
Kemudian mereka memulai perjalanan menuju ke reruntuhan neredzahm. Reruntuhan ini berada di timur kota di tengah bukit yang berada di tengah hutan. Di sepanjang jalan, tidak ada sedikit pun hewan gaib, Karena hutan ini sudah di amankan ketika ekspedisi harta karun reruntuhan neredzahm 1 tahun yang lalu.
Awalnya tempat ini di jadikan tempat perburuan harta karun karena banyaknya peninggalan berharga yang ada di tempat ini. Pada akhirnya di lakukan ekspedisi keseluruhan 1 tahun lalu yang di lakukan oleh 4 kerajaan besar yang bekerja sama. Kota ini berada di daerah timur daratan ini. Di daerah timur terdapat 4 kerajaan besar, 8 kerajaan sedang, dan 11 kerajaan kecil.
“Konon katanya, orang yang hilang di sini di akibatkan oleh undead yang marah karena hartanya telah di rampas. Legenda mengatakan kalau reruntuhan ini adalah bekas kerajaan terbesar 100 tahun yang lalu. Rajanya adalah seorang diktator dan ahli sihir kegelapan. Banyak rakyat yang menderita akibat pemerintahannya.
Berkat kediktatorannya itu kerajaan ini bertahan selama 50 tahun. Kemudian raja yang menua pada akhirnya hanya peti mati yang menantinya. Di katakan ia mencari cara untuk hidup abadi sejak ia menjadi raja. Pada akhirnya, usahanya sia-sia. Karena memang sejak awal akan ada waktunya bagi seseorang untuk meninggalkan dunia.
__ADS_1
Tidak terima pada dewa, karena penelitian sihir hitamnya gagal setelah mendalaminya selama 50 tahun. Ia menggunakan sihir terlarang untuk membuatnya abadi. Ia menghisap semua kekuatan kehidupan yang ada di sekitarnya. Ia membuat dirinya abadi sebagai undead dan semua rakyat dan pengikutnya hanya tersisa tulang belulang karena kehabisan kekuatan kehidupan.
Note: Undead adalah mayat hidup yang diciptakan oleh penyihir kegelapan tingkat tinggi
Konon undead itu terus menjaga hartanya dari pencuri dan membantai semua orang yang mencoba mengambil hartanya” ucap panjang Ravel menceritakan legenda reruntuhan neredzahm ke beberapa anggota pengintai.
“Nia!” teriak kecil Ravel memanggil Nia.
__ADS_1
“Apa yang kau lakukan di sini? Jika ketahuan kau akan habis di hukum nanti!.” ucap Nia marah karena Ravel terlalu banyak membuat masalah.
“Aku kesini hanya untuk memberikan ini, kalau begitu aku pamit.” ucap Ravel singkat mendekatinya dan memberikan pisau khusus yang ia buat untuk Nia dan langsung menuju ke tempat Dion dan Ariel yang berada di belakang tim ini.
Ai pun juga dengan singkat memberikan pisau ke Ariel dan Dion dan langsung ke barisan tim paling akhir untuk memberikan pisau terakhir ke Adrea. Setelah selesai memberikannya, ia langsung menuju ke tim pengintai dengan kecepatan penuh agar tak ketahuan dan mendapat hukuman. Saat ia sampai di baris tim terdepan, tepat sekali sampai ke tujuan dan dia tidak ketahuan.
Setelah perjalanan selama 2 jam akhirnya sampai di pintu masuk kerajaan yang sudah usam dan rusak parah. Mereka mengistirahatkan diri di luar reruntuhan itu agar lebih aman. Mereka bebas melakukan apa saja selama 40 menit selama tidak meninggalkan perkumpulan. Tanpa saling mencari Ravel berkumpul dengan semua temannya untuk menjelaskan rencana yang aman.
__ADS_1