
"Apa maksudmu tidak pergi? Jika kau tidak kembali maka aku juga akan di sini." ucap Nia meneguhkan pilihannya.
"Aku juga akan menetap di sini!" ucap Dion juga berniat menetap jika Ravel tidak ikut kembali.
"Kalian dengarkanlah aku terlebih dahulu. Aku juga tidak akan di sini selamanya tahu! Aku hanya menetap sekitar 1 atau 2 bulan saja." ucap Ravel merasa kalau kedua sahabatnya terlalu berlebihan.
"Aku akan kembali! Inginnya sih bilang begitu, tapi kalau tidak ada kau di sana sepertinya akan sepi." ucap Ariel berniat untuk menetap juga.
"Jika kalian semua menetap, aku juga akan menetap di sini." ucap Adrea juga memutuskan untuk menetap.
"Kalau begitu, aku jadi ingin menetap." ucap Kak Walles sambil meminum kopi.
"Memangnya kau masih anak-anak? Jangan katakan kalau kau ingin tinggal juga?" ucap Kak Azzack bertanya kepada Kak Walles.
"Ayolah, aku hanya bercanda. Kalian kan tidak bisa apa-apa jika tidak ada aku." ucap Kak Walles mengejek Kak Azzack.
"Terserah!" ucap Kak Azzack lalu pergi keluar.
__ADS_1
"Dia tidak marah? Membosankan, ku kira dia akan kesal sampai ingin membunuhku." ucap Kak Walles melanjutkan minumnya.
Kemudian Kak Remon datang ke ruangan itu membawa sarapan buatan Kak Nata. Mereka pun langsung pergi ke dapur dengan cepat untuk mengambil sarapan. Kak Walles pun juga tidak kalah cepat menuju dapur.
"Haha, sungguh kekanak-kanakan sekali. Walles tidak berubah sedikit pun dari dulu." tawa kecil Kak Remon ketika melihat Kak Walles berlari dengan cepat untuk mengambil sarapan ke dapur bersama para junior.
Kemudian Kak Nata datang membawa sarapan ke ruangan itu. Tak lama di susul oleh yang lainnya yang sudah membawa sarapan.
"Walles, kenapa kamu juga terburu-buru sih? Memangnya kamu anak kecil apa?" ucap Kak Nata sedikit memarahi Kak Walles.
Kemudian mereka makan bersama di sana. Selain Kak Azzack yang pergi keluar. Setelah Kak Remon selesai, ia menanyakan mengenai Ravel yang akan menetap di sekolah Astilice.
"Jadi, Ravel tidak akan ikut kita kembali. Ia akan menetap di sini untuk mempelajari perbedaan sihir di sini." ucap Kak Remon lalu yang lain berdiri meski belum selesai sarapan.
"Aku akan menetap!" ucap Nia sambil membentak meja.
"Aku juga." ucap Dion ikut berdiri.
__ADS_1
"Kami juga akan menetap!" ucap Ariel dengan tangan bergandengan dengan Adrea.
"Seperti yang ku duga, lihat ini!" ucap Kak Remon memberikan sebuah lembaran surat dari kepala sekolah.
Dion mengambilnya dan membacanya dengan suara lantang agar yang kain dapat mendengar.
"Remon, bawa anak-anak kembali besok. Kita akan mengadakan pelatihan neraka! Ini persiapan untuk latihan nyata perang sihir dunia." ucap Dion membaca surat itu.
"Latihan nyata perang sihir dunia? Apa itu?" tanya Nia bingung dengan maksud dari surat itu.
"Kalian harus kembali! Itu adalah latihan yang sangat penting, aku berjanji akan kembali dalam dua minggu." ucap Ravel menjanjikan tinggal hanya untuk dua minggu.
"Baiklah." ucap Dion menuruti perkataan Ravel karena ia melihat wajah Ravel yang sebenarnya ingin secepatnya kembali.
"Apa kita benar-benar akan kembali Dion?" tanya Nia terkejut dengan pilihan Dion ketika selesai membaca surat.
"Kalau begitu, aku akan kembali. Pastikan kau kembali dalam dua minggu ke depan." ucap Nia memasrahkan karena Dion tiba-tiba berubah pikiran.
__ADS_1