
Kemudian iblis itu mulai cemas dan menyerang Ravel. Ketika iblis itu menyerangnya, Ravel terlihat tembus pandang dan serangannya hanya melalui tubuh Ravel saja. Ketika di serang, tubuh Ravel seperti biasan air yang kembali ke bentuknya kembali.
"Percuma saja, di dimensi ini aku bisa memanipulasi segalanya. Karena aku adalah pencipta dimensi ini, dengan kata lain akulah dewa di dimensi ini!" ucap Ravel memprovokasi iblis itu karena sihirnya tidak akan bertahan lama.
"Bocah sialan! Aku akan menghabisimu dengan cepat!" ucap iblis itu lalu menerjang Ravel dengan cepat.
"Percuma saja, perisai muncullah!" ucap Ravel lalu muncul perisai di depannya dan menghalangi serangan iblis itu.
"Apa-apaan sihir ini? Kenapa dia bisa memunculkan benda itu?" ucap iblis itu dalam hati karena terkejut dengan sihir Ravel.
__ADS_1
"Sekarang giliranku, berikan aku seribu pedang!" ucap Ravel lalu muncul banyak pedang di langit.
"Apa itu? Sial, jika dia menyerang dengan itu aku pasti mati." ucap iblis itu mencoba mencari jalan keluar dalam hatinya.
"Serang dia!" ucap Ravel lalu semua pedang menyerang iblis itu secara bersamaan.
Awalnya iblis itu menangkis beberapa bilah pedang. Karena jumlahnya yang terlalu banyak ia terpojok dan terkena serangan Ravel. Semua di penuhi debu akibat benturan pedang itu dan tak terlihat apa pun. Ketika debu mulai menghilang, terlihat iblis itu tertusuk pedang di beberapa bagian dan tertancap di tanah yang membuatnya tidak bisa bergerak.
"Bagaimana? Apa sudah tahu kalau aku adalah dewa dimensi ini? Kau tidak mati karena aku yang memutuskannya, sekarang pasti pedang itu terasa lebih sakit dari yang lainnya bukan? Kau juga tidak bisa meregenerasi lukamu, apa aku salah?" ucap Ravel berjalan mendekati iblis yang tergeletak itu.
__ADS_1
"Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau mengacaukan rencanaku?" tanya iblis itu yang merasa kalau Ravel mengganggu rencananya.
"Bukankah kau yang meremehkan kami? Karena menyuruh sekolah kami untuk melakukan perpindahan murid sementara. Sepertinya kau menghancurkan rencanamu sendiri." ucap Ravel menjentikkan jari dan dimensi kembali normal seperti semula.
Iblis itu pingsan karena luka yang di dapatkan, namun ketika berpindah dimensi ia hanya pingsan karena mananya habis dan penyerapannya berhenti atau di tahan oleh seseorang.
"Sihir ciptaanmu sendiri, membuatku ingin mempelajarinya!" ucap Mort merasa bersemangat untuk belajar sihir setelah sekian lama tak menemukan sihir yang membuatnya tertarik.
"Tenang saja, anggap saja sebagai ganti kau mengajariku sihir akan ku berikan buku sihirnya nanti kalau sudah jadi." ucap Ravel yang merasa akan membuat buku sihir yang sangat tebal.
__ADS_1
Karena cara dia mengubah dimensi sekitarnya dengan penuh adalah karena ia memahami seluruh struktur tempat itu. Saat ini Ravel memahami hampir seluruh struktur planet itu. Ia meneliti udara, tanah, dan semua yang ada di sana layaknya pengamatan biologi dari dunianya. Karena memahami struktur tersebut, ia dapat mengubahnya.
Hal ini layaknya para ilmuwan yang meneliti di dunia lamanya. Karena ia mencari tahu struktur dunia itu seperti yang ada di dunianya. Ia menggunakan pemikiran ilmiah untuk meneliti seluruh struktur dan menyalinnya. Ia hanya perlu merubah beberapa struktur dan terciptalah dimensi buatannya.