Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Ketenangan Sebelum Badai Tiba


__ADS_3

Setelah itu, Ravel membuat makan malam kecil untuk dirinya sendiri. Sementara yang lain langsung pergi ke kamar masing-masing karena sudah lelah. Ravel membuat makanan untuk porsi 3 orang, karena ia membuatkan bagian untuk Ella dan Mort. Setelah selesai memasak, tanpa perlu di panggil Ella dan Mort melakukan perwujudan dengan sendirinya.


“Cepat sekali kalian berdua, aku baru saja akan memanggil kalian.” ucap Ravel terkejut saat ia ingin menghidangkan makanan di piring dan mereka berdua sudah siap dan duduk tenang di kursi.


“Makananmu enak sih!” jawab Ella dengan senyuman.


“Aku belum pernah mencoba makananmu, tapi ketika aku memakan masakan yang di buat Nata rasanya aku jadi ingin mencoba makanan buatanmu.” jawab Mort yang sebenarnya mulai penasaran dengan masakan manusia.

__ADS_1


Kemudian mereka makan bersama bertiga dengan lahapnya. Setelah selesai mereka langsung menuju ke kamar Ravel dan membicarakan tentang keberangkatan ke reruntuhan Neredzahm. Ravel akan membuat Mort menjadi pelajar layaknya murid yang lain. Karena ekspedisi kali ini, kepala sekolah tidak akan turut andil dan hanya akan menunggu di sekolah.


Sementara Ella tidak akan di biarkan melakukan perwujudan. Ia meminta Ella melakukan perwujudan hanya ketika ia perintah saja. Lagi pula, Ravel akan membawa Catari untuk mengikuti penjelajahan. Meskipun bayi naga memiliki fisik yang lemah, tetapi sihir apinya masih setara dengan sihir api tingkat menengah penyihir kerajaan.


Karena ia tidak terlalu memikirkan tentang apa yang akan di lawan, ia hanya memikirkan bagaimana cara melarikan diri bersama semua temannya. Hal ini bukanlah tindakan pengecut, melainkan tindakan penanganan. Karena ia berusaha agar ketika perbandingan dengan lawan terlalu jauh, ia bisa membuat semuanya kembali dengan selamat. Ia pun juga tak berniat mengorbankan diri.


Setelah sarapan mereka bertiga langsung menyiapkan semua keperluan penting mereka. Ekspedisi kali ini, akan di pimpin oleh para alumni. Karena Kak Nata ahli dalam sihir penyembuhan, ia berada luar reruntuhan dan siap menyembuhkan semua yang luka bersama timnya. Nia berada di tim pertahanan, yang ada di baris ke dua.

__ADS_1


Dion berada di unit penyerangan di baris ke tiga, tepat di belakang tim Nia. Sementara aku, berada di tim pengawas dan pengintaian. Tim ini yang paling terdepan dan maju lebih dulu untuk melihat keadaan sekitar. Mort pun secara diam-diam menyatu dengan tim tanpa di ketahui semua orang. Semua sudah berbaris dan siap menuju reruntuhan. Pemimpin ekspedisi kali ini merupakan alumni yang seangkatan dengan Kak Nata. Namanya Alexis Remon, ia adalah salah satu orang lulusan sekolah vitoria yang berhasil menjadi penyihir kerajaan. Kemampuannya cukup tinggi, namun kapasitas mananya tidak sebanding dengan penyihir kerajaan yang datang sebelumnya.


Saat ini, terdapat 15 orang alumni dan 60 murid kelas elite yang ikut ekspedisi. Ada beberapa orang yang tak berani mengikuti ekspedisi ini dan menolak untuk ikut serta. Sebenarnya tidak ada larangan untuk tak mengikutinya, tetapi ada beberapa orang yang terpaksa mengikuti ini baik ia mau ataupun tidak.


Di antaranya adalah aku, Nia, Dion, Ariel, Adrea dan 10 orang lainnya dari kelas elite. Ariel berada di tim yang sama dengan Dion, sementara Adrea berada di tim Kak Nata. Setelah semua berkumpul, Kak Remon memberitahukan kalau jangan pernah mencoba melawan musuh sendirian dan panik ketika mundur.


“Sebelumnya, aku ingin mengatakan suatu hal pada kalian. Ingat ini dalam keadaan apa pun. Jangan pernah mencoba melawan musuh sendirian. Meski kalian mampu, pastikan sampai kemenangan sudah seratus persen di tangan kalian. Jika keadaan memburuk, jangan panik! Cobalah untuk mundur secara berkala dan saling support satu sama lain. Kalian paham!?” ucap Remon menanyakan kepada seluruh anggota ekspedisi.

__ADS_1


__ADS_2