Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Hari Perjanjian


__ADS_3

Hari terakhir pelatihan bersama Kak Azzack pun tiba. Para alumni yang lain sudah menyelesaikan pelatihannya. Jadi, mereka semua beserta semua teman Ravel yang lainnya menyaksikan pertandingan Ravel melawan Kak Azzack melalu luar dimensi tempat latih tanding. Semua sudah bersiap dan mereka berdua sudah siap bertarung.


Saat pertarungan di mulai, bukannya menyerang lawan dengan cepat, mereka berdua menggunakan banyak sihir sekaligus di saat yang bersamaan. Kak Azzack menggunakan semua sihir penguatannya dan pertahanannya. Ravel pun juga menggunakan semua sihir yang sama persis karena telah mempelajarinya dari semua buku yang di berikan Kak Azzack.


Lalu mereka berdua maju secara bersamaan dan saling memukul wajah hingga terpental satu sama lain. Dalam adu tinju barusan, Kak Azzack terlihat lebih unggul dari Ravel. Mereka berdua bangkit lagi dan saling hantam satu sama lain. Tak ada celah sedikit pun untuk mengungguli satu sama lain. Benar-benar latih tanding yang sangat jarang.


“Astaga, benar-benar ceroboh sekali mereka berdua.” ucap Kak Walles melihat Ravel dan Kak Azzack saling baku hantam.


“Kenapa kau bisa berbicara semudah itu? Bagaimana kau tak terkejut melihat pertandingan ini?” ucap Intelligent terkejut dengan kemampuan Ravel dan sedangkan Kak Walles hanya merespon dengan biasa.


“Oh, apa kalian ingat tentang aku menceritakan kalau ada sihir lebih tinggi yang tersembunyi di buku sihirku?” ucap Kak Walles memberitahukan alasannya.

__ADS_1


“Ya, aku ingat. Memangnya kenapa dengan buku sihir itu?” tanya Kak Remon ke Kak Walles.


“Ravel yang menemukan sihir itu, dan lagi dia membuat salinan dari sihir tersembunyi itu. Terutama yang paling membuatku takut padanya adalah dia menyelesaikan semua itu hanya 1 malam saja.” ucapnya menundukkan kepala karena sadar akan perbedaan yang sangat jauh.


“1 malam? Apa monster anak ini? Dari mana asalnya?” ucap Intelligent saking terkejutnya.


Lalu perhatian mereka teralih kembali ke pertarungan Ravel dan Kak Azzack. Mereka berdua sedang dalam keadaan saling kelelahan dan menjaga jarak satu sama lain. Tiba-tiba Ravel tersenyum di tengah sulitnya bernapas. Lalu ia menghela napas panjang dan berbicara pada Kak Azzack. Ia sebenarnya tak tahu kalau semuanya sedang menontonnya.


“Hahaha, apa hanya begini saja? Kalau kalah akan ku seret kau untuk meminta maaf pada Adrea!” ucap Ravel lalu menendang Kak Azzack hingga terpental sedikit.


“Kenapa kalian memandangku? ucap Adrea dengan wajah memerah dan malu dengan ekspresi yang sangat imut.

__ADS_1


“Wajah malunya, imut sekali!” ucap semua orang dalam hati yang memandangi Adrea ketika ia berbicara.


Lalu, mereka kembali berfokus ke Ravel yang kembali terkena serangan balasan Kak Azzack. Di saat itu ia kembali bangkit dan membuat senyum kecil ketika bangun dari jatuhnya.


“Mulai sekarang, aku akan serius. Accel!” ucap Ravel lalu menerjang dengan kecepatan tak terlihat dan menendang Kak Azzack hingga membentur pembatas.


“Apa yang terjadi? Bagaimana dia bisa menghilang?” tanya Kak Remon terkejut saat Ravel tiba-tiba sudah di depan Kak Azzack.


“Itu sihir percepatan, dan juga dia sudah sepenuhnya menguasai sihir itu.” jawab Intelligent menjelaskan ke Kak Remon.


“Sepertinya, aku akan mempelajarinya nanti. Sial, keren sekali sihir itu!” ucap Kak Remon yang hanya mempelajari sihir kelas rendah yang sangat bermanfaat pada pertarungan langsung.

__ADS_1


Kak Azzack di hajar habis-habisan dan di saat ia hampir terjatuh, ia berhasil melontarkan serangan langsung ke kepala Ravel yang sedang bergerak super cepat hingga terpental sangat jauh. Di saat itu Ravel bangkit dan melakukan hal yang sangat membuat terkejut semua orang. Lalu ia menunjuk jarinya ke arah Kak Azzack.


“Jangan senang dulu, ini masih belum berakhir!” teriak Ravel lalu menyerangnya secara langsung.


__ADS_2