Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Alunan Pesan Penyampaian


__ADS_3

Terdengar suara riuh dari segala tempat, suara alunan musik unik yang tak pernah di dengar, suara nyanyian para wanita elf yang merdu, dan suara angin yang meniup dedaunan membuat sensasi yang nyaman tercipta.


"Susana ini, sangat bagus sekali." ucap Ravel menutup matanya sambil menghadap ke atas.


Nina dan Ella terjatuh dan tertidur di pahanya. Ia kira mereka bangun dan langsung menoleh. Ternyata hanya berpindah posisi dan masih tertidur sangat pulas. Ia mengeluarkan biola dari penyimpanan dimensi dan mengiringi alunan musik unik para elf dan juga nyanyian para wanita elf.


Semua orang terheran dengan suara merdu alat musik yang tiba-tiba tergabung ke alunan lagu. Kepala desa menanyakan pada dirinya sendiri dari mana asal suara ini.


"Dari mana asal suara ini? Terdengar sangat bagus dan merdu." ucap kepala desa mendengarkannya dengan seksama.


"Ini pasti Ravel, karena dia memiliki sebuah alat musik buatannya yang sangat unik dan merdu.


"Benar, pasti dia yang memainkan ini." ucap Ares menyambung ucapan Mort.


"Dia anak yang sangat hebat. Dia bisa melakukan banyak hal dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ia pasti akan merubah dunia ini kelak dengan kemampuannya." ucap kepala desa yang terlalu memuji Ravel.


"Aku setuju. Dia memang bukan manusia yang bisa di temui di segala tempat." jawab Mort.


"Meski kau kelihatan seumuran dengannya, tetapi pola pikirmu cukup dewasa juga ya, hahaha." ucap kepala desa terkagum dengan cara berbicara Mort yang sangat dewasa.


"Kalau itu, terima kasih banyak." ucap Mort menahan kesal dalam hati.


Ares tertawa setelah mendengar perkataan kepala desa. Ia menertawakan Mort yang sedang menahan kesalnya karena ia sedang berpura-pura menjadi manusia.

__ADS_1


"Hahahaha!" tawa Ares terbahak-bahak dengan lepasnya.


"Awas saja kau, aku akan membalasmu nanti." ucap Mort dalam hati karena geram ketika melihat kelakuan Ares.


Ketika Ravel memainkan biolanya, tak lama Nina dan Ella terbangun dari tidurnya. Mereka terkejut karena bisa dengan mudahnya tertidur pulas di baha seseorang.


"Maaf, sepertinya aku membuatmu memangkuku." ucap Ella dengan wajah merah dan sedikit malu.


"Tidak apa, kau juga sering melakukan itu untukku." jawab Ravel menghentikan permainan biolanya dan mengelus kepala Ella.


"Mereka terlihat sangat akrab, apa hubungan mereka?" ucap Nina dalam hati.


"Nina? Kenapa kau melamun?" tanya Ravel menyadari Nina hanya terdiam melihat mereka berdua.


"Oh, ini? Namanya biola, aku membuatnya sendiri. Bunyinya berasal dari senar yang di gesek." jawab Ravel ke Nina.


"Apa kau bisa memainkannya untuk ku? Aku ingin mendengarnya lebih jelas." ucap Nina yang hanya mendengar suara biola ketika ia setengah sadar.


Kemudian Ravel memainkan biolanya dan membuat Nina terdiam. Suaranya sangat merdu dan menyatu dengan suara angin yang menghebus dedaunan. Suara musik yanh di pesta dan nyanyiannya juga terhenti ketika mendengar perubahan cara bermain Ravel yang sanhat indah.


Nina mengeluarkan serulingnya dan menyatukan iramanya. Semua orang terhipnotis dengan alunan musik itu. Musik yang tenang dan membuat orang lain merasa nyaman. Ella pun bersenandung ketika mereka berdua memainkan alat musik. Suara yang saling terhubung itu membuat semua orang terdiam bahkan Mort dan Ares sekalipun.


Mort dan Ares langsung menuju ke atas dan menggunakan sihir pengantar pesan ke Nia. Ia mengirim dengan sihir penyampaian dan membuat mereka bisa melihat apa yang di lihat Mort.

__ADS_1


"Apa ini?" ucap Nia di tempat bersantai di rumah Kak Remon.


Muncul sebuah kristal di tangan Nia. Kemudian saat ia melihatnya lebih teliti ia penasaran dan memanghil yang lainnya.


"Kalian semua! Aku menemukan sesuatu, apa ada yang tahu apa ini?" teriak Nia memanggil semua temannya.


"Ada apa?" tanya Dion.


"Kristal penyampaian? Siapa yang mengirimnya?" ucap Adrea ketika melihatnya.


"Apa itu kristal penyampaian?" tanya Nia.


"Alirkan mana mu ke kristal itu, kau akan melihat visual dari mata orang yang menggunakan sihir penyampaian padamu." ucap Ariel di ikuti para senior yang penasaran dengan teriakan Nia.


Kemudian Nia menggunakan sihirnya dan melihat sebuah visual yang di lihat Mort beserta suaranya. Muncul semacam cerminan air yang menggambarkan apa yang di lihat Mort.


"Suara ini merdu sekali, siapa itu?" ucap Nia ketika mendengar seruling.


"Elf? Ravel, sedang bersama bangsa elf?" ucap Dion kaget ketika Ravel bersama dengan seorang bangsa elf.


"Selain itu, alunan musik ini sangat sempurna. Aku tidak menyangka kalau Ella memiliki suara seindah ini." ucap Kak Nata yang ikut mendengarnya.


"Ini memang sangat indah." ucap Kak Remon yang ikut menikmatinya.

__ADS_1


__ADS_2