
“Kak, dimana tempat latihanmu?” tanya Ravel ke Kak Remon.
“Sudah hampir sampai, rumahku ada di dekat pintu masuk kota ini.”
Kemudian mereka sampai di rumah Kak Remon. Rumahnya sangat besar dan megah terutama di belakang rumahnya terdapat tanah kosong yang di batasi tembok marmer yang tebal yang di gunakan untuk latihan. Di sana ada beberapa prajurit yang berlatih dan dari zirahnya bukan hanya prajurit, tetapi juga ada penjelajah atau pun petualang.
“Tempat ini aku buka untuk umum, jadi akan selalu ramai. Aku menutup tempat ini hanya sehari dalam seminggu untuk latihan intensifku. Besok tempat itu akan di tutup dan akan menjadi tempat khusus untuk kalian. Aku juga akan mengundang beberapa temanku untuk menjadi instruktur besok.” ucap Kak Remon ke mereka semua.
“Kak, kau bilang besok? Bukankah kau bilang sore ini?” tanya Ravel ke Kak Remon dengan bingung.
“Tenang saja, aku sudah memberitahu kepala sekolah. Kalian akan menginap di sini selama 2 hari dan berlatih mati-matian agar tidak membuang waktu dan bermalas-malasan di sekolah. Aku tahu, kalian sangat tidak bersemangat untuk belajar di sekolah.”
“Ya sudahlah, terserah saja. Lagi pula aku datang ke sini untuk latihan.” ucap Dion dengan santainya.
__ADS_1
“Kau benar juga sih, tapi bagaimana dengan para gadis?” ucap Ravel menanyakan ke yang lainnya.
“Bukan masalah, aku juga datang ke sini untuk berlatih.” ucap Nia dengan senyuman seperti biasanya.
“Aku juga tak apa, bagaimana denganmu Adrea?” jawab Ariel lalu menanyakan Adrea.
“Tentu saja, aku akan ikut!” jawab Adrea.
Kemudian mereka memasuki rumah besar itu. Meski besar dan megah dari luar, bagian dalamnya tidak ada barang yang terlalu berlebihan. Karena Kak Remon berasal dari keluarga biasa dan terbiasa dengan hal itu. Mereka pun memilih kamar dan mandi. Setelah selesai bersiap mereka menuju ke ruangan tamu dan mengobrol di sana.
“Lama juga ya, Kak Remon.” ucap Nia.
“Biar aku lihat sebentar, Miror World!” ucap Dion menggunakan salah satu sihirnya.
__ADS_1
Kemudian muncul gambar Kak Remon yang sedang dalam perjalanan bersama Kak Nata. Mereka terkejut dengan sihir Dion, kecuali Ravel. Karena ia juga sudah menguasai sihir ini sebelumnya. Ketika mereka melihat Kak Remon dan Kak Nata. Mereka sedang bermesraan di perjalanan. Mereka mengobrol sambil saling menggenggam tangan satu sama lain.
“Ah! Mereka membuat iri saja!” teriak kecil Nia merasa kesal karena iri.
“Hahaha, kenapa kau cemberut begitu?” tanya Dion ke Nia karena wajahnya sangat lucu ketika cemberut.
“Hei, bagaimana kalau semua roh kontrak di sini berkumpul saja?” ucap Ravel ke semuanya.
“Kenapa?” tanya Adrea ke Ravel penasaran dengan alasannya mengatakan itu.
“Bukankah saling mengobrol bersama itu menyenangkan? Dari pada terdiam di alam bawah sadar lebih baik mereka mengobrol pada sesama mereka bukan?” ucap Ravel lalu Ella melakukan perwujudannya.
“Haha, kau benar juga ya!” ucap Ariel setelah mendengar perkataan Ravel.
__ADS_1