Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Latihan Memamerkan Sihir


__ADS_3

Kemudian semua murid akan melakukan praktek sihir. Pada hari itu, mereka akan berlatih sihir dengan tanpa mantra dan setelah itu akan melakukan sihir pemanggilan yang sudah di nantikan para murid untuk mendapatkan rekan seperjalanannya.


"Sekarang kita akan berlatih sihir tanpa mantra." ucap guru itu menjelaskan panjang lebar kegiatan tersebut.


Kemudian semua murid sekolah itu mencoba secara bergantian dan semuanya berhasil melakukannya dengan baik. Namun, semua orang terkejut kalau semua murid perpindahan sementara dapat melakukannya dengan sangat mudah.


"Sihir apa saja kan? Invisible!" ucap Dion menggunakan sihir sederhananya.


"Wah, sihir ini bagus sekali dan kamu bisa menggunakannya tanpa mantra." respon guru itu memuji Dion.


"Apa sihir ini sudah termasuk sangat bagus?" tanya Ariel.


"Tentu saja, karena pemahaman sihirnya pasti sangat sulit." jawab guru pengawas itu.


"Kalau begitu, Invisible!" ucap Nia menyamai sihir Dion.


"Aku juga itu saja deh, Invisible!" ucap Adrea lalu menghilang juga.


"Kalau begitu, Invisible!" ucap Ariel yang mengikuti sihir yang lainnya yang awalnya dia ingin pamer namun tidak jadi.


"Ada apa dengan kalian? Tidak perlu berbelas kasihan dengan menggunakan sihir itu." ucap Ravel yang sejak awal berniat memamerkan diri agar para murid sadar bahwa ada yang lebih kuat di bandingkan mereka.

__ADS_1


"Tuh kan, sebaiknya kita mengeluarkan yang lebih." ucap Ariel memarahi Dion.


"Siapa suruh kalian meniruku?" ucap Dion tak tahu mengapa dia di salahkan.


Kemudian Ella menggunakan sihirnya lebih dulu. Setelah itu Ares, Mort, barulah Ravel di bagian terakhir.


"Zero Gravity!" ucap Ella lalu ia bisa terbang bebas ke mana pun.


"Maaf, aku akan menggunakan suatu target untuk sihirku, apa tidak apa?" tanya Ares ke guru yang mengawasi.


"Tidak apa, memangnya apa targetnya?" tanya guru itu.


Ares mengeluarkan monster iblis dari penyimpanan dimensinya dan membuat orang ketakutan. Ketika monster iblis itu hendak menyerang yang lain, Ares langaung menggunakan sihirnya untuk mengekang monster itu.


"Black Hole! jangan mengeluarkan monster di sini, bodoh!" ucap Mort melenyapkan monster itu beserta rantainya dalam sekejap lalu memukul pelan kepala Ares.


"Apa sih? Aku hanya menjalankan tugasku!" jawab Ares cemberut.


"Kau bukan anak kecil, berhentilah memasang wajah itu." jawab Mort memegang kepala Ares dan mundur ke belakang karena saatnya giliran Ravel.


Para pengawas pun terkejut dengan semua sihir yang di lakukan oleh Ella, Ares, dan Mort. Karena bahkan para guru pun belum tentu bisa menggunakan sihir itu. Pada akhirnya, bagian Ravel pun tiba dan sudah di nantikan oleh teman-temannya.

__ADS_1


"Pakai sihir yang mana ya? Apa guru dan murid lain ada saran? Misalkan sihir yang sangat sulit untuk di gunakan tanpa mantra." tanya Ravel ke guru dan murid lainnya.


"Sihir teleportasi! Mana mungkin kau bisa menggunakannya meski dengan mantra sekalipun." teriak salah satu murid yang terlihat sangat angkuh di antara yang lain.


"Siapa kau?" tanya Ravel ke orang yang memberi saran itu kepadanya.


"Aku adalah keponakan dari sang raja! Berbanggalah karena aku memberikanmu sebuah saran." ucap orang itu menyombongkan dirinya.


"Keponakan raja? Lalu, apa peduliku padamu? Kenapa aku harus bersyukur karena saranmu? Lagi pula, sihir teleportasi sudah aku kuasai sejak lama." ucap Ravel merasa kalau anak ini yang menjadi titik masalah di kelas itu.


"Berani sekali kau! Apa kau tidak kenal raja? Dia adalah orang yang menyatukan benua ini dan berhasil menguasainya. Dia adalah pamanku? Apa kau paham?" ucap orang itu tanpa kesadaran diri sedikit pun.


"Sudahlah, aku malas meladenimu. Teleport!" ucap Ravel lalu muncul pintu dan ia memasukinya dan pintu itu menghilang tiba-tiba.


Kemudian semua murid terkejut melihat itu. Saat semua mempertanyakan kemana hilangnya Ravel. Ravel meneriaki semua murid dari atap sekolah.


"Hei! Apa ini sudah di anggap berhasil?" teriaknya dari atap sekolah.


"Apa yang di lakukan si bodoh itu?" ucap Nia menghela napas dan menaruh tangannya di kepalanya sendiri.


"Teleport!" ucap Ravel lalu menggunakan sihir yang sama untuk kembali.

__ADS_1


"Dia benar-benar bisa menggunakan sihir teleportasi? Aku tak pernah mendengar kalau ada yang bisa menggunakannya." ucap anak bangsawan itu terkejut.


"Bagaimana? Keponakan sang raja?" tanyanya dengan intimidasi dan senyuman di wajahnya.


__ADS_2