
Setelah itu, sihir penyampaian dari Mort selesai. Mereka merasa tenang setelah mendengar alunan merdu itu. Sementara itu, Ravel dan yang lainnya di tarik Mort dan Ares untuk ikut turun ke bawah menikmati pestanya.
"Ayo! cepat ke bawah!" ucap Mort menarik tangan Ravel dan Ares menarik tangan Nina dan Ella.
Mereka semua pun mengikutinya dan berkumpul di bawah. Tersedia sebuah meja yang sangat panjang dari pohon yang di penuhi oleh berbagai makanan khas bangsa elf.
"Ayo! Kalian cobalah makan juga." ucap kepala desa menyambut kedatangan Ravel.
Mereka pun ikut makan bersama di sana dengan seluruh penduduk desa. Mereka mencoba makanan para bangsa elf yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
"Sup apa ini? Rasanya lumayan enak." ucap Ravel yang sedang meminum sup bersama Ella.
"Oh, itu sup dari ulat pohon kirin." jawab kepala desa.
"Oeeekkk" Ella memuntahkan sup itu setelah mendengar perkataan kepala desa.
"Hahaha, setiap ada orang yang pertama kali mencobanya pasti akan muntah setelah mengetahui bahannya." tawa kepala desa tidak menghiraukan Ella memuntahkan makanannya.
"Apa kau tidak tahan dengan makanan ini?" tanya Ravel ke Ella yang sedang muntah.
__ADS_1
"Tidak bisa, aku tidak sanggup memakan itu setelah mengetahui apa bahan untuk membuatnya." jawab Ella dengan wajah pucat.
"Tunggu di sini, aku akan mencari gelas dulu." ucap Ravel lalu mengambil gelas kosong dan menciptakan air dengan sihir ke gelas itu.
Kemudian ia memberikan air di gelas itu untuk Ella agar bisa menghilangkan rasa mualnya. Setelah itu Ravel mencarikan makanan yang terbuat dari sayuran atau pun buah.
"Makanlah ini, kau akan merasa baikan." ucap Ravel memberikannya ke Ella.
Kepala desa terkejut ketika Ravel bisa tahan dengan masakan itu. Bahkan, Ares pun muntah ketika tahu bahan makanannya adalah hewan melata atau serangga.
"Apa kau terbiasa dengan makanan ini? Hebat sekali kau tidak muntah ketika memakan ini untuk pertama kalinya." ucap kepala desa melihat Ravel biasa saja ketika tahu bahan makanannya.
"Apa kau serius mengatakan hal itu?" tanya Ares dengan mata jijik.
"Apa salahnya dengan serangga? Mereka tidak terlalu buruk jika kau sudah terbiasa." jawab Ravel mengabaikan pandangan Ares.
"Kau benar-benar bisa tahan dengan hal itu? Aku yang sudah banyak membunuh dan berperang, tidak sanggup menelan makanan itu." jawab Ares dengan wajah mual.
"Hahaha, dasar lemah. Makan ini!" ucap Mort meledek Ares dan memaksanya untuk memakan serangga.
__ADS_1
Ares berlarian menghindari Mort yang membawa makanan berbahan serangga di tangannya, sementara yang lain hanya melihat mereka dan tertawa terbahak-bahak karena sifat lucu mereka.
Tak terasa mereka berpesta sampai pagi dan tertidur di segala tempat. Ravel terjaga sepanjang malam memangku Ella tertidur di bawah pohon. Ia bahkan mengeluarkan selimut dari penyimpanan dimensinya untuk di berikan ke Ella yang tertidur pulas. Sama halnya yang di lakukan Mort ke Ares. Ia melakukan hal yang sama persis. Perbedaannya hanya Ares tertidur dengan bersandar di bahu Mort.
Kemudian setelah semuanya bangun dan sadar dari rasa mabuk bir pesta, mereka berpamitan untuk kembali ke sekolah victoria.
"Terima kasih banyak atas perayaannya, semalam sangat menyenangkan." ucap Ravel ke kepala desa.
"Bukan apa-apa, ini hanya hal kecil sebagai tanda terima kasih." jawab Nina mendekati Ravel.
"Kalau begitu, kami akan pamit. Nanti, aku akan ke sini dengan teman-temanku yang lainnya untuk membalas perayaan ini." jawab Ravel berbalik badan dan menggunakan sihir teleportasi.
"Tunggu dulu!" teriak Nina berlari menuju Ravel.
"Ada apa?" tanya Ravel menoleh ke arah Nina yang berlari menujunya.
Nina mencium pipi Ravel dan membuat semua orang terkejut. Setelah itu, dia memberikan sebuah panah kesayangannya. Lalu, dia lari begitu saja karena malu. Ravel terdiam karena terkejut dengan apa yang di lakukan Nina. Ella hanya memasang wajah kesal ketika melihat Ravel terlihat senang.
"Kalau begitu, kami akan pamit. Sampai bertemu lagi." ucap Ravel lalu menggunakan sihir teleportasi dan memasukinya bersama yang lain.
__ADS_1