Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Latihan Nyata


__ADS_3

Pelatihan berikutnya akan di mulai. Para alumni berkumpul di depan tempat latihan untuk memberitahu pasangan latihannya. Ravel sedikit merasa tertekan ketika mendengar kalau akan berlatih dengan Kak Azzack yang di katakan sebagai manusia dengan kekuatan fisik terkuat di dunia yang berhasil mencegah kekacauan hanya dengan kekuatan fisik.


“Ravel! Kau akan berlatih dengan Kak Azzack bulan ini.” ucap Remon memberitahunya.


“Baik Kak!” jawab Ravel tegas karena sedikit tegang.


“Aku akan keras melatihmu! Ayo bergegaslah!” ucap Kak Azzack memasuki tempat latihan lebih dulu.


“Baik Kak! Jangan sungkan untuk melatihku sekeras mungkin!” teriaknya menghormati Kak Azzack.


“Ravel, selalu waspada dalam keadaan apa pun.” bisik Kak Walles sebelum Ravel memasuki tempat pelatihan.


Kemudian Ravel memasuki tempat latihan. Ia berdiri tegap menunggu arahan dari Kak Azzack dalam pelatihan.


“Serang aku.” ucap Kak Azzack mempermainkannya.

__ADS_1


“Apa aku tak salah dengar? Bisa kau ulangi Kak Azzack?” ucap Ravel berpura-pura tak mendengar.


“Serang aku tuli!” ucap Kak Azzack menyerangnya dengan cepat dengan kekuatan yang besar sampai membuat lantai retak dan hancur.


Ravel menghindari serangan itu dan menunjukkan kemampuan provokasinya yang sebenarnya. Ia sudah mendengar pelatihan semua temannya dan merasa muak dengan Kak Azzack saat mendengar cerita Adrea. Karena Adrea di paksa melakukan latih tanding di setiap pelatihan yang bahkan tak memiliki banyak sihir serangan.


“Serang? Memang itu yang aku inginkan! Heavenly Lightning!” teriak Ravel menggunakan salah satu sihir level putihnya.


Seketika dimensi tempat pelatihan mereka muncul awan gelap dan menimbulkan petir dahsyat yang sangat besar. Kak Azzack terkejut dengan kekuatan Ravel, namun dia masih tak gentar dengan kekuatannya. Padahal serangannya sampai membuat lubang besar di lantai dimensi pelatihan mereka. Kak Azzack tak sedikit pun merasakan takut dan menyerang Ravel tanpa menahan diri.


“Memangnya hanya kau saja yang bisa menggunakannya, dasar otak otot sialan! Determination!” teriak Ravel menggunakan sihir yang sama dan mencoba menahan serangan Kak Azzack.


Ravel terpental sangat jauh hingga membentur pembatas dimensi. Ia mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya. Kak Azzack terkejut setelah melihatnya. Karena meskipun Ravel terhempas, ia masih sadar setelah pukulan sekuat tenaganya itu.


“Apa hanya segitu kemampuanmu? Ternyata hanya mulutmu saja yang besar!” ucap Kak Azzack lalu berjalan ke arah sebaliknya.

__ADS_1


“Cih! Kau pikir ini sudah berakhir kah? Accel! Determination! Existence! Absolute Defense!” teriak Ravel menggunakan 4 sihir sekaligus.


Ia muncul tiba-tiba di depan Kak Azzack dan memberikan tendangan kuat tepat di wajahnya. Kak Azzack terkejut dan tak mampu menghindar dari kecepatan Ravel. Ia menggunakan sihir percepatan yang sampai ke level Kak Azzack tak mampu melihatnya. Awalnya ia terkejut kalau Ravel bisa bergerak secepat itu.


“Hah, meskipun tak terlihat, hawa keberadaanmu bisa menunjukkan keberadaanmu bodoh!” teriak Kak Azzack menggertak Ravel dan mencoba mendeteksi hawa keberadaannya.


“Benarkah?” ucap Ravel dari sekeliling yang tak bisa di tebak keberadaannya karena selalu berpindah tempat dengan sangat cepat.


“Kenapa aku tak bisa merasakan hawa keberadaannya?” ucap Kak Azzack dalam hati terkejut.


“Apa sekarang kau takut pada adik kelasmu ini?” ucap Ravel kembali memprovokasinya.


“Apa yang aku takuti darimu? Ground Vibration!” teriak Kak Azzack menggunakan sihir lalu tanah di dimensi pelatihan bergetar dengan kuat.


Ravel kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Langkahnya terhenti, dan seketika itu juga Kak Azzack melancarkan serangannya.

__ADS_1


__ADS_2