Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Malam Pesta Perayaan


__ADS_3

Malam pun tiba dan banyak batu sihir berelemen cahaya di dinding pohon yang menerangi semua tempat. Ravel terpana melihat indahnya semua itu dan mengingat kembali beberap temannya dari dunia asalnya.


"Sayang sekali, andaikan kalian bisa ikut bersamaku ke sini, pasti akan lebih menyenangkan." ucap Ravel dalam hati sambil memandangi persiapan pesta yang hampir selesai dari jendela.


Kemudian Nina menemuinya karena merasa Ravel sedang memikirkan sesuatu. Ia menyapanya dan mengajaknya berbicara untuk meringankan beban pikirannya.


"Ravel, apa yang sedang kau lihat?" tanya Nina berjalan menuju Ravel.


"Persiapan pesta. Sebenarnya aku dan beberapa teman lamaku sangat menyukai menjelajahi dunia yang tidak di ketahui orang lain. Kami sangat senang ketika melakukan perjalanan ekspedisi untuk menyelidiki tempat misterius dan sebagainya." jawab Ravel tak melepas pandangannya dari indahnya pepohonan yang di hiasi batuan sihir elemen cahaya.


"Menjelajah? Apa kamu bisa menceritakan tempat apa saja yang sudah kamu jelajahi?" ucap Nina penasaran akan dunia luar.


"Baiklah, aku akan menceritakannya. Tapi, sebaiknya kita memanggil seseorang dulu agar tidak seperti sedang menguntitku. Benar kan Ella?" ucap Ravel yang menyadari kalau Ella terus mendengarkan ucapan hatinya dari alam bawah sadar.

__ADS_1


"Eh, bagaimana kau bisa tahu?" ucal Ella melakukan perwujudan.


"Tidak, sebenarnya aku hanya menebak. Tidak ku sangka kalau kau beneran mendengarkan pembicaraanku." ucap Ravel sedikit mengejeknya dengan tawa kecil.


"Dasar bodoh! Kau pikir aku sengaja menguping?" ucap Ella yang memang selalu mendengar semua ucapan Ravel meski Ravel mengucapkannya di dalam hati.


Kemudian Ravel duduk di lantai dan mereka berdua pun ikut duduk mendengarkan cerita Ravel.


"Ravel, apa ini carita penjelajahan ketika kamu masih di dunia asalmu?" tany Ella dalam hati ke Ravel.


"Begitulah, di dunia asal ku, tidak ada sihir dan semacamnya. Jadi, hal seperti cukup menarik." jawab Ravel lalu kembali menceritakan.


Tanpa di sadari, Ella dan Nina tertidur di bahu Ravel. Sepertinya mereoa mengantuk karena mendengar cerita Ravel tanpa henti. Kemudian Mort dan Ares datang bersama kepala desa untuk mengajak Ravel bertemu para penduduk lainnya. Namun, ia tidak tega membangunkan Nina dan Ella yang baru saja tertidur pulas.

__ADS_1


"Ravel, ayo kita pergi dan bertemu para penduduk di sini." ucap Mort menaiki tangga gantung itu.


"Sepertinya, aku tidak bisa melakukannya." ucap Ravel ketika Mort, Ares, dan kepala desa mengajaknya turun ke bawah.


"Oh, tidak ku sangka kau begitu dekat dengan putriku. Biasanya dia tidak suka di dekati oleh laki-laki." ucap kepala desa merasa kalau Nina tertarik kepada Ravel.


"Aku sedang bercerita kepada mereka berdua. Tanpa ku sadari mereka tertidur pulas seperti ini. Kalian pergilah, aku akan di sini sampai mereka berdua bangun." ucap Ravel merasa tidak enak karena tidak bisa ikut turun ke bawah.


"Aku akan menjaganya, kalian nikmati saja pestanya." ucap ibu Nina memyuruh mereka semua pergi menikmati pesta.


"Pesta ini akan terus berlangsung sampai matahari terbit, kalau mereka sudah bangun jangan lupa bergabung ke bawah dengan kami." ucap Ares lalu turun ke bawah bersama yang lainnya.


"Sepertinya, aku akan merasakan keram di bahu ku setelah ini." ucap Ravel dalam hati ketika melihat wajah mereka berdua tertidur sangat pulas dan kemungkinan tidak akan bangun untuk beberapa waktu.

__ADS_1


__ADS_2