Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Pertandingan Di Mulai!


__ADS_3

Keduanya sudah berada di posisi masing-masing. Kepala sekolah pun memberikan aba-aba mulainya pertandingan.


“Siap, Mulai!” teriak kepala sekolah.


Dengan cepat Ravel menggunakan sihir racun Smoke ke area sekelilingnya sendiri. Penyihir kerajaan itu tertawa setelah melihat apa yang di lakukan Ravel sebelum menyerang.


“Hahaha, ternyata kau lebih bodoh dari yang ku kira. Untuk apa menyembunyikan diri dengan sihir yang bisa membuatmu terkena racun. Rasakan ini, Broad Explosion!” ucap penyihir langsung menyerang dengan sihir ledakan area luas. Ravel yang mengetahui sihir yang di gunakannya langsung di bantu Mort untuk menemukan titik terlemah dari area luas sasaran sihir itu.


“Di sana! Cepat serang area itu!” ucap Mort memberitahu area terlemah sihir itu.


“Devil Hand, aku tidak akan kalah!” teriak Ravel lalu menghempaskan asap beracun yang ada di sekitarnya dan hanya tempatnya berpijak yang tidak terkena ledakan dari sihir itu.


“Apa? Bagaimana mungkin kau tidak terkena racun?” penyihir kerajaan itu terkejut kalau Ravel tak terkena racunnya sendiri.


“Hehe, cepat lanjutkan serangan keduamu Tuan penyihir kerajaan.” ucap Ravel memprovokasi.


Penyihir itu kesal dengan ejekan Ravel dan menggunakan sihir dengan kapasitas mana yang cukup besar dan serangan itu di fokuskan ke satu titik. Ravel tidak akan mampu menahan serangan itu untuk saat ini bagaimana pun caranya. Jadi, dia hanya perlu menghindarinya sebisa mungkin untuk menguras mana penyihir kerajaan itu.


“Bocah sialan! Jangan salahkan aku kalau tidak berbelas kasih padamu, tempat pemberhentianmu selanjutnya adalah akhirat. Lightning God!” ucap penyihir itu sambil menimbun mana yang sangat banyak dalam penggunaan sihir ini dan langsung menyerangnya.

__ADS_1


“Haha, siapa takut! Accel!” ucap Ravel menggunakan sihir sebelum serangan petir dari langit menyambarnya dengan kuat.


Lapangan latihan di penuhi debu dan dari tempat penonton tak bisa melihat apa pun. Sang penyihir mulai kehabisan tenaga karena sihir barusan sangatlah kuat. Lapangan latihan sampai membuat bekas sebuah lubang seperti kawah meteor dari sambaran petir tersebut. Ketika debu mulai menghilang, Ravel tak terlihat di lapangan.


“Hahaha, rasakan saja akibat dari ulahmu sendiri.” ucap penyihir kerajaan itu.


“Ravel!” teriak Nia yang menonton sambil meneteskan air mata.


“Ravel, tidak mungkin.” ucap Adrea lalu menangis.


“Ravel! Kau sudah berjanji tidak akan kalah! Kenapa kau tidak menepati janjimu?” teriak Ariel sekuat tenaganya.


“Hei, tunggu coba rasakan aura sihirnya. Ada sebuah aura sihir yang bergerak di lapangan.” ucap Dion menyadari sesuatu.


“Tunggu, ini aura mana Ravel, tidak salah lagi tapi dimana dia?”


“Aku di sini loh!” teriak Ravel tiba-tiba berada di belakang penyihir kerajaan dengan jarak cukup jauh.


“Syukurlah, ku kira kau sudah tidak selamat.” ucap Nia mengusap air matanya.

__ADS_1


“Aku juga berpikir begitu, untunglah kau baik-baik saja.” ucap Adrea menghela napas.


“Hahaha, sudah ku duga kau tidak akan kalah semudah itu, tuan populer.” ucap Dion dengan wajah senang dan tawa kecil.


“Tentu saja, hehehe.”


Penyihir itu terkejut dengan keadaan Ravel yang tanpa luka sedikit pun. Mananya pun juga tidak terkuras terlalu banyak. Ia bingung bagaimana Ravel bisa selamat dari serangan itu. Ravel pun menyadari rasa ingin tahu penyihir tersebut.


“Bagaimana dia bisa selamat dari serangan itu kan? Saat ini pasti terngiang di kepala mu tuan penyihir kerajaan.”


“Sial! Bocah ini mempermainkanku.” ucap penyihir kerajaan dalam hati.


“Yah, tenang dulu. Aku akan memberitahumu nanti jika kau berhasil menggoresku di akhir.” ucap Ravel memancing emosi penyihir itu.


“Kali ini pasti akan kuhabisi kau. Aku akan menggunakan peninggalan berharga dari guruku untuk menjaga harga diriku dan menjunjung nama baiknya.”


“Peninggalan? Mort, sepertinya kita mulai keluar dari rencana.”


“Benar, sebaiknya kita mempersiapkan diri untuk apa yang terjadi nantinya. Ella juga pasti sudah mengumpulkan banyak mana dari alam.”

__ADS_1


“Aku sudah selesai, tinggal memberikan pada Ravel dan mananya akan kembali seperti awal pertandingan di mulai.”


“Baik, semuanya bersiaplah untuk keadaan tak terduga!” ucap Ravel bertekad dan bersiap dengan lawan yang tak terprediksi akan muncul.


__ADS_2