Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Keluhan Ella


__ADS_3

Sesampainya di sana, Nia, Ariel, dan Adrea sedang mencoba menangkap naga kecil yang diselamatkan oleh Ravel. Mereka merasa gemas dan ingin memeluk bayi naga itu karena terlalu imut. Naga kecil itu langsung terbang menuju ke Ravel ketika melihatnya. Naga itu bersembunyi di belakang tubuh Ravel.


“Hei, hentikan! Kenapa kalian mengejarnya? Dia ketakutan sampai seperti ini.” tanya Ravel meminta penjelasan.


“Habisnya, saat aku membawa mereka ke kamarmu tiba-tiba ada seekor naga kecil sedang makan di dalam kamarmu. Karena terlalu imut kami kelepasan dan ingin memeluknya.” jawab Nia menjelaskan kejadiannya.


“Kalian ini ya! Lagi pula, kenapa kalian masuk ke kamarku!” bentak Ravel ke mereka bertiga.


“Ha-habisnya kalau di kamarmu lebih nyaman, kamarmu kan ada banyak buku bukan?”


“Kamarku bukan perpustakaan, apa kalian tahu?” tanya Ravel dengan wajah kesal.


“Ta-tau! Maafkan kami karena telah sembarangan masuk ke kamarmu.” ucap Nia meminta maaf bersama Adrea dan Ariel.


“Sudahlah! Untuk apa mempermasalahkan hal itu lagi. Dibandingkan itu, dari mana kau mendapat naga kecil ini?” tanya Dion.


“Oh, aku menyelamatkannya saat di hutan racun berduri. Naga ini awalnya tak bisa terbang, atau mungkin dia hanya terluka sebelumnya. Ia terjatuh dari atas air terjun, jadi aku memutuskan merawatnya.” jawab Ravel sambil mengelus kepala naga kecil itu.


“Apa kau akan membuat kontrak dengannya?” tanya Ariel.


“Untuk saat ini, aku belum memikirkan hal itu. Aku akan membesarkan hewan ini dulu baru pikirkan setelahnya.”

__ADS_1


“Kalau ada yang tahu, pasti dia akan mencoba merebutnya darimu loh!” ucap Adrea memperingati.


“Kalau mau rebut, tinggal rebut. Tapi, hal itu mungkin akan cukup sulit untuk merebutnya dariku bukan? Ngomong-ngomong, kenapa kalian berdua ada di sini?”


“Kami akan menginap malam ini.” jawab Ariel.


“Menginap? Memangnya ada apa dengan rumahmu?” tanya Ravel cukup kaget mendengarnya.


“Sebenarnya, aku tadi sedikit bertengkar dengan kakekku.” jawab Ariel mencoba menjelaskan.


“Kepala sekolah?” ucap Ravel tak mengira kalau Ariel bertengkar dengan kepala sekolah.


“Lalu, bagaimana dengan Adrea? Kenapa kau kabur bersamanya?”


“Sebenarnya aku ingin Ariel menginap di rumahku, karena keluarga kami dekat pasti kakeknya akan di kabari dan akan menjemputnya. Karena aku khawatir padanya aku ikut kabur dari rumah!” jawab Adrea menjelaskan.


“Jadi begitu, terserahlah. Selama kamarku tak terganggu aku tak akan mempermasalahkannya.” jawab Ravel membiarkannya tinggal.


Kemudian mereka mulai bersantai, Ravel kembali ke kamarnya dan beristirahat sejenak. Ella melakukan perwujudan dan berbaring di samping.


“Ella? Apa yang kau lakukan?” tanya Ravel ke Ella yang berbaring di sampingnya.

__ADS_1


“Hah! Aku kira kau sudah tidur.” ucap Ella terkejut ketika Ravel berbicara.


“Meskipun aku sudah tidur, kenapa kau tidur di sampingku?” tanya Ravel tentang alasan Ella di sampingnya.


“Aku hanya ingin beristirahat. Di sini sangat nyaman dan tempat yang bagus untuk memulihkan tenaga, kalau di alam bawah sadar aku tak bisa beristirahat dengan nyaman sedikit pun.” ucap Ella memberi alasan agar di izinkan.


“Baiklah, nanti malam apa kau mau tinggal di kamar Nia bersama dengan yang lainnya?” tanya Ravel mencoba agar Ella merasakan kehidupan menyenangkan.


“Apa boleh? Bagaimana jika ada bahaya, keadaan darurat, penyusup dan semacamnya?” ucap Ella salah tingkah karena ia terlalu mengkhawatirkan Ravel jika tak bersamanya.


“Pergi saja, aku yang akan menjaganya.” ucap Mort menghilangkan kekhawatiran Ella.


Kemudian Ella keluar dari kamar Ravel dengan senangnya dan menuju ke lantai bawah untuk berkumpul dengan yang lain.


“Ternyata kau baik juga ya, sampai mengatakan hal yang tak perlu agar dia tak mengkhawatirkanku.” ucap Ravel ke Mort.


“Karena aku dewa yang memberikan kebahagiaan kepada makhluk hidup.” respon Mort dengan sedikit canda.


“Sejak kapan ada alur malaikat kematian melakukan hal itu?” ucap Ravel menganggapi candanya tersebut.


Kemudian mereka berdua tertawa terbahak-bahak setelah pembicaraan itu.

__ADS_1


__ADS_2