu! aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Hanya ada satu cara agar kamu tidak akan pergi dariku dan itu dengan memilikimu seutuhnya. Syukur-syukur nanti kamu langsung hamil."
"Dan satu lagi, sudah kubilang berkali-kali bukan? jika kamu masih memanggil suamimu ini dengan sebutan tuan. Maka, aku tak segan-segan akan langsung menghukummu! Sekarang nikmatilah hukumanmu, sayang!"
Tanpa ba bi bu lagi, Zack langsung menyerang dengan penuh hasrat yang menggelora. Malam ini tidak boleh gagal lagi. Dan ia memastikan kali ini tidak akan ada yang bisa.mengganggu malam pertama mereka.
"Akhh...sa–kitt tuan, tolong berhenti!"Ayu menjerit dan meringis kesakitanketika rasa perih di bawah sana yang semakin menderanya. Ia merasakan suatu benda tumpul tengah mengoyak mahkotanya.
"Tenanglah sayang, ini tidak akan lama dan sakitnya pun akan segera hilang!" Lalu melanjutkan pergulatan penuh keringat di atas ranjang yang akan menjadi saksi bisu terjadinya malam pengantin mereka yang tertunda.
__ADS_1
Senyum tak lepas dari bibirnya ketika menatap wajah sayu dengan tubuh yang masih dalam penguasaannya. Ayu, sang istri yang akhirnya telah menjadi miliknya seutuhnya.
Tbc