Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Berawal Dari Kematian


__ADS_3

Suatu hari seorang mahasiswa bernama Ravel sedang melakukan perjalanan panjang bersama teman temannya. Mereka memiliki tujuan ke sebuah pulau terpencil dengan tujuan melakukan ekspedisi untuk memuaskan hobi mereka. Ketika perjalanan menuju tujuan mereka mendapati sebuah masalah yang cukup serius. Kapal yang mereka tumpangi telah di bajak oleh penjahat.


Di saat yang sama kapal mereka diikuti kapal militer untuk melakukan negosiasi sandera. Ketika mereka dan beberapa penumpang lainnya di jadikan sandera, pihak militer pun diperintahkan untuk negosiasi demi keselamatan penumpang. Ravel merupakan anggota keluarga besar yang cukup berstatus tinggi di bidang militer. Terutama kakeknya yang memimpin penyergapan penjahat dan menyelamatkan 200 nyawa orang tak bersalah.


Ravel bertujuan untuk membantu para penyelamat secara diam-diam. Ia menyekap salah satu penjahat yang berada di dekatnya hingga pingsan. Kemudian ia melucuti senjata tajam yang digunakan penjahat tersebut dan menodongkan pisau tepat di leher penjahat yang menjaga para sandera. Karena hanya ada 2 penjaga Ravel secara sembunyi-sembunyi memberikan isyarat kalau penumpang sudah di amankan.


Tanpa menunggu para tentara militer langsung mengevakuasi dan mengamankan para penjahat tersebut. Ketika pemimpin penjahat tersebut akan di tangkap, ia melakukan perlawanan dengan menembakkan pistol ke arah sandera. Pistol itu di arahkan seorang gadis kecil yang kira-kira anak sekolah dasar, tanpa berpikir tubuh Ravel secara spontan melindungi anak tersebut. Ravel terkena 3 tembakan dan kehilangan kesadaran.


Ketika ia membuka mata ia melihat seorang wanita dengan paras cantik berambut biru perak panjang dengan sayap biru kehitaman di punggungnya. Dia terdiam melihat wanita itu menghampirinya dengan kaki yang tidak menapak seolah melayang. Ravel tidak mengerti dia sedang berada di mana karena sejauh mata memandang ia hanya melihat bintang-bintang yang indah di sekelilingnya.


“Di mana ini? Bukankah aku sedang di kapal?” ucapnya bergumam sendiri dengan pikiran yang kebingungan

__ADS_1


“Ya benar, tapi kamu sudah mati. Bagaimana perasaanmu setelah mengetahuinya?” sahut sang wanita tersebut.


“Jadi, aku sudah mati? Aku ingat sekarang! Bagaimana keadaan gadis kecil itu apa dia selamat?” tanya Ravel dengan panik mengkhawatirkan orang lain.


“Tenang saja dia selamat, berkat dirimu.” jawab wanita itu.


“Begitukah? Syukurlah kalau begitu. Boleh kutanya sesuatu, sebenarnya tempat apa ini dan kamu itu sebenarnya apa?” tanya Ravel yang kebingungan atas situasinya saat ini.


“Menyimpang keseimbangan dunia? Apa maksudmu? Apa kau seorang dewi atau semacamnya?” tanya Ravel dengan penuh penasaran.


“Aku adalah salah satu dewi kehidupan, kematianmu disebabkan oleh dewa sesat dari dunia kami, namanya Mot, dulunya dia merupakan dewa kematian yang taat pada aturan para dewa. Namun ia melakukan hal buruk hanya karena kebosanan. Sekarang ia telah dikurung di penjara para dewa sesat.”

__ADS_1


Ravel yang mendengar penjelasan Ares pun terdiam dan sontak memikirkan apa yang kelak akan terjadi di kehidupannya. Karena kebosanan dewa nyawanya tercabut dari kehidupannya. Ia merasa kesal namun menahannya karena yang berada di hadapannya pun juga termasuk dewa-dewi. Ia menanyakan tentang kelanjutan kehidupannya untuk ke depannya ke Ares.


“Ares, apa kau bisa membuatku hidup kembali. Banyak hal yang belum kulakukan di kehidupanku.”


“Sayang sekali, hal tersebut mustahil. Semua orang pasti akan mengalami kematian, dan tidak ada orang yang bisa menyangkal kematian.”


“Tapi, aku mati karena kesalahan para dewa. Apa tidak ada jalan lain lagi?” tanya Ravel bertekad agar mendapat suatu pilihan.


“Baiklah, sebagai pertanggung jawaban kami para dewa. Aku akan mereinkarnasikanmu ke dunia lain. Sebagai gantinya kau harus menyembunyikan statusmu yang berasal dari dunia lain”


“Dunia lain?”

__ADS_1


__ADS_2