
Mereka pun kembali ke sekolah untuk beristirahat. Di malam hari, Ravel menyelinap keluar untuk menemui wanita iblis yang ia tolong sebelumnya. Ia pergi bersama Mort, Ares, dan Ella menggunakan Catari agar cepat sampai tujuan.
"Belakangan ini aku menyadari sesuatu mengenai Catari, apa kau tahu apa yang aku sadari?" tanya Ravel ke yang lainnya saat keluar meninggalkan kita dengan Catari.
"Apa yang kau bicarakan? Memangnya apa yang kau sadari mengenai hal itu?" tanya Mort tidak tahu apa yang telah di sadari Ravel.
"Accel!" ucap Ravel menggunakan sihirnya sambil menutup matanya dan memfokuskan mananya ke kepala Catari.
Catari menerima efek sihir itu. Pergerakannya sangat cepat seperti menggunakan sihir percepatan. Dengan sihir ini, mereka yakin kalau bisa kembali sebelum matahari terbit. Karena akan ada masalah kalau mereka ketahuan ketika pergi keluar semalaman.
"Kita sudah dekat, Catari akan turun berpeganganlah!" ucap Ravel memberitahu yang lainnya untuk bersiap dengan guncangannya.
__ADS_1
Catari menukik debgan sangat cepat dan di tambah sihir percepatan membuat yang lainnya terpusing dan bergetar akan gerakannya. Mereka pun langsung memanggil wanita iblis itu untuk membicarakan permasalahan mereka dan meminta bantuan untuk mengawal.
"Fanya! Apa kau ada di dalam?" teriak Ravel ke dalam gua itu.
Kemudian ia teringat kalau membutuhkan waktu 30 menit jika berjalan menuju ujung gua itu. Lalu ia memutuskan untuk berjalan ke dalam sambil memanggil Fanya. Saat Ravel berjalan ke dalam bersama yang lainnya, Ia mendengar suara lari yang cukup terdebgar jelas. Tiba-tiba muncul 2 chimera dengan Fanya di salah satunya sedang menungganginya.
"Fanya, aku sudah memanggilmu dari tadi." ucap Ravel mengira kalau Fanya tidak ada di dalam gua.
"Maaf, aku sedang ada masalah sekarang. Air terjun di ujung gua mulai mengalir tanpa henti dan meluap. Aku harus segera meninggalkan gua ini dan mencari tempat tinggal baru." ucapnya menjelaskan keadaan di dalam.
"Baiklah, tapi dengan jumlah ini sepertinya tidak ada yang bisa mengangkut mereka semua." ucap Fanya menjelaskan kalau dengan jumlah mereka tidak ada lagi yang bisa di tunggangi.
__ADS_1
"Tidak perlu, perintahkan chimeramu untuk menunggu di luar gua. Kita akan langsung ke sana." jawab Ravel berniat menggunakan sihir teleportasi.
"Baiklah, kalian pergi keluar dan tunggu kami. Jangan biarkan siapa pun memasuki gua ini." ucap Fanya ke 2 chimera itu.
Kemudian kedua chimera itu langsung menuju luar gua. Sementar Ravel menggunakan sihir teleportasi agar bisa langsung sampai du tempat tujuan.
"Oke, kita pergi sekarang! Teleport!" ucap Ravel menggunakan sihirnya dan muncul pintu teleportasinya.
Baru saja muncul pintu genangan air mulai keluar sedikit demi sedikit. Mereka pun bergegas dan mengumpulkan bahan mentah senjata sebanyak yang mereka bisa.
Setelah air semakin meninggi dan sudah tidak memungkinkan lagi untuk mencari batuan kristal itu, mereka kembali ke luar gua menggunakan sihir teleportasi lagi. Namun, terjadi masalah yang sangat serius. Karena keadaan di luar gua lebih berbahaya dari pada di dalam gua itu. Sebuah pasukan kerajaan berjumlah seratus orang menunggu di depan gua.
__ADS_1
Kedua chimera yang di perintahkan menunggu di luar sudah terbunuh dan tergeletak di tanah tanpa nyawa. Terlihat seorang pria muda seumuran Kak Remon memegang sebuah pedang yang di hiasi darah yang masih basah.
"Apa yang kau lakukan? Beraninya kalian membunuh peliharaanku!" ucap Fanya marah dan mengeluarkan senjata palunya dari penyimpanan dimensi.