Kehidupan Baru di Dunia Lain

Kehidupan Baru di Dunia Lain
Penginapan


__ADS_3

"Kemana kita akan menginap?" tanya Ella ke Ravel sambil berjalan bersama.


"Ravel, bagaimana kalau di sana?" ucap Mort melihat sebuah penginapan tak jauh dari sana.


"Baiklah, ayo kita periksa di sana dulu." ucap Ravel lalu menuju ke penginapan itu.


Saat sampai di depan penginapan, terlihat sangat sepi di dalamnya. Kemudian seorang penyihir keluar sebagai pelayan.


"Apa ada kamar yang kosong?" tanya Ravel ke penyihir wanita itu yang terlihat kerepotan.


"Ada, tapi tunggu sebentar! Aku sedang mencari temanku." ucap penyihir wanita itu mencari di bawah sambil merangkak di sekitaran meja.


"Apa kau bercanda? Mana mungkin ada manusia di sana." ucap Mort merasa di permainkan.


Kemudian melompat seekor anak kucing lucu ke wanita itu. Setelah itu wanita itu bernapas lega ketika menemukan kucing itu.


"Maaf, ini temanku, namanya Airi. Dia adalah hewan gaib tingkat atas yang punya kesadaran penuh atas kehendaknya sendiri." ucap penyihir wanita itu memperkenalkan temannya.


"Ini sangat hebat, apa kau melihat mana itu Mort?" ucap Ravel terpukau saat melihat kucing itu.

__ADS_1


"Apa kalian ingin menyewa tempat ini? Kamar kosong masih tersedia banyak, pembayarannya 1 koin emas permalam." ucap penyihir wanita itu memberitahu biaya penginapan.


"Mahal sekali! Kalau begitu kami mengambil 1 kamar saja." ucap Ravel terkejut dengan harga penginapan itu.


"Baiklah, ini kunci kalian." ucapnya memberikan sebuah logam tipis dengan ukiran lingkaran sihir.


"Ini?" ucap Ravel penasaran.


"Itu kunci dimensi, jadi tidak akan ada yang bisa memasuki kamar kalian tanpa logam itu." ucap wanita itu membanggakan diri sendiri.


"Kalau begitu kami pergi ke kamar dulu, terima kasih banyak." ucap Ravel lalu pergi ke kamar bersama yang lainnya.


"Pantas saja harganya mahal, ini memang sangat bagus." ucap Ravel ketika memperhatikan sekeliling kamar.


Tanpa berlama-lama, mereka langsung pergi tidur. Terdapat dua tempat tidur besar, jadi Mort tidur dengan Ares dan Ravel dengan Ella. Tak terasa malam berlalu dan pagi tiba. Ketika Ravel membuka mata, wajah Ella tepat di depan wajahnya. Awalnya ia terkejut, lalu ia hanya terdiam memperhatikan wajah tidur Ella. Lalu, Ella terbangun dan melihat wajah Ravel begitu dekat.


"Ravel, selamat pagi." jawabnya pelan karena terkejut Ravel begitu dekat dengan wajahnya dan menutupinya dengan selimut.


"Selamat pagi juga, apa ada masalah?" tanya Ravel membuka selimut itu dan melihat wajah Ella.

__ADS_1


"Bukan apa-apa, aku hanya lapar." jawab Ella mencoba mencari alasan dengan wajah yang masih tertutup setengah dengan selimut.


"Oh, kalian berdua sudah bangun. Ayo ke bawah untuk sarapan." ucap Ares yang sudah rapih begitu pun Mort.


"Kalian duluan, aku akan bersiap dulu." jawab Ravel merasa ingin mandi terlebih dahulu.


Kemudian mereka bertiga pergi ke bawah dan meninggalkan Ravel sendirian. Ketika ia sedang berendam air panas, ia mencoba membaca dimensi kamar itu dan melihat rancangannya.


"Ini lebih bagus dari yang ku kira. Apa dia seorang penyihir yang mendalami sihir dimensi? Aku akan coba menanyakannya nanti." ucap Ravel dalam pikirannya.


Kemudian Ravel bangun dari tempat berendamnya dan bersiap untuk ke bawah. Ketika ia sudah selesai bersiap, saat ia membuka pintu terlihat Ella menunggunya di depan pintu sampai Ravel selesai.


"Apa kamu menungguku?" tanya Ravel ke Ella yang ada di depan pintu dan bersandar di tembok.


"Oh, kamu sudah selesai. Aku bersiap di alam bawah sadar, apa kamu tidak mengira itu?" ucap Ella sebenarnya hanya bersiap dan sekalian menunggu Ravel.


"Ayo kita ke lantai bawah, aku sudah mulai merasa lapar." ucap Ravel memegangi perutnya.


"Aku tahu, ayo." jawab Ella lalu menarik tangan Ravel dan berlari bersama menuju lantai bawah.

__ADS_1


__ADS_2